close

Berdanska bersama Sri Plecit

picture_9_20120816_1639894278

Sri Plecit, Band ska dari Jogjakarta yang mulai eksis sejak tahun 2009 ini, minggu lalu baru saja meelakukan “syukuran” untuk album baru mereka, Boon Safari. Band yang digawangi oleh Galih (vokal), Wipti (vokal), Awang (gitar), Mamec (gitar), Hasan (bass), Iqbal (drum), A’an (keyboard), Fajar (saxophone), dan Bayu (trombone) ini sukses merayakan syukuran yang diberi nama Fortunitely itu.(cek reportasenya disini) Beberapa hari berselang, Warning langsung melakukan wawancara dengan Sri Plecit, Karena mayoritas personil mereka adalah mahasiswa, maka tempat interview pun, dikondisikan berada di sebuah kantin kampus kerakyatan di Jogjakarta. Oke, mari simak wawancara dengan Sri Plecit berikut, yang dijawab oleh Hasan (H), Wipti (W), dan Iqbal(I)

Bisa ceritakan lagi, tentang launching album kemarin?

H: Launching kemarin emang konsepnya kita ngundang band multi genre, jadi ada Gerap Gurita dari ranah celtic, ska-nya Apollo 10, hardcore dari Reason To Die, dan dangdut dari The Kandang. Sengaja ngajak mereka untuk berpartisipasi biar pertunjukan itu jalanya menarik biar gak satu kiblat saja, untuk tema acara mungkin bisa dijelaskan wipti,

W : Tema acara disesuain dengan albumnya, sakjane maunya karnaval. Sesuai dengan albumnya, boon safari, disetting sedemikan rupa, meskipun secara wardrobe gak bisa maksain ya tapi intinya tema launching di samain dengan albumnya.

Publikasi acara kemarin, luar biasa massif, bagaimana prosesnya?

H  : untuk publikasi semuanya gerak, jadi tiap orang di bagi-bagi untuk gerak sendiri, ya banyak melibatkan orang.

Oke, kita mundur sedikit, bisa ceritkan sejarah sri plecit?  Singkat saja.

H : awal mula dari pertemanan di SMA , mungkin Iqbal bisa jealsin

I : Dulu awalnya cuma pertemanan SMA, awalnya gak serius cuma having fun aja, taunya jadi serius ya sadarnya belakangan, hehe. Nah dulu itu kita rembukan dulu buat nentuin aliran musik yang dimainin. Masing-masing personel memiliki basic musik yang berbeda-beda, namun kesembilan dari kita sama-sama suka SKA. Jadi ya kita tetapin mainin music ska.

Kenapa Sri Plecit?

I: hahaha, nah itu. Nama sri plecit itu slengean, harapanya dengan nama itu kita bisa lebih membumi, karena kesanya sederhana, dari pada kita ngambil nama-nama yang agak tinggi, berat, kita lebih pilih yang sederhana

Kalian sebut apa musik Sriplecit?

H:Apa ya,.. hehe. mungkin Ska yang sederhana

I: Ya musik Ska saja

W: Kita gak terlalu pinter memilah-milah genre, takutnya nanti kita nyebut ini ntar dibunuh sama yang tua-tua. Jadinya ska aja, tapi kita emang gak bisa senantiasa konsisten di pattern yang sama, misal selalu di ska two tone terus atau tradisional ska trus. jadi kita sering kombinasiin dengan unsur-unsur lainya

Nah itu kombinasi, jadi ada unsur-unsur musik apa di Sri Plecit?

kita kombinasiin gelombang-gelombang ska yang udah ada, kadang-kadang di rocksteady kadang-kadang di tradisional, kadang-kadang two tone. Untuk unsure music lain, porsinya imbang, Kebetulan album ini setiap lagu punya nuansa sendiri-sendiri

Musik Sriplecit terdengar lebih ngepop, apa memang ngonsep seperti itu?

