close

[album review] Mocca – Home

MOCCA-Home-normal
MOCCA-Home-normal

Mocca – Home

FFWD Records

Watchful Shot : Bandung (Flower City) – Imaginary Girlfriend,

[yasr_overall_rating size=”small”]

 

Dua belas tahun bukanlah usia muda lagi bagi sebuah band. Merekalah Mocca yang masih ingin membuktikan eksistensinya dengan menyuguhkan kehangatan album barunya di awal tahun ini. Bertahta nama Home, album ini seakan menjadi tempat kembali setelah mereka sempat menyatakan vakum beberapa tahun silam. Direkam di tiga tempat berbeda, bahkan hingga California, kualitasnya pun tak bisa diragukan lagi. Ditambah dengan packaging yang selalu unik, kali ini dengan membuat kover album yang dibentuk menyerupai sebuah rumah sederhana.

Dibuka dengan “Good Morning Song”, suasana pagi yang hangat coba dihantarkan Mocca dengan versi akustik yang menggugah mood. Disambung dengan single andalan, “Bandung (Flower City)”, menyongsong tempo yang sedikit menghentak namun sejuk khas Kota Kembang. Lepas dari perjalanan di “Bandung”, sambutan “Building Memories” yang malu-malu dengan beat “berjingkat-jingkat” menuntun kita menuju suasana ethnic yang dirangkaikan pentatonis.

Berjajar namun bertolak belakang, ialah suasana nomor “Last Piece” yang terkesan summery dengan tiupan flute yang lembut dengan nomor “Somewhere In My Dreamland” yang sedikit sendu dengan tarikan-tarikan violin yang menyayat. Dilanjutkan dengan “Stars In Your Eyes” yang sedikit menaikan mood positif, suasana retro yang sengaja dibangun akan membawa imaji kepada ruang waktu masa lalu. Berjalan lebih jauh lagi, dua nomor yang andal pula, yaitu “Imaginary Girlfriend” dan “Bundle of Joy” akhirnya ‘pulang ke rumah’ setelah lama ‘merumput’ di setlist Mocca tanpa memiliki tempat bernaung. Duduk bersela dengan “You’re the Man”, dua lagu itu membawa perjalanan sampai “Changing Fate” dimana Arina kali ini ditemani Cil Satriawani dalam melagukan liriknya. Pada akhirnya, nomor ”Home” pun didaulat menjadi penutup sebelum dilantunkannya kembali “Goodnight Song” yang diadopsi dari album My Diary. Dengan sentuhan piano, kecapi, dan sayatan violin, nomor ini menghantarkan kita menuju tempat terindah untuk kembali, Home. [Bayu Pratama]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response