close

Acemojo: Antara Kenangan dan Harapan

acemojo

Jika membicarakan perihal waktu, kita biasanya membayangkan bahwa waktu itu terbagi: masa lalu, masa kini dan masa depan. Dalam kemenyejarahan manusia, waktu adalah faktor yang sangat menentukan. Manusia berada di dalamnya. Dalam dinamika waktu, kita selalu berada pada masa kini. Namun, jelas masa kini tak bias dilepas dari masa lalu atau masa depan. Manusia adalah serpihan dari kenangan dan harapan. Entitas yang terjebak dalam peristiwa-peristiwa lampau, tapi dilempar pada kenyataan bahwa masa depan mau tak mau harus disongsong.

Kisah Acemojo pun tak ubahnya seperti manusia. Unit yang dibentuk di Solo pada tahun 2010 ini sebenarnya adalah format baru dari unit sebelumnya. Sebelum menamai diri menjadi Acemojo, Riki (Vokal), Alvi (Gitar), Gilang (Bass), Marvel (Drum) menamai unit mereka The Brown. Namun, karena penggebuk drum sebelumnya memutuskan keluar, mereka memutuskan mengubah nama. Acemojo yang ada dalam masa kini adalah serpihan kenangan dan harapan The Brown.

Kala itu Riki dan Alvi bersepakat membentuk The Brown untuk menjadi pembuka di suatu acara di Solo. Hanya dua minggu menjelang acara mereka menemukan format pakem The Brown: Riki, Alvi, Gilang dan sang drummer lama. Awalnya mereka hanya membawakan lagu-lagu band lain. Namun, panggung pertama pada tahun 2010 tersebut member lecutan semangat The Brown untuk terus bermusik.

Singkat cerita, Marvel dating menggantikan drummer lama dan kemudian The Brown mengubah nama menjadi Acemojo. Pergantian nama ini juga ditujukan untuk member penyegaran dalam sisi music dan pembawaan setelah 7 tahun bermusik. Riki, sang vokalis, saat diwawancarai WARN!NG menyatakan bahwa hal ini juga bertujuan untuk mencoba peruntungan baru dalam karir music mereka.  Meski memiliki latar belakang music berbeda-beda, Acemojo mencoba mengeksplorasi itu semua. Namun, ada satu hal yang menyatukan mereka semua. “Pastinya dengan satu persamaan, yakni kesukaan dengan genre blues.” Papar Riki.

Acemojo sendiri diambil dari kombinasi kata “ace” dan “mojo” yang berarti “sangat terampil dalam suatu hal” dan “sihir atau hal yang berhubungan dengan hal magis”. Jika digabungkan, Acemojo berarti sangat terampil dalam sihir atau hal yang berhubungan dengan hal magis. Maka, Riki menjelaskan bahwa ia dan kawan-kawannya “berharap dengan nama Acemojo menjadi hal yang magis di band ini,” Menurutnya, nama tersebut diharapkan pula dapat menjadi jimat keberuntungan dalam bermusik.

Hingga saat ini, Acemojo telah merilis single pertamanya yang berjudul “After the Rain”. Single yang dirilis 18 September 2016 lalu ini berkisah mengenai transformasi pasca keterpurukan. “After the Rain” sendiri seakan menceritakan kisah yang dialami Acemojo sendiri. Mereka bertransformasi, berganti personel, nama, dan konsep, serta mencoba menawarkan hal baru dalam blantika music indie lokal. Riki juga berkata bahwa lagu tersebut berpesan pada pendengar untuk tidak takut menghadapi masalah, sebab kebaharuan pasti dating lebih baik dan baik lagi.

Dalam bermusik, masing-masing personel Acemojo mempunyai preferensi yang berbeda-beda. Namun, mereka sama-sama menyukai musik era ‘70-an. Bagi mereka, musik era tersebut memiliki kealamian yang tak ditemukan saat ini. Led Zeppelin menjadi inspirasi yang besar bagi mereka. Selain itu, untuk menyebut band saat ini, Foo Fighter juga menjadi acuan bermusik Acemojo.

Secara jujur, Acemojo mengakui bahwa tak ada perbedaan signifikan yang membedakan mereka dengan band rock lain. Namun, Riki menjelaskan bahwa ada hal yang menjadikan mereka berbeda. “Mungkin karena sentuhan blues yang kuat dari gitaris serta aroma rock dari personel lain (yang) menjadi pembeda,” jelas Riki. Selain itu, Acemojo sendiri selalu member pesan ajakan atau pemberitahuan dalam lirik-lirik lagunya.

Bagi Acemojo, bermusik adalah sebagian kehidupan. Artinya, harus selalu berorientasi ke depan dan selalu menghadirkan pembaharuan. Meski baru merilis satu single, seperti kebanyakan band lain Acemojo berharap untuk segera menghasilkan album. Saat ini, mereka sedang bekerja keras untuk mengerjakan album debutnya. “Kami baru tahap produksi, dan semoga tahun ini selesai.” Bocor Riki. Mari kita tunggu pembaharuan lain dari Acemojo.  [WARN!NG/Unies Ananda Raja]

Download Acemojo – “After The Rain” di album WARN!NG Compilation Vol.1 – 2017 DI SINI!

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.