W: Setauku ska itu musik yang enak didenger, mudah didenger ya emang easylistening. Hahaha

H: Jadi kita tidak mengsengajakan musik kita menjurus ke pop atau gimana,  tapi intinya gimana lirik-lirik dalam musik kita itu mudah dicerna, mungkin penilaian orang-orang berbeda menilai musik kami, menganggap ngepop atau gimna ya gak tau, bagi kami musik itu bebas, jadi kita sering eksplorasi dengan music-musik lain seperti reagge, keroncong, jazz, rock n roll, blues punk. Jadi gak terpaku pada salah satu aliran ska yang udah ada, kaya frist wave, two tone gitu. kita lebih suka eksplorasi.   

Kiblat musik Sri Plecit kemana sih?

H : USCB Allstars, Hepcat,. The Specials,  skatalites, dan band-band ska lawasnya lah.

Yang lokal?  

W: Shaggydog, Authentic, Apollo Ten

TIpe X gak?

W: Belum hehee.

picture_9_20120816_1639894278

Nah gimana dengan scene ska di jogja? menarik, melihat gimana band-band yang lebih “senior” menyuport band  yang lebih muda.

H: ya emang gak ada gap-gap an, disini saling support, kebanyakan datangnya di satu komunitas yang sama, jadi sering ketemu main diacara bareng

W: Nah perlu disadari band-band ska di jogja sedikit banget dan makin gak ada, seperti banyak The Vanilen udah gak tau kemana, The chopper juga vakum yang, ya tinggal sedikit.

kalian juga featuring dengan beberapa musisi lain, kenapa gitu?

H: dalam launching kemarin kita sengaja emang featuring dengan beberapa musisi dari berbagai genre. kaya yanto marapu dari reagge, antirulli dari oi, dan rolly dari hip hop. Emang sengaja biar seger.

W: biar gak boring juga, klo kita terus.

Sebelumnya udah ekspektasi buat acara kemarin bakal serame itu?

W: gak, itu ramenya bukan buat kita, itu buat band lainya.

H: Gak nyangka, ya alhamdulilah

W : Tapi kita gak ekspektasi, waktu itu soalnya banyak invite-invite yang entah kemana, jadi agak takut juga, ada yg datang gak? tapi terharunya banyak teman yang datang. Jadi malah reuni.

Masuk ke album ya, gimana nih prosesnya?

H: kita kerjasama dengan beberapa teman , kaya pembuatan pop art itu dibantuin, tapi konsepnya dari kita. Trus artworknya, semua dari mas satrio, kalau printingnya di soundbox

Dengan kata lain, ini dirilis recordlalbel sendiri

H : Iya hehe.

Melihat e.p kalian lirik sri plecit itu tentang senang-senang, party, dan sekarang di album baru mengangkat tema karnaval. Apa memang seperti itu pattern lirik sri pelecit?

I : sebenrnya dalam pemilihan lirik, kita yang penting pesan yang kita utarakan itu sampai, kita lihatnya kaya iwan fals, lirik gak terlalu berat tapi mengena di pendengar.

H: Bahkan beberapa lagu yang terdengar riang itu sebenrnya juga ada pemikiran-pemikiran kesedihan.

I: tema  gak cuma senang-senang , ada yang galau juga. kaya kita nulis “utarakan Selatan” tentang perkuliahan, tapi gimana caranya harus tetap bikin orang seneng denger, ya sesederhana itu, orang kan pertama denger lagunya dulu baru baca liriknya.

Tema karnaval, dan ada sirkus binatang, nah, apa kalian pro sirkus binatang?

W: Sebenernya sirkus disini itu, sirkus ke orangnya lalalalla.. kalo gambar hewan-hewan disini karena kita suka binatang. jadi gak ada hubungan antara sirkus dan binatang, walapun dalam sirkus emang ada binatang.

H : jadi lebih gambarin ke aneka ragaman kami, kan kaya di sirkus atau kebun binatang kan rame banget. Makanya lagu-lagunya juga ada tambahan audio-audio suara binatang. Nah pesanya disitu, bahwa keaneka ragaman itu gak masalah, ini gambarin ke kami yang macam-macem, sukanya ini itu.

Sejauh ini, penjualan CD gimna? btw diproduksi berapa?

H : Wah gak tau, belum memantau. itu kita cetak 350 kopi

W: Masalahnya, beberapa dari itu emang bukan untuk dijual, kesanya banyak, padahal gak, 350 copy itu ada yang kita sebar ke media-media, atau waktu kita main dibawa untuk tukeran,

H: Tukeran sama band-band lain, pas main juga kita sering lempar-lempar. hehe

Apa nantinya akan dishare di Internet?

