close

[album review] METZ – II

METZ – II
METZ - II
METZ – II

METZ – II

Sub Pop Records

Watchful Shot: Acetate – The Swimmer – Nervous System – Wait In Line – Eyes Peeled

[yasr_overall_rating size=”small”]

Banyak band mengaku terpengaruh Nirvana dalam cara bermusiknya. Alih-alih terdengar keren, band-band tadi justru terhempas dengan cap sebagai ‘penjiplak’ musik Nirvana yang mereka agungkan dengan titel grunge sebagai panji yang dikibarkan. Namun tidak dengan METZ, perspektif noise rock/punk rock/post-hardcore 80’-90’an seperti yang dilakukan Nirvana berhasil dibawakan dengan cara mereka sendiri. Seumpama II sudah Anda dengarkan, saya cukup sepakat jikalau perlu mengangguk iya bahwasanya II adalah nafas lain dari album-album Nirvana era Chad, yang tentu akan berimbas kontra saat pertama kali Anda mendengar musik METZ. Kendati keseluruhan nomor terdengar hanya seperti luapan amarah dan tidak memiliki arti tertentu, II hadir layaknya juru bicara remaja pesakitan yang sudah jengah mengkonsumsi lagu-lagu top chart.

II merupakan sekuel dari METZ: Self-Titled (2012)yang lebih dulu menuai banyak pujian dari media dan kritikus. Alex Edkins, vokalis dan gitaris METZ, menjanjikan tiga hal dalam II: “Kami tidak akan membersihkan suara musik kami, mempekerjakan produser besar, dan mencoba menulis lagu-lagu radio”. Persis seperti apa yang dikatakan, seluruh nomor dalam II memiliki struktur dan rasa tersendiri. Hantaman riff cepat, lolongan teriakan mengerikan, dan tumbukan drum yang menyalahi kodrat tempo mampu berpadu bak ekstasi pemacu adrenalin yang menakutkan. Hasilnya, METZ sukses mengembalikan akar jati diri rock underground lampau yang kini lantas beralih menjadi indie-rock yang jelas memiliki pengertian yang senjang saat ini.

Bisa disimpulkan, METZ mampu konsisten melanjutkan program kerja untuk menyuarakan suara rock bawah tanah 90’an awal seperti yang sudah dijanjikan oleh Edkins di depan. Detail komposisi tiap instrumen yang terdengar lo-fi adalah bukti pertama pencapaian tadi. Kedua, visual video klip menjadi bukti lanjutan di mana setelah menontonnya, secara harfiah Anda akan merasa ‘sakit’ –coba tonton “The Swimmer”. Dan ketiga namun sangat mungkin memiliki bukti lain, untuk bertahan dalam industri musik 2015, METZ dengan II-nya sanggup memuaskan dahaga nostalgia rock underground 90’an. Menjelma bagai penawar rasa sakit yang melawan penyakit menular musik nonsense serupa EDM yang kian marak di global sekarang. [Dwiki Aprinaldi]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.