close

[Album Review] Mothers – When You Walk A Long Distance You Are Tired

Mothers

Label: Grand Jury Records – Wichita Recordings
Watchful shot: “Lockjaw”, “Blood Letting”, “Burden of Poor”
Year: 2016
WARN!NG Level: !!!!

Sore itu, di sebuah ruangan yang tak besar-besar amat, berbagai perangkat elektronik ditata tanpa jarak. Bisa dibilang berdesakan, bisa juga dikondisikan sedimikian rupa agar mampu mencanangkan keintiman maksimal. Sedangkan di luar sana, nampak tetesan salju yang ukurannya cukup menarik tatap turun dengan malu-malunya; menandakan musim dingin sedang menggelambir di pekarangan.

Tak lama kemudian, masuklah muda-mudi berusia di sekitar rentang 20-25 tahun. Tanpa melontarkan sapaan basa-basi yang usang, mereka mulai mengambil posisi sesuai tupoksi masing-masing. Petikan dawai gitar mulai diayunkan. Sedikit menautkan melankoli namun apa daya merangsang indera pikir hingga ke antah berantah sana. Lalu, berturut-turut setelahnya instrumen lain hadir saling menambal jahitan yang sudah ada dan terbentuklah perpaduan bunyi unik nan bergizi tinggi. Perkenalkan, mereka adalah Mothers; kuartet indie-rock asal Georgia yang kedatangannya menimbulkan tarikan minat dan sekelumit kenikmatan di telinga.

Mothers digawangi oleh Kristine Leschper (vokal, gitar), Matthew Anderegg (drum), Drew Kirby (gitar), dan Chriss Goggins (bass). Dibentuk pada tahun 2013, band ini sebenarnya berawal dari proyek solo Leschper saat berkutat dengan rutinitas akademis di Lamar Dodd School of Art.  Demi mendapatkan formula keseimbangan tepat takaran, ia mengajak rekan-rekannya yang lain untuk melengkapi serpihan dan nantinya mendobrak batasan di kancah musik Athens; sebelum berpendar ke seantero penjuru Paman Sam.

Tidak perlu waktu lama bagi mereka dalam menelurkan karya yang pertama. Tahun 2016 menjadi momentum tunggal di mana album perdana yang bertajuk When You Walk A Long Distance You Are Tired resmi rilis di pasaran. Panjangnya konteks yang dibawa mencerminkan kompleksitas bermusik Mothers yang juga di atas rata-rata. Leschper selaku dedengkot dibalik kebernasan harmoni, bertanggung jawab penuh dengan ragam yang ditawarkan. Vokalnya membiaskan kegetiran dan meniupkan keputusasaan. Tapi di sisi lain jemari tangannya membentuk letupan keniscayaan melalui nada-nada ganjil di samping melodinya yang mengajak keterpaduan di antara sekat-sekat yang bersanding lara.

When You Walk A Long Distance You Are Tired memuat 8 (delapan) buah lagu. Topik penceritaan tak jauh dari tema kesunyian, refleksi yang berkelok liku, ataupun rasa takjub atas kesempatan yang didamba sedari dulu. Jalannya album dibuka dengan tembang “Too Small For Eyes” yang sarat pemurnian. Pedal Leschper terpacu lembut; mengindahkan transisi cepat yang terkadang memberi daya kejut yang berlebih. Lantas Kirby menemaninya menuju labirin hampa dengan keritmisan kunci yang penuh pretensi. Kala syair I hate my body//I love your taste//Bird stirring in my chest//You give and take away berkumandang, seketika itu pula saya paham bahwa semuanya hanya abu-abu semata. Bersambung di belakangnya  “It Hurts Until It Doesn’t” yang mengingatkan akan sosok Pavement di era Terror Twilight. Sayup-sayup memutar kenangan yang melibatkan dua kutub bernama ketidakmungkinan. Sedangkan “Copper Mines” melaju penuh konjugasi. Ketika gebukan Anderegg terlihat menajamkan intuisi, cabikan Goggins justru membuai hanyut dalam kubang kemustahilan. Maka Leschper pun dengan damai berucap This is me combing your hair//in the wrong direction//this is me mouthing words to you//from the longest distance.

Sejak pertama kali merekam aksi Mothers, saya langsung dibuat jatuh hati padanya. Selain faktor kharisma Leschper yang memikat pikir, juga karena kemampuan mumpuni mereka dalam meracik warna musik menjadi satu resep berbahaya tiada tanding. Mothers melandaskan pop dalam titik pegang yang melantai. Namun bukan berarti mereka tak berani mengaitkan cairan lain berupa senyawa post, garage rock, bahkan sedikit semiotika shoegaze yang tercahayakan. Coba simak bagaimana “Lockjaw” memantahkan persepsi keraguan tatkala paduan gitar Leschper saling bersautan, membentuk konstruksi panjang yang diisi nada-nada subtil, hingga meminimalkan pijakan efek dari mesin pabrik. Atau bisa dengar “Burden of Poor” dan “Blood Letting” yang kental nuansa perpindahan mulus; kemudian berperang melawan gejolak distorsi dan kemungkinan untuk mengubah kaidah-kaidah baku eksperimental.

Mothers adalah contoh nyata bagaimana semangat indie-rock berpendar kuat. Tentang semesta musik yang mencerminkan sikap keteguhan berproses antara kesinambungan kultur do-it-yourself serta perlawanan terhadap zona nyaman yang diberikan cuma-cuma oleh kesuksesan ranah umum. Leschper paham betul bahwa untuk merawat jalinan semacam ini perlu upaya yang dilakukan penuh konsistensi. Untungnya, berangkat dari lingkungan yang memberi dampak besar bagi gaya bermainnya berupa komunitas bawah tanah, keriaan tanpa barikade, dan pastinya ingatan mengenai estetika selera yang jauh dari kata normal, berhasil menuntunnya ke dimensi lain berwujud kesenangan. Tak ayal, When You Walk A Long Distance You Are Tired hanya pijakan awal bagi ambisi-ambisinya yang lain yang tinggal menunggu waktu untuk dibesarkan sendiri. [WARN!NG/Muhammad Faisal]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response