close

[Album Review] Ringo Starr – Postcard From Paradise

ringo stars – postcards
Postcard from Paradise
Postcard from Paradise

Ringo Starr – Postcard From Paradise

Universal Music Enterprise

Watchful Shot : “You Bring the Party Down”

[yasr_overall_rating size=”small”]

Karena jangan sampai ada lagu anthem tentang The Beatles, maka Ringo Starr berulang-ulang menyenandungkan, “We were Rory and the Hurricanes”. Tersebutlah Rory Storm And The Hurricane, band pertama Starr sekaligus salah satu band papan atas Liverpool di akhir dekade 50-an, kendati lebih menarik sorotan dari gaya berbusana dan model mobil vokalisnya (Rory Storm) dibanding total jumlah lagu yang pernah dirilis. Namun, Starr boleh saja meriwayatkannya di album solo kedelapan belasnya, Postcard From Paradise. Karena, tiga tahun pasca eksis di Rory Storm And The Hurricane itulah ia tergabung sebagai penulis lagu (dan penyanyi) paling payah dari regu penulis lagu paling hebat di dunia.

Dalam The Beatles, Starr merupakan persona yang paling kasual dan non-ambisius. Itulah kenapa yang ia nyanyikan adalah “Yellow Submarine” dan “With A Little Help For My Friends”, bukannya “Yesterday” atau “Let It Be” misalnya. Segalanya makin mencolok ketika kuartet itu masing-masing telah berpencar. Dan sejak yang belum berputih tulang hanya tinggal sepasang, pilihan semakin jelas. Orang-orang akan berlabuh ke Paul McCartney yang masih menyisakan cita rasa magis. Sementara demi mengisi waktu senggang, ada kalanya beberapa akan menengok karya-karya Starr sejenak untuk sekadar mengembalikan kenangan beat dan pop rock enteng 60an ala pra-Rubber Soul.

Starr mulai mempercayai ciptaan lagu sendiri secara lebih intens pasca Old Wave (1983)—setelah beberapa lagu solo terbaiknya menempatkan rekan-rekan hebat dibalik penulisannya, seperti John Lennon di “I’m The Greatest” atau George Harrison di “Photograph”—dan hasilnya masih tak kunjung positif hingga Postcard From Paradise. Selain “Rory And The Hurricane”, materi lain di Postcard From Paradise juga didominasi larik-larik remeh temeh dibalut melodi childish yang celakanya membangun komposisi yang tak jarang terdengar menggurui. Nomor “Postcard From Paradise” (“It’s all too much, my little child / If you would be my honey pie / 8 days a week you will be mine /And getting better all the time”) mungkin akan jadi karya cacat di The Beatles, namun jelas jauh lebih buruk di tangan Starr: seperti guru fisika yang mesti menggantikan guru musik mengajarkan lagu balita di hadapan siswa-siswa SMU. Tentang Ringo Starr, lebih baik kembali kita memperbincangkan saja permainan drumnya di “Strawberry Fields Forever” atau “A Day in the Life”. [Soni Triantoro]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.