H: sementara sudah 5 lagu, tapi belum full

W: Kalo udah dishare full, Insya Allah bukan dari kami

nah kalo ada yang share lagu kalian.?

W: ya piye meneh? hehe

H: nah kalo kita gak masalah sih, Cuma kalo sekarang kita mikir gini, CD itu sekarang yang beli itu kolektor-kolektor, gak Cuma buat yang pengen dengerin lagunya. makanya di CD ini pun formatnya bukan audio cd, tapi data, jadi mudah dikopi. Ya emang tujuan kita emang bukan feedback berupa uang dari CD itu sih. kalau ada yang mau ngehargai karya berbentuk fisik ya pasti dicari. Kalau gak ya gak apa-apa.

W: Susah, didik publik untuk beli cd ori, apalagi Indonesia.

H: tapi beberapa teman, emang sudah ada yang support, sudah pada pesen.

 Berarti ini rilisan pertama?

sebelumnya Ep tapi formatnya digital, dan beberapa kompilasi, Indonesian SKa Vol 1. dan ada kompilasi juga yang belum rilis. Jadi total  ada 4

dari teknis musik, apa ada perubahan dari E.P ke Album?

I : Banyak.

W: Tapi kalo warna, gak ada. Jadi tetap terasa kalo ini kita, tapi kalo musikalitas mungkin beda

H: ya karena memang tempat rekamanya beda, hehee

W: maksudnya, kalo dulu kan ngertinya Cuma itu-itu aja,nah klo skarang kan udah tau, jadi tau enaknya dikombinasiin dengan apa

I: yang jelas di album baru itu, satu lagu dikonsep ska mau dikombinasiin dengan apa, yang terdengar beda sebenernya disitu. kalo dulu kan kita bikin lagu ntar bawanya kemana nih, enaknya dibawa kesini, jadi awalnya udah dijelasin mau dicampur ini itu.

Personil banyak, pasti banyak kendala? bisa dishare masalah-masalah yang ada?

H:ya banyak yang meleng sih, yaitu, jadi gimana kita perencanan latihan aja sih. Terutma kalo latihan dadakan, jadi sering absen. namanya juga banyak kepala, ehehe

W: namanya juga bukan organisasi yang ada AD/ART, jadi klo meleng ya wajar.

Pemilihan lirik gimana? apa ada personil khusus yang bertugas membuat lirik?

H: gak ada yang khusus, di album ini malah kita ajak setiap personil untuk berkontribusi, malah satu lagu satu orang.

W: tapi ya ada yang bertanggungjawab buat revisi

H: karena kan harus disesuain musik dan aransemen, tapi kalo konsep ya dari semua

Lagi ngetrend kan bikin film documenter band, sriplecit tertarik untuk buat juga?

H : Jadi emang ada proyek sampingan untuk memediakan album ini, rencana bikin empat episode, berseri gitu. Mulai dari persiapan,rekaman, keseharian, packaging, dan featuring-featuring, sama testimoni juga belum.

Nah, kan mayoritas kuliah nih? Entar gimana kalo dah pada lulus? Tentunya kan pasti banyak yang beroientasi kerja? Apa ntar bakal tetap bertahan?

W: ini nanti malam baru mau diomogin. hahah. tapi kalo saya insya Allah masih di Jogja

H: kita kan personil dua orang dari luar kota(Blitar dan Magelang), kalo saya sih tetap dijogja, dan pengenya lanjut, jadi insya Allah ya lanjut

Mekanisme mau ngundang sri plecit gmana? ada gak  peraturan-peraturan tertentu gak?

H: woohh mekanisme, hehe apa ya.. kita sih gak mengkhususkan acara.

W: ya yang penting jangan acara layatan. Susah nanti kalo acara layatan, harusnya sedih malah gembira. hehe

Okei terakhir ini, deskripsikan album kalian dalam satu kata

H: Menyenangkan

I: Melelahkan

W : Pencapaian.

Oke terimakasih, mari bersafari diakhir pekan. 

[Warning/Tomi Wibisono]

© Warning/Tomi
© Warning/Tomi
Tags : skasri plecit
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response