close

[Album Review] Knockdown – The War

knockdown
the war
the war

Record Label: Samstrong Records (2016)

Watchful Shot: “Having Laugh”

[yasr_overall_rating size=”small”]

Satu lagi rilisan garang dari Samstrong Records, kali ini buah pemikiran Knockdown, empat orang hardcore kids dari Jogjakarta, kota yang juga melahirkan dedengkot musik keras Serigala Malam. Dan seperti hal-nya beberapa rilisan Samstrong Records lainnya, 11 tracks yang disematkan di CD ini menunjukkan seberapa brutal-nya sisi metal yang bisa dikulik oleh anak-anak hardcore.

Dengan sticker CD bertuliskan “for fans of Hatebreed, Sworn Enemy, Lion Heart etc” tentunya sudah tidak asing lagi dengan apa yang ditawarkan di cakram digital ini. Dibuka dengan intro lalu deretan repertoir dan formula yang sama dengan lirik yang tidak jauh dari tipikal band hardcore, seharusnya saya tidak perlu menulis panjang lebar mengenai album ini.

Memakai istilah sebuah teknnik seni bela diri yang juga digeluti oleh para personilnya, Knockdown,  sebenarnya akan sangat menarik bila mereka mau mengulik tema tersebut di materi mereka. Mengimajinasikan sebuah band dengan musik garang dan berat yang membahas seni beladiri terdengar sangat distinctive tentunya. Tapi tampaknya mereka masih nyaman menelusuri tema yang terus menerus digali di skena Hardcore.

Di album kedua ini, Knockdown menggaet beberapa talent semisal Hardy “Taring” di track “Promise” yang secara mengejutkan berisi kritik mereka terhadap sistem “What the fuck with the system. We were bored with tricking you gave”. Saya harus bilang bahwa penulisan lirik Bahasa Inggris mereka masih kaku sama seperti di album perdana dulu, mungkin terlalu terpaku pada pelafalan kata ketika dinyanyikan. Sementara lirik Bahasa Indonesia masih lebih tertata disini, tampaknya mereka harus memikirkan pemakaian lirik Bahasa Indonesia dengan porsi yang lebih banyak di album selanjutnya.

Mereka juga berkolaborasi dengan NOK37, group rap Jogja pada “Angkara” dan anthem untuk kota mereka, “We Stand For Yogyakarta”, dengan lirik semacam “Kami akan selalu bahaya untuk Jogjakarta. Kami angkat microphone sebagai senjata menjadi rima”. Kooperasi dua group ini mengingatkan akan persekutuan yang sudah pernah dilakukan oleh Public Enemy dengan Anthrax atau Homicide dengan Balcony yang selalu membawa kembali memori tentang ‘98. Terutama lirik dan flow-nya yang mau tidak mau mengingatkan saya akan barisan kata maut yang keluar dari mulut sompral-nya Morgue Vanguard cs.

Satu hal yang menarik dari beberapa kolaborator yang ada mungkin dengan munculnya cover version “Having Laugh” dari band Oi Punk lawas Jogja, Anti Loser, yang mendapuk Ruly “Anti Loser” untuk ber-olah vokal di sini. Ini seperti menandakan bahwa Knockdown tampaknya tidak ingin melupakan roots Punk mereka. Salut! [WARN!NG/Indra Menus]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response