close

Aksi Solidaritas Selamatkan Bumi Rembang

IMG_20140622_214249_resize
© Warningmagz
© Warningmagz

Minggu (22/6), kawasan 0 km Jogja menjadi tempat aksi massa yang menamai dirinya Solidaritas Selamatkan Bumi. Aksi ini menuntut pembatalan pabrik semen di Gunung Kendeng, Rembang.

Beberapa tuntutan disuarakan dalam aksi yang dimuali pukul 17.00 ini. Diantaranya adalah penarikan semua alat berat milik PT. Semen Indonesia yang beroperasi dan penghentian kegiatan perusahaan karena menyalahi aturan Perda RTRW Jateng no. 6/2010 Pasal 63.

Aksi ini cukup mendapat perhatian dari wisatawan yang mengunjungi kawasan 0 km. Hal ini memang menjadi tujuan digelarnya aksi. “Kita memang sangaja memilih aksi di Yogya ini supaya isu yang lokal bisa menyebar, istilahnya me-mainstreamkan isu,” ungkap Choirudin, salah seorang anggota Solidaritas Selamatkan Bumi.

“Aksi ini memang secara spontan kami adakan dan tidak ada kelompok yang menjadi koordinator. Kebetulan banyak dari kalangan seniman, aktivis, warga, dan mahasiswa yang ikut ‘menemani’ komunitas petani di Kulonprogo, Pati dan Rembang, yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Agraris,” lanjut pria yang biasa disapa Udin ini.

Kendati berbarengan dengan Festival Malioboro dengan suara musik yang menggelegar, namun aksi mereka tidak ciut sama sekali. Dalam aksi ini ditunjukkan pula beberapa pagelaran seni; seperti orasi budaya, musik, pembacaan puisi dan jasa sablon untuk donasi. Dari aksi tersebut, terkumpul donasi sebesar Rp 379.000,00 dari kotak solidaritas dan Rp 432.000,00 dari jasa sablon. Aksi tersebut tidak berhenti sampai di sini. Rencananya mereka akan melanjutkan aksi dengan mendatangi warga di sekitar lokasi tambang.

Selain Jogja, solidaritas penolakan tambang di Rembang juga terorganisir di banyak kota lain, mulai dari Semarang, Palembang, Bandung, Makasar, Ternate, Lampung, Tuban dan beberapa kota lainnya yang dikabarkan juga akan muncul aksi solidaritas serupa. Menjadi bukti bahwa masyarakat bisa mengorganisir diri secara mandiri, melakukan penolakan bersama-sama di banyak kota di tengah berlansungnya hiruk pikuk ‘pesta demokrasi’ pemilihan presiden.

(Umar Wicaksono)

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response