close

[Album Review] I Know You Well Miss Clara – Chapter One

cover_713122182013_r

I Know You Well Miss Clara – Chapter One

Label: Hellhouse Records

Watchful Shots: “Conversations”, “Pop Sick Love Carousel”, “Dangerous Kitchen”
[yasr_overall_rating size=”small”]

Chapter One
Chapter One

Awal mula membeli album ini tak terlintas betapa beratnya racikan musik yang mereka mainkan. Sampul album berwarna putih polos dengan sedikit gradasi keabu-abuan nyatanya cuma kamuflase akan tebalnya isi yang ada di dalamnya. Sebut saja I Know You Well Miss Clara cukup membuat atensi saya terpaku pada tujuh buah komposisi yang dibawakan secara rancak dan penuh progresi.

Sepuluh menit pertama adalah pertunjukkan megah berjudul “Open The Door See The Ground”. Harmonisasi gelap muncul dari sengatan konstruksi yang keluar dari permainan keyboard Adi Wijaya. Intro mengambang, tempo melambat dan perlahan menuju groove yang kelam. Tak lama berselang pementasan pun dimulai; solo gitar klasik mewah bersautan bersama ketidakberaturan ketukan drum lalu berakhir tanpa tujuan, kadang prog-rock laiknya Yes bahkan post-rock seperti Mogwai. Di nomor kedua, kesederhanaan permainan lebih terlihat; bebunyian yang soft, dominasi melodi Gibson yang lambat dan kemolekan keyboard dengan setelan acid membentuk gambaran ideal dalam wujud “Conversations” selama delapan menit tiga detik. Selanjutnya, eksplorasi warna fusion jadi topik hangat yang tersaji. Mengingatkan bit bertenaga, cepat dan konstan a la Chick Corea di masa No Mystery pada 1976.  Alhasil “Pop Sick Love Carousel” menawarkan racikan yang menggugah telinga. “Reverie #2” datang membawa sejuta kisah bak Seven Samurai garapan Akira Kurosawa; tenang di awal, dihancurkan perlahan dan akhirnya menemukan kedamaian yang relevan. Di antara menit ketujuh dan sembilan, raungan distorsi gitar Reza Ryan menyeruak ke bilik-bilik udara. Impulsifitas efek dan sedikit bumbu noise maupun pijakan shoegaze menenggelamkan warna progresi seperti nomor-nomor sebelumnya. Kemudian “Love Letter From Canada” jadi keheningan berikutnya. Tanpa melibatkan keramaian, gema dawai gitar yang menyayat miris, menyeret ke pintu penantian. Alunan post ini dapat Anda jadikan teman hangat di saat jarak sedang memisahkan dua kutub bernama waktu dan dimensi. Dua komposisi terakhir merupakan favorit saya (“Dangerous Kitchen” & “A Dancing Girl From The Planet Marsavishnu Named After Love”). Komposisi panjang yang melibatkan beragam racikan: improvisasi jazz broadway, atraksi memabukkan khas ,keliaran solo instrumental yang kacau serta pola lagu yang tidak tertebak.

Mendengarkan I Know You Well Miss Clara merupakan berkah tersendiri. Menggunakan fondasi jazz sebagai pedoman bermain, mereka juga merambah ke ranah lain dan menggabungkannya bersama kreasi yang sudah ada. Reza Ryan, yang bertindak sebagai komposer utama dapat memberikan noktah baru dalam gerakan progresi-jazz melalui album ini. Namun jangan menepikan peran yang lain; iringan keyboard Adi Wijaya, gesekan berat Enriko Gultom pada bass (terutama di “Pop Sick Love Carousel” yang membuat saya jatuh cinta) serta gebukan drum-set Alfiah Akbar yang penuh kejanggalan. Setiap komposisi memiliki cerita masing-masing, progresi kord serta kerumitan notasi menyatukan kepingan-kepingan di balik nada-nada yang mengambang. [WARN!NG/Muhammad Faisal]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response