close

[Album Review] Prism Tats – Prism Tats

prism tats
prism tats
prism tats

Label                     :               Anti Records (2016)

Watchful Shot   :               “Death Or Fame”, “Never Been Shy”

[yasr_overall_rating size=”small”]

Menapaki karir sebagai solois tentu tidak dapat dipandang sebelah mata. Diperlukan kemampuan yang kredibel juga mumpuni agar mampu bernafas lebih panjang di belantika musik terkini. Tuntutannya tak sekedar mengolah suara; penguasaan instrumen, pengaturan nada sampai manajemen aksi untuk menciptakan komposisi yang layak. Terkadang banyak yang melupakan faktor krusial tersebut. Beranggapan bahwa kekuatan vokal menjadi tonggak prioritas sedangkan yang lain hanya numpang lewat belaka.

Beberapa waktu lalu saya membuka kanal Soundcloud seperti biasanya. Menjelajah tiap sedimen konten dengan harapan menemukan benih-benih musik lezat untuk disantap pada suatu sore yang nampak malu-malu menunjukan senjanya. Proses mencari terus berlangsung sampai titik pemberhentian dimana nama Prism Tats muncul secara meyakinkan. Mungkin tidak banyak yang mengenal siapa sosok Prism Tats. Jelas, karena memang minim publisitas akan dirinya. Ia adalah musisi yang baru saja merilis album perdana self titled; memuat sepuluh track yang merangkum satu kesatuan fundamental. Nomor-nomornya diberkati tempo yang upbeat, akulturasi pop dan mesin synth yang menggairahkan serta dilengkapi letupan elektrik yang menyegarkan. Prism Tats laiknya seorang Bowie yang terjebak gemerlap Los Angeles. Mengajak untuk menyelam lebih jauh dan membuai kenikmatan klimaks.

“Pacifist Masochist” membuka pertunjukan yang fenomenal. Iringan gitar menyeruak disertai konsol delay yang sedikit berbau psychedelic. Membayangkan Kevin Parker sedang mengigau di tengah cuaca terik gurun Nevada ditemani angan-angan utopis. Bagian refrain memunculkan irama Britpop yang menyejukkan; sembari menuangkan seteguk Heineken saat pesta penutupan. Kemudian “Creep Out//Freak Out” menyambut setelahnya. Permadani disko bertumpu dentuman bass kaku namun memperlihatkan ritme danceable yang terselip melodi gahar sekaligus menyudahi teatrikal lantai dansa. Pilihan tepat bila disandingkan bersama kostum retro-vintage hasil desain seniman kontemporer macam Elisabeth Toll. Jika Anda merasa muak kepada rutinitas perkuliahan yang membosankan sebaiknya coba simak “Never Been Shy”. Ini merupakan anthem yang wajib diputar saat ingin bertindak bengal. Vandalisme seketika dihalalkan tatkala riff gitar yang dihasilkan mengingatkan kedigdayaan punk-rock medio ‘70an. Lalu Prism Tats menciptakan katastropik berwujud “Death Or Fame”; menyajikan ragam kebesaran bintang panggung yang terjebak metafora. Ditaburi dominasi nyala gitar eksepsional selama empat menit, sebelum dielu-elukan kerumunan dari tanah lapang. Selanjutnya ada “Make The Most of The Weekend”. Satu-satunya penampilan instrumental berlandaskan ketukan hip-hop yang gloomy. Setelan melodi disuarakan penuh pretensi, mengawang ke langit malam, diterpa angin kekosongan dan pelan-pelan ia berhasil melewati rintangan bertasbihkan semiotik. Selain itu, keberadaan nomor-nomor berikut patut diberi atensi lebih. “Weird Guilt” membentuk euforia pribadi, “Midnight Mountain” mencumbu kegundahan shoegaze yang tenang, “Excess” dipenuhi gebrakan nu-wave yang samar-samar sebelum vokalnya menyerang lewat kecepatan penuh. Dan akhirnya “Know It All” mengakhiri rangkaian perjumpaan dibalik naskah yang baru saja dituliskan.

Apa yang sudah dikerjakan Prism Tats melalui karya debutnya merepresentasikan pencapaian menyenangkan. Ia memegang penuh kendali dari awal hingga akhir. Meramu berbagai bahan secara detail dan juga terkonsep seakan tidak mentolerir sekat untuk sedikitpun kesalahan. Ia ibarat arsitek yang merekonstruksi bangunannya; penuh kehati-hatian mengikuti alur dalam skema musikalitas. Ia berdiri seperti raja dari yang dikultuskan oleh bunyi-bunyi baru tapi terdengar penuh ketakjuban. Di sisi lain, ia meletakkan fondasi kebebasan yang terkontrol dalam fase bermusiknya. Sampai saya harus menyimpulkan bahwa ia pantas menerima penilaian tertinggi untuk kiprahnya yang baru saja dimulai. [WARN!NG/Muhammad Faisal]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.