close

[Album Review] Foo Fighters – Sonic Highways

Foo_Fighters_8LP_Sonic_Highways

 

Sonic Highways
Sonic Highways

Foo Fighters – Sonic Highways

Roswell, RCA

Watchful Shot : Something From NothingCongregation

 [yasr_overall_rating size=”small”]

Rupanya janji Dave Grohl untuk menghadirkan album yang epik benar-benar ia tepati. Album kedelapan ini berisikan delapan lagu yang digarap di delapan kota yang berbeda. Bukan sekadar merekam di kota berbeda, delapan lagu ini juga memasukan kelokalan dari masing-masing kota, baik musik maupun lirik. Konsep apik ini disokong dengan serial dokumenter televisi dengan judul yang sama, Sonic Highways.

Jika didengar sekali, sepertinya seluruh nomor tak akan terasa istimewa. Tak ada nomor yang langsung menghanyutkan saat pertama mendengar, seperti halnya “Walk” ataupun “Everlong” dari album sebelum-sebelumnya. Namun, jangan khawatir, kenikmatan menyimak album ini rupanya datang setelah didengarkan berulang. Tone yang sedikit berubah-ubah dari tiap nomornya ternyata mampu terngiang di kepala. Hasilnya, album ini mungkin ibarat candu yang kian nikmat jika dikonsumsi berulang.

Mengawali album ini adalah nomor “Something from Nothing”. Grohl dengan cerdik mengalirkan emosi dari sendu di awal hingga amarah yang memuncak di klimaks. Riff slides gitar yang menjadi karakter blues Chicago dimainkan untuk menggiring kesenduan awal lagu, hingga akhirnya berujung dengan gebukan drum rapat yang mengiringi Grohl meneriakan “Fuck it all/ i came from nothing” di bagian terakhir nomor ini.

Selanjutnya, “Congregation” bakal memaksa masuk ke kepala Anda setelah beberapa kali diputar. Riff gitar di intro terasa sederhana namun justru catchy, dan yang terpenting tetap tidak memudarkan karakter rock Foo Fighters. Liriknya pun terasa lebih puitis untuk ukuran Grohl yang memang tak pandai berpuisi melalui liriknya. Nikmati pula melodi tengah lagu ini yang diiringi bridge mengulang lirik “No false hope/ No false hope/ Do you have blind faith? Where is your blind faith?”.

Klimaks di album ini adalah sajian “I Am A River” dengan tempo sedang yang terasa hikmat. Melodi yang kaya membuat nomor pamungkas ini hikmat dari awal hingga berujung fadeout di akhir. Dan sekali lagi, reff catchy penuh emosi menjadi unsur khas tersendiri lagu ini.

Secara utuh, Sonic Highways memang masih sangat kental dengan karakter Foo Fighters. Bedanya dengan album Wasting Light, suksesornya ini punya lebih banyak kekhasan dari masing-masing nomornya, baik dari musik maupun lirik.

Ya, inilah janji Grohl yang benar-benar ia tepati. Satu album berporsi mini namun bergizi tinggi. Satu album rock yang tetap catchy, menghibur dan tentunya menjual. Jika diibaratkan wanita, album ini akan menjadi wanita yang langsing namun padat berisi, alias seksi. [Umar Wicaksono}

 

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response