close

[Album Review] Mumford & Sons – Wilder Minds

mumford-and-sons-wilder-mind
Wilder Minds
Wilder Minds

Mumford & Sons – Wilder Minds

Island/Glassnote

Watchful Shots: “The Wolf” – “Believe” – “Tompkins Square Park”

[yasr_overall_rating size=”small”]

Album baru bisa juga berarti wajah baru, konsep baru, atau bahkan sesuatu yang sangat berbeda akibat batu pijakan sebelumnya. Bagi penggemar berat bluegrass folk ala Mumford & Sons seperti album pertama serta kedua mereka, jangan harap menemukan wajah familiar mereka kembali di sini. Mumford & Sons telah berubah, berevolusi, menjadi lebih dewasa dari pada rengekan mereka di album terdahulunya. Wilder Minds adalah inkarnasi dari kisah cinta pahit yang telah dialami Marcus, atau setidaknya yang tertulis dalam lagu “The Wolf”. Wilder Minds juga menandakan pikiran yang lebih liar bagi mereka. Bersiaplah berjumpa dengan wajah baru Mumford and Sons di mana mereka meninggalkan pakem standar folk romantis dengan karakter khas permainan banjo ala mereka.

Sebelumnya, banyak fans Mumford & Sons yang kecewa dengan wajah baru mereka setelah tiga single dari Wilder MInds diunggah ke Youtube. Bahkan, ketiga single yang telah dirilis ini, yaitu “Believe”, “The Wolf” dan “Snake Eyes”, benar-benar membuat para fans ragu apakah ini adalah sebuah lelucon untuk mereka. Kenapa? Karena tiga single tersebut tidak mengeluarkan karakter khas ala Mumford & Sons, namun kental bernuansa rock, dengan suara gitar overdrive serta beat drum yang agak uptempo, terutama pada lagu “The Wolf”. Ya, Anda tak salah baca. Mereka menambahkan unsur drum di album ini, membuatnya bernuansa rock. Winston Marshall, bahkan telah menggantung banjo-nya di album ini, menggantinya dengan gitar elektrik ber-overdrive.
Apa yang terjadi pada Mumford & Sons? Sekali lagi, mereka tumbuh dewasa dan lebih ‘liar’. Ibaratnya album ini adalah pelepasan belenggu dari rantai ‘kegalauan’ yang mengikat mereka sebelumnya. Namun sebenarnya, hal ini sendiri bukanlah menjadi suatu hal yang buruk bagi mereka, serta beberapa fans yang masih rela membuka hati untuk wajah baru mereka.

Masih menulis lirik tentang kisah patah hati Marcus Mumford, di album ini dia bernyanyi dengan gaya yang lebih gagah, namun tetap dengan ciri khas logat British-nya yang ‘hot’. Struktur penulisan lagu mereka juga ikut menjadi gagah, yang mungkin dikarenakan adanya drum yang bermain di album ini. Namun, single pertama mereka, “Believe” adalah folk rock yang masih romantis. Berbeda hal dengan single kedua, “The Wolf”, yang dari awal hingga akhir diiringi beat drum yang lumayan menghentak. Beberapa lagu lainnya juga nyaris bernuansa sama. Namun, ketiga single yang mereka luncurkan berasa timpang dengan lagu lainnya, sehingga lagu lain berasa bagai pupuk bawang belaka. Jika Anda adalah pengikut dari Mumford & Sons dan masih belum mencoba mendengarkan album terbaru mereka ini, tidak ada salahnya untuk segera mencobanya. Bagaimana wajah baru mereka? Masihkah tampan dan romantis seperti album sebelumnya? [Made Dharma]

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response