close

[Album Review] Matajiwa – Part 2

Matajiwa

MatajiwaMatajiwa – Part 2

Masak Suara Production

Watchful Shot: Dongkal Dangkil – Half Moon’s Satellite

[yasr_overall_rating size=”small”]

 

Dan sekuel album 1 milik Matajiwa berlanjut. Di album part 2 ini, Anda Perdana dan Reza Achman masih mencoba menerjemahkan pencarian seorang manusia tentang hidupnya. Tentang jawaban sejati, juga tetek bengeknya yang membuat semua hal jadi berarti. Tujuh nomor rancak penuh enerji dan substansial ini lalu dibungkus dalam sebuah pack berwarna merah marun yang bisa digabungkan dengan album part 1 di dalamnya.

Seperti seharusnya bilangan yang berurutan, track pertama di lagu ini bernomor urut 8. Sebuah nomor berjudul “Semesta” yang cukup melankolis dengan intro petikan gitar ala King of Convenience dan gesekan violin yang sublim dengan bunyi perkusi menjadi awalan manis untuk perjalanan kedua ini. Sebagai jeda dari spekulasi-spekulasi filosofis tentang hidup yang rumit, giliran “Women” menyuara dengan beat yang lebih trippy. Menit terakhir di nomor ini merupakan live record suasana jalan raya yang riuh, dilatari denting piano yang kemudian membisu, meninggalkan jalanan dan bel-bel kendaraan yang semrawut serta meninggalkan keruwetan yang mungkin tidak selalu romantis, tapi padanya ada kenyataan yang apa adanya. Begitukah wanita menurut mereka?

“Sisi Sisi” yang merupakan gubahan dari puisi sang produser, Firzi O, lalu menyuara. Liriknya menawarkan sebuah kesadaran yang lain tentang sudut pandang yang kita gunakan sehari-hari. Menyusul setelahnya “Into Your Grace” yang cukup kalem. Tambahan liukan cello oleh Risky Surya White Shoes And The Couples Company dan Sukong oleh Fadil Kunokini mengiringi tempo lagu jadi semakin intens di akhir. Lalu ada “Dongkal Dangkil”, nomor brengsek yang bercerita tentang kebrengsekan dunia, tentang para pemimpin yang berotak kecil, usil, suka menginjak orang kecil yang dianggap cindil –begitu bunyi liriknya. Legenda musik etnik Indonesia, Sawung Jabo urun menyuarakan sebuah narasi yang terdengar serupa racau ngawur di sepanjang lagu. Eksplorasi bunyi tetabuhan dan senar terasa seperti jamming spontan. Bagian lirik “Dongkal-dangkil-dongkal-dangkil” yang dinyanyikan secara keroyokan secara berulang-ulang juga menambah nuansa gila Matajiwa. Nomor ini adalah salah satu lagu andalan di album 1 Matajiwa dan dijadikan tajuk konser mereka.

Jika di Part 1 ada “The Journey Begins”, maka di bagian kedua ini kita akan menemui “The Journey Continues”. Sebuah nomor hasil racikan berbagai bunyi yang menyatu apik tanpa lirik. Nomor ini dibagi jadi beberapa bagian: melodi awal yang sarat unsur elektronik, bootleg dari tari topeng Rumyang, bootleg lagu daerah “Lir-Ilir”, kembali ke melodi awal, dan diulang-ulang. Part 2 lalu ditutup dengan nomor terpanjang di album ini, “Half Moon’s Satellite”.

Setelah meramu banyak sekali bebunyian dan hal untuk diterjemahkan dalam eksplorasi musik mereka, purna sudah album 1 ini. Alih-alih memberikan sebuah musik untuk didengarkan, Matajiwa memberikan sebuah pengalaman. Menikmati energi yang meledak-ledak dari sebuah eksplorasi musik, eksperimen gila dan ekspresi jiwa. [Titah Asmaning]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response