close

[Album Review] Dirty Glass – Drunken Summer Night

DirtyGlass-Artwok
DirtyGlass-Artwok
Drunken Summer Night

Dirty Glass – Drunken Summer Night

WLRV Records

Watchful Shot : Good Morning Eli – 1000 Miles

[yasr_overall_rating size=”small”]

 

Adakah hubungan antara peminum dengan Tuhan? Jika tak salah tebak, Dirty Glass dalam album terbarunya mengaitkan ketuhanan dengan para peminum. Pun jika ditebak lagi, nomor pembuka mereka, “Good Morning Eli”, menceritakan tentang rasa syukur pada Tuhan. Bersama penggunaan huruf kapital pada “You” , “Eli” ditafsirkan sebagai bentuk bahasa lain dari Tuhan yang memperkuat pernyataan ‘pertobatan’ dari Dirty Glass. Memainkan irish punk yang manis, Dirty Glass siap menemani perjalanan melewati masa ‘mabuk’ lewat Drunken Summer Night.

“Good Morning Eli” langsung membuka penuh kejutan. Permainan flute, mandolin, dan hentakan drum serta vokal prima yang serak mampu mengimajikan kekuatan peminum di kursi bar. Lirik Let me share it for You/ cause of You I can through” menceritakan ‘pertobatan’ seorang yang telah lama mabuk dalam dosa. Pun ditambah “What the funny of this song/ is when they know but still deny/ Can they say when the pretend to mute/ Can they say when they blind or pretend to blind/mampu menambah pesan seperti “ayo segera bertobat, kerajaan Tuhan sudah dekat!”

Dengan komposisi khas musik irish punk, tak sepenuhnya permainan irish punk harus dipatuhi. Nyatanya sisipan melodis pada “Drunken Summer Night” lebih kerasa meski sudah ditutup dengan balutan tin whistle yang lembut. Penyebabnya? Tentu permainan riff gitar yang mengambil peran sangat banyak pada bagian chorus. Tempo yang cukup cepat dengan sisipan riff gitar yang lebih heavy metal bahkan membawa nomor ini sebagai lagu dengan musikalitas paling kaya—atau tidak tegas?.

Sebagai main menu, ada nomor “1000 Miles” yang mampu menegaskan cerita perjalanan entah itu bajak laut atau pendekar yang mencari kitab suci. Ditambah vokal unyu dari Ayash, rasanya tak bakal bosan meski harus berjalan 2000 mil jauhnya. Bagian menarik datang dari chorus: “Take my hand/ fly in the sky/ take my hand/ sail in the sea/ take my hand/ run the way/”. Semoga benar Ayash akan memegang tangan ketika kita harus berjalan jauh.

Overall, Drunken Summer Night tak mampu membuat kuantitas ‘minum’ berkurang. Sentuhan folk punk yang sangat asyik malah membuat whiskey semakin kencang diputarkan. Saya pun curiga di album berikutnya ada sentuhan gospel yang diakrabi botol-botol bakal menghiasi. [Yesa Utomo]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.