close

[album review] Maudy Ayunda – Momment

Maudy Ayunda – Moments
Maudy Ayunda - Moments
Maudy Ayunda – Moments

Maudy Ayunda – Moments

Trinity Optima Production

Watchful Shot : Perahu Kertas– Bayangkan Rasakan – By My Side

[yasr_overall_rating size=”small”]

Banyak orang melabeli Maudy Ayunda sebagai artis multitalenta. Saya tak mau ambil pusing mencari kebenarannya, tapi saya pastikan—salah satunya—ia seorang penyanyi yang cakap. Namun, berbeda dengan Tulus atau Raisa selaku solois yang masih meluap-luap menunjukan jenjang estetika yang melanglang dalam kelasnya tersendiri, Maudy adalah sepenuhnya pion korporasi belantika dalam menyasar pasar arus utama tanpa pandang bulu.

Beruntung, gadis belia yang di album perdananya (Panggil Aku…) mencetak single “Tiba-tiba Cinta Datang” itu tidak dikemas sebagai biduan pop dance dungu, Goeslaw wanna be, atau apapun yang bisa menurunkan derajatnya dari sosok cerdas yang menimba ilmu di universitas terkemuka dunia. Apalagi, Maudy memang punya vokal gurih nan teduh yang sanggup membungkus apik barisan balada ringan dalam Moments. Selain nomor “Arloji” karangan Nino RAN—sangat tipikal RAN—Maudy menawarkan interpretasi yang elegan lagi jelita pada muatan lirik-lirik asmara yang enteng dan lugas, tapi punya substansi lebih terhormat, semisal “Bayangkan.. rasakan / Bila kelak kau yang jadi diriku” (“Bayangkan Rasakan”) atau “Mungkin memang ku cinta / Mungkin memang ku sesali / Pernah tak hiraukan rasamu dulu” (Cinta Datang Terlambat”).

Dirilis sebagai single pada tahun 2012 lalu, lagu “Perahu Kertas” ciptaan Dewi ‘Dee’ Lestari masih menjadi pucuk karya Maudy. Chorus brilian berbunyi, “Ku bahagia kau terlahir di dunia / Dan kau ada di antara miliaran manusia / Dan ku bisa dengan radarku / Menemukanmu”, sama seperti bagaimana karakter literer Dee: melangit tapi mujarab.

Sementara “By My Side”, dengan lirik bilingual, mempersembahkan aroma pop akustik ala ratusan (atau ribuan?) band lokal, band kampus, dan band kafe menjemukan yang tak pernah habis stoknya. Bedanya, pembawaan ulang dari hit musisi Korea-Amerika, David Choi tersebut punya elemen catchy yang dicari setengah mati oleh band-band itu. Begitu pun “This Moment”, dengan kolaborasi bersama Iwa K dan koor bocah-bocah, seharusnya bisa menutup album ini secara lebih baik andai sang rapper veteran meramu liriknya lebih bergizi. Di luar itu, akhirnya ada alasan bagi kita untuk membeli CD di warung Kolonel Sanders. [Soni Triantoro]

 

.

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response