close

[Album Review] Black Teeth – Self Titled

FA CD Hympack Blackteeth CVT

 

black teeth
black teeth

 

Black Teeth – Black Teeth

Demajors Record

Watchful Shot: Bodo Amat, Shit, Babi Ngepet, Party Dog, Tukang Boong

[yasr_overall_rating size=”small”]

 

Jika ini adalah New York, maka Black Teeth adalah The Dead Boys, namun dalam versi Indonesia. Jangan tanyakan kenapa label ‘Parental Advisory: Explicit Content’ harus terpampang di kover album ini. Semua hal terliar, terjorok, terfrontal, dan terb*ngs*t yang bisa kalian bayangkan ada di dalam keseluruhan materi album ini. Bukan hanya satu atau dua nomor, tapi semua. Parahnya seperti semua amarah bisa kalian lampiaskan dengan hanya mendengarkan album ini. Vokal ngawur yang terkesan seadanya, distorsi gitar yang ‘sakit’, dan tentu saja ketukan drum repetitif punk khas band-band bowery of new york CBGB tahun 70’an. Meski begitu, semua gubahan pada nomor-nomor ini terdengar sangat bersih di telinga untuk band dengan usungan punk sebagai pondasi awal.

Walaupun band ini baru ada pada 2014, anda tidak perlu heran jika band ini sudah terdengar sangat pro. Nama-nama kondang seperti Satriyo (Neurotic), Eno & Christopher (Netral) adalah orang-orang yang ada dibalik band ini. Menunjukkan sisi ‘liar’ yang tidak ditampilkan di band mereka sebelumnya. Nama serta genre band yang sudah membesarkan mereka sejak lama lalu tidak mengurangi totalitas mereka di side-project nya ini, mereka telah mengesampingkan itu.

“Bodo Amat” menjadi intro sekaligus menjelma sebagai tamparan bagi mereka para sinis yang doyan men-judge tampilan luar para penggiat punk. “Bodo amat bodo amat bodo amat” menjadi hook yang lekat di kepala. Layaknya sebuah album band crust punk, rata-rata lagu di album Self titled ini hanya berdurasi sekitar satu setengah menit. Menghabiskan album ini pun hanya perlu waktu 21 menit saja. “Shit” pada urutan kedua yang merupakan single pertama Black Teeth dapat didaulat sebagai wajah identitas band ini. Jika anda malas mendengarkan keseluruhan album –tapi itu tidak mungkin, dengarkan saja lagu ini. Anda akan mendapat gambaran bagaimana gaya Black Teeth membawakan lagu-lagu di album pertama nya ini. Mulai dari beat yang sangat cepat hingga lirik-lirik jorok yang dibawakan. Lalu ada “Babi Ngepet”, dengan lirik yang sangat absurd namun digubah dengan aransemen yang megah. Black Teeth menampik pernyataan jika band Punk harus menonjolkan sisi sosial-politik dan perlawanan dalam setiap liriknya –meskipun itu sebenarnya perlu. Tapi ayolah, jika semua band punk harus begitu lalu apa iya musik punk tidak bisa dijadikan sebagai sarana untuk sekedar berhura-hura saja.

Nomor dengan durasi tersingkat, “Party Dog” mengingatkan saya pada gaya bermusik Black Flag. Dengan sedikit memasukkan unsur glam, Black Teeth bercerita tentang kehidupan sehari-hari manusia kantoran yang terkesan monoton secara singkat. “Gua habis party, happy happy, pulang pagi, kerja lagi”. Yang menarik di dalam album ini adalah liriknya sangat sering diulang sehingga semua kata demi kata bisa menjadi hook yang bisa dengan mudah diingat. Bukan itu saja argumen yang membuat album ini bisa mendapat predikat empat bintang. Jarang sekali ada band sejorok dan se-blak-blak-an seperti Black Teeth, liar! [WARN!NG/Dwiki Aprinaldi]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response