close

[Album Review] case/lang/veirs – self-titled

case lang veirs
case lang veirs
case lang veirs

Label                     :               Anti- (2016)

Watchful shot    :               “Honey and Smoke”, “Delirium”

[yasr_overall_rating size=”small”]

Proyek kolaborasi kadang memang menarik untuk dicermati. Membawa unsur yang menjadi identitas diri untuk disatupadukan ibarat menikmati sajian makanan lezat dari restoran Le Blanc Javour di pojok pertokoan Paris. Pertaruhannya banyak. Ego pihak yang bersangkutan, idealisme yang bertempur untuk memenangkan serta bagaimana menyediakan racikan pas agar bumbu-bumbunya tak terbuang sia-sia. Cilakanya para musisi kadung merasa superior; menunjukan dominasi dalam hal yang semestinya bersifat mengutamakan kepentingan bersama. Tidak mengherankan apabila nantinya ekspektasi hanya menjadi seonggok daging wacana terperi karena apa yang dicapai justru berbuah lara menyedihkan. Hal tersebut disebabkan tidak adanya perbedaan mencolok dibanding menjalankan proyek individu yang berujung kurang mencerminkan apa itu makna kolaborasi sesungguhnya.

Beberapa waktu silam saat membuka timeline Twitter, saya mendapati kabar yang cukup mengejutkan. Dilansir dari akun hipster bernama Consequences of Sound terdapat rilisan kolaborasi yang layak ditunggu kehadirannya. Adalah case/lang/veirs yang merebut perhatian pemberitaan. Singkat cerita, case/lang/veirs terdiri dari tiga identitas: Neko Case, k.d. lang, dan Laura Veirs. Mereka merupakan solois yang memiliki rekam jejak mengagumkan di kancah masing-masing. Pertama, Neko Case. Perempuan kelahiran 46 tahun silam ini sudah malang melintang dengan segudang pengalaman. Karya-karyanya menggambarkan kombinasi folk-americana dan balutan indie-rock klasik. Selain itu pada tahun 2003, ia turut mengisi vokal dalam album New Phornographers sembari bergabung dalam tur dua benua.  Nama kedua yakni Kathryn Dawn Lang atau yang familier dengan inisial k.d. lang. Penyanyi asal Alberta tersebut bisa dikategorikan sukses komersil maupun popularitas. Albumnya berwarna. Sentuhan country sampai jazz pun tersedia. Menggaet Grammy lewat Absolute Torch and Twang (1989) sebagai Best Female Country Vocal Performance. Ia juga bermain di beberapa film dan serial televisi. Salah satunya adalah How I Meet Your Mother yang sensasional. Jangan lupakan juga bahwa Lang pernah beraksi di seremoni penutup Olimpiade Musim Dingin Calgary 1988. Terakhir, Laura Veirs. Ia mengusung tema folk yang sentimentil. Menitikberatkan pada perjalanan spiritual hidup dan syair teksnya yang menggugah. Sampai detik ini, lebih dari 15 album ia ciptakan. Dari level studio, performa langsung sampai kompilasi yang jarang berakhir mengecewakan.

Di bulan Juni 2016, album kolaborasi mereka resmi dikeluarkan. Menggandeng Anti- untuk mendistribusikan dari level bawah sampai atas, ketiga musisi tersebut membuat album yang penuh gairah. Terbentuk atas avant-rock milik Case yang memikat, sedikit percikan minor jazz dari Lang yang merangsang dan geliat folk minimalis Veirs yang pas. Satu hal pasti bahwa mereka berhasil meramu dan meracik bumbu-bumbu agar mampu bergerak secara bersamaan lalu memaksimalkan kemampuan terbaiknya secara kolektif dengan eksepsional. Sebuah album yang mempunyai khas tersendiri di balik persona mereka.

Memilih satu atau dua, bahkan mungkin tiga nomor terbaik dari album self-titled ini merupakan pekerjaan yang gampang-gampang susah. Bukan soal tidak memiliki prinsip favorit, akan tetapi kualitas yang dihasilkan mempunyai karakter unik; membawa titik audio mengalami kebingungan pelik. Tapi pada nyatanya saya jatuh hati kepada empat buah track yang mau tidak mau, suka ataupun tidak mengajak untuk terus mendengarkan berulang kali. “Delirium” membuahkan kesunyian dan harapan dalam satu waktu. Menyediakan rona penyesalan seperti saat Nico terhuyung kesepian di kepadatan ruas Manhattan. Tempo mengalun tak terlalu cepat menjadikan nomor ini pantas dinikmati ketika terdepak pekerjaan. Irama swing mengalir pelan di awal “Honey and Smoke”. Lantas disusupi candu shoegaze dengan sound vokal k.d. lang yang berat sekaligus seksi. Semacam soundtrack film Godard yang mengambil setting lokasi di Malibu; bernafaskan gemerlap musim panas dan parade kebingungan antah berantah. “Best Kept Secret” mengembalikan memori saya pada Belle and Sebastian semasa “Enter the Sylvia Path”. Lengkap dengan orkestrasi yang datang tepat waktu. Menaburkan definisi keriangan serta memicu tombol mood Anda masuk menyelami karang penghakiman. Sedangkan “Atomic Number” mewujudkan petikan gitar yang konsisten disertai pembagian vokal merata dan saling mengisi di antara ketiganya. Ketukan drum-electro yang padat menemani aroma synth menyayat. Mengingatkan bahwa depresi mampu hidup begitu manis.

Sekali lagi, kemunculan case/lang/veirs seyogyanya membuktikan kredo kolaborasi tak melulu berakhir menyesatkan. Mereka dengan bijaksana mampu dan mau meredam pusat egosentris masing-masing demi terwujudnya impian akan karya yang monumental. Berawal dari aktifitas bertukar pesan e-mail yang dilakukan Case dan Veirs lantas membuahkan kesepakatan untuk keluar di zona nyaman; menanggalkan prestasi individu kemudian menyatu dalam keterpaduan. Ditambah pengalaman yang menggunung, tak sulit bagi mereka untuk memahat prasasti tanda kegagahan. [WARN!NG/Muhammad Faisal]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response