close

[Album Review] Passion Pit – Kindred

54e6395dd3e23.image
54e6395dd3e23.image

Passion Pit – Kindred

Label: Columbia Records

Watchful Shots : Looks Like Rain – Whole Life Story – Where The Sky Hangs

Warning Level: [yasr_overall_rating size=”small”]

Jatuh cinta mungkin merupakan ungkapan yang tepat ketika saya mendengar Passion Pit untuk pertama kalinya di tahun 2009. “Sleepyhead” merupakan lagu pertama yang membawa saya bercengkerama lebih intim dengan musik-musik yang diramu Michael Angelakos dalam Manners (2009). Menyengat, eksentrik, dan terdengar seperti backsound video game yang mengingatkan saya pada MGMT (band electronic/psychedelic rock asal Connecticut, AS) awalnya. Namun, setelah mendengar Manners secara keseluruhan, frabjous electropop menjadi genre yang pas untuk mendeskripsikan musik Passion Pit dewasa ini.

Setelah Gossamer (2012) sukses mendendangkan telinga para penikmat musik, tahun 2015 menjadi tahun yang cukup dinanti karena di tahun 2014 Angelakos mengumumkan bahwa Passion Pit sedang mengerjakan album ketiga mereka yang akan dirilis pada 2015. “That Flickering Light’s Just a Flame”, adalah tajuk dari 13 klip yang berisi sneak-peek tentang album barunya. Puncaknya pada Senin (16/02), Passion Pit mengunggah “Lifted Up (1985)” yang menjadi single pembuka lewat channel Youtube mereka dan diikuti dengan “Where The Sky Hangs” keesokan harinya. Barulah pada Selasa (14/04) mereka merilis LP mereka yang ketiga, Kindred.

Dalam album ketiganya ini, musik Passion Pit terdengar lebih berani dan jujur dibandingkan dengan dua album sebelumnya, Manners dan Gossamer. Manners merupakan era permulaan Angelakos bereksperimen dengan musiknya, terdengar sangat hiperaktif dengan nada-nada menggelitik yang membuat Anda tidak bisa berhenti menyenandungkannya. Gossamer terdengar lebih bouncy dan penuh emosi bagi saya. Kindred menawarkan sebuah sisi dari Angelakos yang tidak banyak ia keluarkan selama ini. Tidak ada lagi suara memekik dan lirik-lirik esoteris, Kindred merupakan pengisahan hidup Angelakos yang dibingkai dalam musik elektrik tanpa mengurangi sentuhan Passion Pit yang kaya fruktosa nan adiktif di telinga.

Kindred berisi sepuluh lagu yang secara terang-terangan menceritakan tentang kesehatan mental Angelakos dan pengaruhnya terhadap orang-orang di sekitarnya, terutama sang istri.“Lifted Up (1985)” yang terdengar sangat optimistis dan menyenangkan, memaksa Anda untuk tidak diam saja saat mendengarnya. “Whole Life Story” bercerita tentang permintaan maaf Angelakos pada istrinya ketika ia mengalami guncangan mental di tahun 2013, tidak berlebihan dan mengalir dengan hook Don’t you let go, don’t you let go..” dijamin membuat ketagihan. “Where The Sky Hangs” menawarkan nada yang menyejukan dan menjadi nomor wajib dengar. Ada lagi yang menjadi nomor atas bagi saya, “Looks Like Rain”dan “My Brother Taught Me How To Swim” berhasil menghempaskan saya kembali ke era Manners dengan nada-nadanya yang bercahaya. Overall it’s a BAM!Mereka mampu berinovasi dalam album penuh ketiganya ini tanpa harus menghilangkan cita rasa Passion Pit. Kindred is one stunningly shaped piece!

Resensi dikirim oleh Nisa Nuraini (Kontributor)

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response