close

[Album Review] Pointless Peace – Friends and Resistance

pointless peace
pointless peace
pointless peace

Record Label: Midway Records, Bandit Records (2015)

Watchful Shot: “Fight”, “Crust Them All”

WARN!NG Level:  3

Apa yang kamu ketahui tentang band-band hardcore punk yang berasal dari Balikpapan? Okay, di era pertengahan 2000an kita mengenal Sepak Terjank yang rilisan kasetnya sempat mengharu-biru skena extreme hardcore tanah air yang waktu itu dipenuhi oleh band-band tipikal 80’s Thrash Core dengan vokal cempreng “ayayayaya”.

Pernah melakukan tur ke pulau Jawa yang mana kemudian band ini bermetamorfosis menjadi Bleuaaargh!!! yang identik dengan powerviolence nan berat dan gelap ala Despise You. Band lain yang menyita perhatian saya saat itu adalah Beerbong, mutasi unik antara beringasnya ketukan drum kugiran Crust Core, Disrupt, dengan karakter vokal melodius ala Greg Graffin of Bad Religion.

Lalu apa hubungannya antara Sepak Terjank, Bleuaaargh!!! dan Beerbong dengan band baru dari Balikpapan yang akan saya review kali ini? Ya, mereka masih di lingkaran yang sama, mulai dari personel, records label yang merilis sampe salah satu lagu cover song mereka, “Fight”, dari Beerbong. Bedanya mungkin karena Pointless Peace memainkan musik D-Beat Hardcore Punk yang straight to the point.

Dibuka dengan “Lebanoise”, sebuah lagu pembuka dengan empat baris kalimat lirik yang bercerita tentang keadaan di Lebanon. Selanjutnya materi trio ini kembali dijejali dengan formula khas band D-Beat yang liriknya lugas bercerita tentang perdamaian, “fight the system and so on and so on.” Dan seperti layaknya musik D-Beat yang cenderung monoton, kalau kamu suka satu lagu maka kamu dipastikan akan suka semua lagunya.

Diselipi dengan beberapa part melodi gitar yang nyempil disana-sini sebagai variasi serta ada part grinding seperti di track “Crust Them All” yang ternyata liriknya berbahasa Indonesia. Ohya, ada dua lagu berbahasa Indonesia dari total enam lagu di kaset ini.

Artwork kover dan logo band yang dikerjakan Ken Terror semakin meneguhkan image D-Beat pada band ini. Sayangnya detail artwork Ken Terror menjadi percuma karena penempatannya di kover depan yang membuatnya terlihat kurang maksimal. Mungkin dengan menata artwork-nya secara horizontal di kover depan akan membuatnya menjadi lebih detail dan mengena.

Dan entah mengapa di inlay kover bagian dalam malah hanya diisi dengan logo band yang memenuhi space bahkan di seantero kover kaset ini pasti ada logo band kecuali di kover depan. Dan kalaupun itu masih kurang, kaset ini dilengkapi dengan bonus pick gitar yang (lagi-lagi) disablon dengan logo band. [WARN!NG/Indra Menus]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.