close

Local Album of The Year 2014

no thumb

List 6-10 -> Local Album of The Year 2014

mata-jiwa Part-1
mata-jiwa Part-1

5. Matajiwa – 1

Sebelum 2014, belum ada yang seperti mereka. Eksplorasi musik, eksperimen gila dan ekspresi jiwa yang ditubuhkan pada gebukan drumcussion Reza Armand dan raungan gitar Anda Perdana. Itulah Matajiwa. Cukup spiritual dengan unsur etnik dan bebunyian tribal, gahar dengan nuansa rock yang liar namun bisa juga subtil dengan musik minimalis yang manis.Lalu lahir intisari perjalanan mereka, terjemahan tentang ‘hidup’ dalam album 1 yang padat dan kaya.

sangkakala
sangkakala

4. Sangkakala – Heavymetalithikum

Berkonsep live, Heavymetalithikum membuat pendengarnya seolah bisa melihat semburan kembang api, raungan liar macanista (penggemar Sangkakala), dan jejingkrakan Baron Capulet Araruna dan rekan-rekannya di panggung. Tidak ada lagu yang baru. Macanista pasti sudah hafal urutan “In To The Row” yang diakhiri dengan “Tong Setan” seperti biasa. Tapi sound dan kemasan boxset yang digarap serius menegaskan kegaharan Sangkakala, ini heavy metal!

lovebomb
lovebomb

3. Navicula – Love Bomb

Jika ada album yang boleh ditaruh di meja kerja presiden anyar kita, maka itu adalah Love Bomb, yang bagaikan rangkuman problema, kelalaian dan ketamakan negara. Semakin ke sini—hingga album ketujuh—Navicula justru makin menemukan tajinya. Dan bukan semata studio Amerika yang membuat album ganda tersebut begitu meletup-letup, melainkan memang materi di dalamnya yang solid, ditunjang juga deretan single lama yang berhulu ledak tinggi seperti “Mafia Hukum”, “Mafia Medis”, dan “Metropolutan”. Belum lagi andai kita bicara kemasan albumnya terbuat dari apa.

memobilisasi kemuakan
memobilisasi kemuakan

2. VA – Memobilisasi Kemuakan

Album kompilasi para golongan putih ini merupakan kutub lain dari fenomena euforia kesadaran berpolitik musisi di pemilu tahun lalu. Dan jika golput adalah semata apatisme banal, tak akan ada kompilasi radikal serapi ini. Selusin kolaborator di dalamnya tak hanya asal melagukan orasi. Genderang propaganda ditabuh bergantian dengan konten musik yang matang oleh Eye Feel Six, Milisi Kecoa, Ayperos, dan sebagainya. Terlepas apa jadinya akhir relasi tiap pendengar dengan tinta pemilu, Memobilisasi Kemuakan merupakan metode pernyataan sikap politik yang mengagumkan, terutama diantara kepungan lagu kampanye tolol Ahmad Dhani.

Gajah
Gajah

1. Tulus – Gajah

Adu mulut tak diperlukan bagi kami untuk memilih Gajah sebagai yang terbaik. Sosok raksasa Tulus begitu menyembul tahun ini, baik di kancahbawah tanah maupun Top 40. Pada Tulus—album perdana, rilis tahun 2011—ia masih hanya terdengar setingkat lebih baik dari tren pop jazz klise oleh RAN, HiVi!, band-band kampus, dan semua pengekor Maliq & d’Essentials. “Inilah aku yang baru / Nikmatilah kejutanku,“ begitulah Tulus membuka Gajah dengan “Baru”. Ia sukses menciptakan buaian pop yang segar, dengan sentuhan soul dan motown pada gaya bernyanyi yang rileks namun intuitif. Pun ketika “yang penting jujur” jadi pembenaran paten bagi para penyanyi pop berlirik norak, Gajah menunjukan bahwa jujur dan kualitas bisa berkawan karib. Simak piihan kata sederhana namun menolak rima dan tak mudah diterka pada“Gajah”, “Sepatu”, atau lagu yang paling kerap diunggah di media sosial tahun ini, “Jangan Cintai Aku Apa Adanya”. Malang, ia tampil apa adanya dan nyatanya kita begitu mencintainya.

Back 6-10 -> Local Album of The Year 2014

list -> Album Of the Year 2014 (International)

List staff WARN!NG -> Greatest Album of 2014

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response