close

10 Film Superhero Terbaik

10 Superhero

 

10 Superhero

Alejandro Iñárritu menilai film superhero sebagai genosida kultural. Ia melihat tidak ada suatu hal yang mendalam dibalik plot dan ledakan yang mereka sajikan. Lebih lanjut, ia menganggap superhero tidak berdiri pada satu keyakinan yang sama dengan manusia sewajarnya. Maka dari itu, yang mereka lakukan tak lebih dari membunuh. Kepiawaian Iñárritu sebagai seorang sineas memang semakin terbukti dengan film-film terbarunya. Namun, selayaknya orang biasa, Iñárritu kadang melontarkan komentar bodoh dan congkak seperti yang tertulis di atas. Jadi ada baiknya sesekali kita mengabaikan perkataannya.

Lagipula sebagaimana yang akan ditunjukkan oleh film-film di bawah, lakon superhero tak lain adalah proyeksi dari diri kita sendiri yang terkadang berangan-angan atas sebuah petualangan besar. Film superhero tidak semata-mata berfokus pada kekuatan tak nyata yang masing-masing mereka miliki.

Jauh dari itu, kelemahan seorang superhero selalu menjadi titik berat yang harus mereka lewati dalam perjalanannya. Bagaimana mereka melampaui kekurangan tersebut secara tidak langsung juga menjadi permasalahan tersendiri karena kita seakan terlanjur ikut mengenakan jubah mereka.

Hal ini juga bukan perkara berlaku seperti bocah. Kita mengikuti perjalanan seorang superhero sebagai penawar atas kehidupan sehari-hari yang begitu membosankan dan lebih kosong pemaknaan ketimbang di sisi lain layar. Sebenarnya sesimpel itu. Film superhero tidak lebih fana ketimbang seorang pemburu yang kembali hidup setelah dikoyak beruang dan dengan naif mencari makna di balik penebusan.

10. The Incredibles (2004)

the incredibles

Director                : Brad Bird

Cast                       : Craig T. Nelson, Jason Lee, Holly Hunter, Samuel L. Jackson

Mencari film Pixar yang tidak disukai sama saja seperti mencari orang yang bersimpati terhadap ISIS. Anda bisa menemukan satu atau dua, tapi seluruh lapisan masyarakat akan segera menerkamnya. Sebenarnya sudah cukup untuk menilai The Incredibles secara positif lantaran diproduksi Pixar. Tapi kalau begitu, apa gunanya menulis artikel ini?

Dengan karakter yang begitu mudah dicintai, The Incredibles menukar aksi gemilang dengan humor sehari-hari. Hasilnya adalah sebuah film animasi yang luwes dan secara halus menyentil hidup yang begitu seragam dari perspektif Mr. Incredible. Seperti dirinya, kita ingin hidup yang luar biasa. Sayangnya hal itu begitu sulit dimengerti oleh lingkungan yang sifatnya membosankan dan banyak mau.

9. Blade (1998)

blade

Director                : Stephen Norrington

Cast                       : Wesley Snipes, Stephen Dorff, Kris Kristofferson, Donal Logue

Blade hadir terlalu dini. Pada masanya, film superhero masih dianggap kacangan. Sehingga mudah saja bagi banyak orang untuk melupakan gaya visualnya yang mencolok. Setiap pengambilan gambar membingkai kesan apokaliptik dengan mendalam. Wesley Snipes juga tahu betul kalau daya tarik superhero bukan terletak pada kemampuan yang tidak terbatas. Melainkan pada ironi yang membebani kekuatannya.

Wesley Snipes memaksimalkan perasaan tersebut tanpa lupa untuk memukau penonton dengan aksi yang gemilang. Stephen Norrington juga memberi pondasi kuat bagi karakter utamanya untuk berkembang bersama mitologi yang menyertainya. Blade merupakan film yang semakin mudah dinikmati semakin Anda mendalami nilai-nilai yang ada di dalamnya.

8. Darkman (1990)

darkman

Director                : Sam Raimi

Cast                       : Liam Neeson, Frances McDormand, Colin Friels, Larry Drake

Sebagian dari Anda yang tidak pernah mendengar nama Darkman mungkin akan kebingungan ketika melihat adaptasi layar lebarnya. Wajar saja, karena Darkman bukan diadaptasi dari komik. Darkman adalah tokoh rekaan asli dari Sam Raimi, sebelum masa jayanya menggarap Spider-man. Alkisah Dr. Westlake sedang mensintesis kulit untuk menutupi wajahnya yang cacat. Hasil terbaik yang ia capai tidak bisa bertahan di bawah matahari lebih dari 90 menit. Ketika itu pula, laboratoriumnya diserang sekumpulan gangster. Setelah itu, Dr. Westlake terbakar nafsu untuk balas dendam dan mengambil identitas Darkman.

