close

[album review] Europe-War Of Kings

Europe
Europe
Europe

Europe-War Of Kings

UDR Records

Watchful shots : Praist You – Second Day

[yasr_overall_rating size=”small”]

 

Dua puluh sembilan tahun sudah sejak Europe menelurkan satu hit fenomenal, “The Final Countdown”, dengan angka penjualan global melebihi 20 juta kopi. Sejak saat itu pula, formasi paten Europe tak pernah lagi mengalami bongkar-pasang. Hingga kini, di tahun ke-35 perjalanan karirnya, band asal Swedia ini kembali merilis album baru berjudul War of Kings. Tempest (vokal), hingga album kesepuluh ini memang terdengar tak mengalami penuaan. Kualitas vokalnya di album ini terdengar masih sangat mumpuni.

Album ini diawali dengan nomor yang sama dengan judul album, ”War of Kings”. Aliran bass yang tebal berpadu drum menghentak dengan iringan riff gitar yang renyah menjadi keistimewaan nomor yang juga rilis menjadi single ini. Kembali, harapan fans untuk mendapati album Europe yang lebih keras sepertinya bakal terwujud. Dan benar saja, nomor kedua dan ketiga hadir dengan nuansa yang sama. Europe telah kembali ke bentuk awal mereka, atau paling tidak kembali terdengar seperti album Civil Society, setelah di dua album sebelum ini mereka terdengar lebih lembek. Di War of Kings, Europe terdengar seprti Deep Purple yang lebih garang, dan di beberapa nomor juga terdengar seperti Led Zeppelin namun lebih catchy.

Menyenangkan untuk menyimak nomor kedua dan ketiga, “Hole in My Pocket” dan “Second Day”, dimana riff-riff gitar yang padat meliuk tersaji tanpa porsi berlebih. Sahut menyahut gitar Mic Michaeli dan John Norum, menghasilkan melodi yang berkelas di beberapa bagian nomor ini.

Lalu satu nomor yang patut digarisbawahi adalah “Praist You”. Nomor ini jenius dalam mengalirkan ritme. Diawali dengan komposisi metal yang tebal menghentak, kemudian mengendur saat kualitas vokal Tempest unjuk gigi, lalu memasukan fill jazzy antar bait, dan berlanjut dengan melodi bernuansa blues yang meliuk merdu. Pula, nomor balada di album ini juga tak hilang arah, alias tetap dengan karakter Europe yang dibangun sejak awal. Lagu balada “Angels (With Broken Hearts)” menjanjikan tone dan lirik menyentuh, seolah menemukan kembali komposisi sedap ala Led Zeppelin.

Menjadi catatan penting di album ini ialah ketika hampir seluruh nomor menyajikan part-part yang catchy. Tanpa berlebih memasukan aroma pop, album ini sangat menyenangkan untuk disimak dari awal hingga akhir. Tak ada nomor yang membosankan untuk segera di-skip ketika pertama memutarnya. Kreativitas untuk mengeksplorasi tone agar tak monoton di setiap lagunya menjadi keampuhan album ini. Jelas ini jadi satu karya gemilang di usia matang. [Umaru Wicaksono]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response