close

[Album Review] Fall Out Boy – American Beauty/American Psycho

fall out boy
fall out boy
fall out boy

Fall Out Boy – American Beauty/American Psycho

Islands Records

Watchful Shot: American Beauty/American Psycho – Uma Thurman – Novocaine

[yasr_overall_rating size=”small”]

Bicara Fall Out Boy, maka bicara soal perubahan musik mereka masa pra dan pasca hiatus yang melulu diperbandingkan dan dituntut oleh fans. Kuartet pop punk asal Chicago ini merilis album perdana pasca hiatus Save Rock and Roll yang juga menandai beralihnya arah musik mereka. Tak butuh waktu lama, album keenam American Beauty/American Psycho yang serupa kolase ini rilis dan memperlihatkan jalan mereka yang makin menjauh dari roots pop punk di album Take This To Your Grave dan From Under The Cork Tree.

Secara struktur, American Beauty/American Psycho tidak jauh berbeda penyusunannya dengan album terdahulu mereka. Chorus yang anthemic didukung electro-beat yang tak hanya cocok didengarkan di playlist pribadi, namun juga siap digaungkan di tengah stadion. Menariknya, album ini menggunakan sampling, yang sepertinya sedang menjadi keasikan bagi pria-pria tengil ini dalam metode pembuatan lagu.

“Irresistable” menjadi pilihan cerdas untuk membuka album dengan meriah lewat bunyi-bunyi terompet yang membahana. “Coming in unannounced, drag my nails on the tile / I didn’t come for a fight but I will fight ’til the end / And this one might be a battle, might not turn out okay” akan menegaskan bahwa album ini tak jauh dari tema glory days. Nomor kedua “American Beauty/American Psycho” yang langsung menggempur ketika gebukan drum Andy Hurley yang riuh, ditambah hookI’m an American! I’m an American! American Psycho!” plus lirik megalomaniak yang muluk khas Pete Wentz, akan membuat pendengar merasa tensi album ini dinaikkan terlalu cepat.

Mood pendengar kemudian dibuat naik-turun dengan “The Kids Aren’t Alright”, “Uma Thurman”, dan “Jet Pack Blues” yang disajikan secara berurutan. Nomor emosional “The Kids Aren’t Alright” masih bertutur mengenai kisah band mereka dengan lirik “Former heroes who quit too late. / Who just wanna fill up the trophy case again.” Setelah “Uma Thurman” yang danceable, muncul kemudian “Jet Pack Blues” yang seolah meredam nomor rancak sebelumnya.

Menyenangkan mendengarkan Stump (vokal) meneriakkan larik seperti “You’ll Remember Me for centuries!” pada “Centuries”, dan “I am your worst nightmare” pada “Novocaine” yang riuh serta brutal. Pun juga “I could just die laughing on your spiral shame” pada nomor penutup “Twin Skeletons (Hotel in NYC)” yang pahit dan sinis. Jangkauan vokal Stump tidak pernah terdengar segila ini. Baik pada album-album Fall Out Boy sebelumnya, pun pada kedua album solonya (Soul Punk dan Truant Wave).

Album ini jelas bukan untuk mereka yang masih berharap Fall Out Boy akan kembali di mana emo-movement masih sangat populer dan MTV masih berjaya di layar kaca. Anda akan kecewa apabila masih berharap akan adanya perjalanan nostalgia dari album-album pre-hiatus Fall Out Boy. (Kecuali untuk nomor “Jet Pack Blues” yang akan mengingatkan pada “What A Catch, Donnie”). Tapi untuk anda yang sudah ikhlas menerima kebaruan dalam musik Fall Out Boy, maka album ini adalah pilihan tepat. Karena tidak hanya baru, American Beauty/American Psycho jauh lebih baik dibandingkan Save Rock and Roll. [Faida Rachma]

Tags : album reviewfall out boy
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response