Tidak ada yang bisa memahami dirinya. Tapi hal itu tidak membuatnya gentar untuk mempertahankan tujuan. Semangat ini diwujudkan dengan nyata lewat akting Liam Neeson. Darkman memadukan prahara lawas dengan elemen thriller. Hasilnya adalah sebuah karya yang mendefinisikan gayanya sendiri dengan apik, bahkan sampai ke bagian-bagiannya yang ganjil.

7. Spider-Man (2002)

spiderman

Director                : Sam Raimi

Cast                       : Tobey Maguire, Kirsten Dunst, Willem Dafoe, James Franco

Darkman berhasil memantapkan reputasi Sam Raimi. Proyek selanjutnya adalah mengadaptasi tetangga ramah Anda, Spider-Man. Pemilihan Tobey Maguire sebagai tokoh utama juga banyak membantu kesuksesan film ini. Mungkin Spider-Man versinya tidak secerewet di komik. Tapi Tobey Maguire secara sempurna menyalurkan sisi Peter Parker yang dipenuhi problematika anak SMA. Pribadi Peter Parker yang penuh keliru mudah dicerminkan dalam kehidupan sehari-hari. Begitu pula dengan penokohan Mary Jane yang dimainkan dengan alamiah oleh Kirsten Dunst.

Plotnya memang begitu sederhana dan murahan. Tapi karakter-karakter dalam Spider-Man mampu menarik perhatian penonton tanpa perlu banyak berusaha. Spider-Man, bersama X-Men, juga memiliki pengaruh besar dalam perfilman superhero. Di awal milenium, kedua film ini menanamkan optimisme dan membuka jalan untuk tokoh-tokoh superhero lain silih berganti meramaikan layar lebar.

6. X-Men: Days of Future Past (2014)

x-men

Director                : Bryan Singer

Cast                       : Hugh Jackman, James McAvoy, Michael Fassbender, Peter Dinklage

Seperti yang sempat disinggung di atas, X-Men turut berjasa dalam perkembangan film superhero. Namun, keberlanjutan franchise X-Men sempat dipertanyakan karena tidak bisa menghasilkan film yang mampu melampaui pendahulunya. Kesegaran mulai terasa dengan dirilisnya X-Men: First Class. Namun, film ketujuh dari franchine X-Men inilah yang dengan mantap mengembalikan minat penonton.

Narasi Days of Future Past mungkin terdengar sedikit rumit. Tapi tidak ada sedikitpun rasa bingung ketika mengikutinya. Film ini sekali lagi meyakinkan kita kalau Michael Fassbender tidak sekedar bermain peran. Bryan Singer dan Simon Kinberg sekedar membangkitkan Magneto muda dengan sudut pandang tegasnya yang bersemayam di tubuh Fassbender. Plot cerdas dalam Days of Future Past juga secara langsung menganulir segala kesalahan yang telah diperbuat di film-film sebelumnya. Selayaknya para mutan yang kembali dibekali catatan bersih untuk memulai hidupnya.

5. Guardians of the Galaxy (2014)

guardian of the galaxy

Director                : James Gunn

Cast                       : Chris Pratt, Zoe Saldana, Bradley Cooper, Dave Bautista

Ketika rumornya mulai beredar, ada prasangka buruk kalau Marvel telah kehabisan ide untuk melanjutkan ekspansi dalam genre ini dengan mengangkat adaptasi Guardians of the Galaxy. Nyatanya, prasangka buruk itu sama sekali tidak terbukti. James Gunn mengambil langkah mundur, menjauhi paradigma film superhero serius pasca The Dark Knight dan mengandalkan humor-humor sopan.

Chris Pratt, meski tidak sekaya Tony Stark atau sekarismatik Bruce Wayne, berhasil mencuri perhatian penonton dengan pribadi yang menggemaskan. Narasi sopan minim konflik dan sajian visual yang mengagumkan menjadi sedikit alasan mengapa Guardians of the Galaxy begitu mudah dikagumi. Tidak lupa pula mixtape Star Lord yang senantiasa mendorong tubuh untuk berdansa riang. Marvel selalu punya cara untuk menggarap materinya dengan arahan yang tak terduga.

4. The Dark Knight (2008)

the dark knight

Director                : Christopher Nolan

Cast                       : Christian Bale, Heath Ledger, Aaron Eckhart, Morgan Freeman

Kehebatan seorang superhero banyak bergantung kepada lawan utamanya, klaim ini benar adanya dalam The Dark Knight. Heath Ledger mencuri sorotan utama dengan performa tanpa celanya sebagai Joker. Dibalik dandanan yang berantakan, terletak perwujudan nyata dari kegilaan. Sosok kegilaan itu tidak hanya ia tunjukkan dengan tingkah antiknya. Tapi juga menular ke setiap orang yang menghadapinya. Joker menelan mentah konsep anarki dan memuntahkan definisi baru dari chaos.

