close

[Album Review] Dirty Light – Anxiety of Human Kind EP

dirty light
dirty light
dirty light

Record Label: Self Release [2016]

Watchful Shot: “Stuck”, “Rythmus Et Confusa”

[yasr_overall_rating size=”small”]

Band yang membawakan musik nirvokal tampaknya sudah menjadi hal yang lumrah saat ini di kancah musik Indonesia. Apalagi dengan menggeliatnya genre musik semacam noise atau postrock yang lebih ramah ditelinga awam. Tidak ketinggalan dengan band yang berbasis di kota gudeg ini.

Berasal dari beberapa member band lokal semacam Risky Summerbee & The Honeythief serta LKTDOV,  bukan berarti band ini tidak serius dalam menggarap setiap lekuk kemungkinan dalam chord lagu mereka. Ya, musik yang mereka mainkan memang seakan berupaya untuk memaksimalkan setiap ruang yang ada.

Tampil berempat dengan formasi gitar, bass, drum dan synth tidak membuat lagu mereka terasa kosong. Saking penuhnya sehingga secara sadar mereka memutuskan untuk meniadakan suara seorang vokalis dalam proyek ini.

Total lima lagu dalam mini album yang mereka produksi secara swadaya dalam bentuk CD-R. Sayangnya kemasan cover mereka yang tampak terburu-buru karena mengejar momen Records Store Day 2016 kemaren membuat departemen ini sedikit mengecewakan. Tapi bagi kalian yang tidak suka dengan adagium ‘judge the CD by its cover’, materi mereka ini sangat menjanjikan.

Dentingan gitar nan aritmatis yang keluar dari olahan berderet pedal milik Wisang ditingkahi suara keys dan synth Widi Raden yang kadang di beberapa part, pemilihan soundnya mengingatkan akan sound band-band festivalan yang membawakan repertoir Dream Theater. Tapi ada suasana psikedelik yang sengaja disisipkan juga pada beberapa bagian yang akhirnya menjadikan output alat ini dominan di beberapa lagu bahkan tak jarang menjadi suara yang seakan menggantikan lead guitar. Hal ini bisa jadi menarik karena biasanya posisi synth dalam sebuah band kebanyakan hanya sebagai layer walaupun ketika live, posisi synth di band ini tidaklah begitu terlihat mencuat.

Permainan drummer Bismo pun terasa rancak dan dinamis dengan colongan ketukan part yang ganjil di sana-sini. Sementara di sisi bass sepertinya Ariyo Pancala mencoba untuk stay low sebagai penjaga ritme padahal di beberapa kesempatan melihat mereka bermain live, permainan bass-nya berani tampil keluar.

Dibuka dengan lagu yang  kental balutan elektronika, lalu ditutup dengan track pamungkas yang dipadu dengan suara terompet  dari Bergas Iswara membuat band ini layak untuk ditunggu perkembangannya. Legit! [WARN!NG/Indra Menus]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.