Christopher Nolan membawa film superhero ke level baru. Tidak ada kisah lurus atau nilai moral yang dipegang erat oleh para protagonis. The Dark Knight adalah sebuah tragedi yang meninggalkan luka dalam bagi Batman. Untuk pertama kalinya, kita bisa melihat pondasi moral Batman terancam goyah. Terpaksa membohongi diri sendiri dan menerima kekalahan mutlak di hadapan musuh utamanya.

3. The Avengers (2012)

the avengers

Director                : Joss Whedon

Cast                       : Robert Downey Jr., Chris Evans, Tom Hiddleston, Scarlet Johansson

Sejak kecil, saya selalu bermimpi untuk melihat adaptasi skala besar dari serial Power Rangers. Beranjak dewasa, mimpi itu perlahan terlupakan. Sampai di tahun 2008, Marvel memulai proyek skala besar yang diawali dengan Iron Man. Empat tahun kemudian, di pertarungan akhir The Avengers, saya melihat Iron Man, Captain America, Thor, Hulk, Hawkeye, dan Black Widow bersama-sama menghalau serangan pasukan Chitauri. Pada saat itu juga, dengan sadar saya melepas mimpi adaptasi Power Rangers.

Joss Whedon tidak bertumpu pada satu karakter sebagai pimpinan ansambel pahlawan super itu. Ia memberikan porsi yang sama, mengekspos kekuatan dan kelemahan masing-masing karakter. Pertaruhan yang dilakukan The Avengers bukanlah hal kecil. Lebih dari sekedar pertaruhan sebuah studio, namun pertaruhan akan genre superhero itu sendiri. Apa yang telah dicapai Joss Whedon dan Marvel di The Avengers tidak bisa disamai oleh film lain sejenisnya. Bahkan oleh Age of Ultron sendiri.

2. Captain America: The Winter Soldier (2014)

winter soldier

Director                : Anthony dan Joe Russo

Cast                       : Chris Evans, Scarlett Johansson, Anthony Mackie, Robert Redford

Seperti yang tertulis di atas, Marvel selalu punya cara unik dalam mengadaptasi materinya ke layar lebar. Di tahun yang sama dengan peluncuran Guardians of the Galaxy, Marvel mengambil jalur yang begitu berbeda untuk The Winter Soldier. Setelah melihat pendahulunya, Captain America: The First Avengers, tidak ada harapan besar terhadap The Winter Soldier. Terlebih lagi untuk mengira kalau film ini dapat menyajikan sebuah plot padat penuh paranoia ala Three Days of Condor, yang kebetulan juga dibintangi Robert Redford.

Trio Chris Evans, Anthony Mackie, dan Scarlett Johansson membangun relasi unik yang semakin menguatkan masing-masing karakter. Russo bersaudara bersama duet penulis Christopher Markus dan Stephen McFeely menjaga narasi berjalan mulus tanpa mengurangi tensi. Untuk sejenak, The Winter Soldier lebih terasa seperti thriller politik berkelas, dengan tokoh utama seorang prajurit yang memiliki kekuatan super.

1. Watchmen (2009)

watchmen

Director                : Zack Snyder

Cast                       : Malin Akerman, Matthew Goode, Jeffrey Dean Morgan, Jackie Earl Haley

Watchmen adalah eksperimentasi murni dari genre superhero. Berusaha menjawab asas-asas realitas yang sering dilupakan dalam film superhero dengan memisahkan diri dan mempertanyakan identitasnya sendiri. Banyak yang bersikap skeptis terhadap adaptasi novel grafis terbaik sepanjang masa ini. Tapi nyatanya, Watchmen sukses memberikan sajian visual setara novel grafisnya. Terima kasih kepada seorang visioner bernama Zack Snyder.

Kisah Watchmen mengalir di dimensi lain, dimana Amerika Serikat memenangkan Perang Vietnam dan dipimpin Nixon. Di realita ini, Nite Owl menyelamatkan Thomas dan Martha Wayne sehingga Bruce tidak perlu mengambil keputusan traumatis untuk menjadi seorang Batman. Sementara planet Krypton diselamatkan oleh Dr. Manhattan yang maha segalanya, sehingga Kal-El hidup damai disana. Ancaman umat manusia adalah perang nuklir antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Dengan melihat kehidupan di dimensi ini, Watchmen dapat menggambarkan kenyataan dimana dunia yang dipenuhi oleh pahlawan-pahlawan bertopeng tetap tidak bisa beranjak dari keresahan primordial. Kriminalitas menjamur di tengah depresi akhir zaman. Sementara superhero bukanlah inspirasi di ujung konflik. Melainkan orang lumpuh lain yang mengenakan topeng untuk menutupi cacat psikisnya masing-masing. Watchmen adalah gambaran jujur atas fantasi dunia superhero.

[WARN!NG/Kevin M.]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response