close

[album review] Scorpions – Return to Forever

scorpions
scorpions

Scorpions – Return to Forever

Label: Sony Music Germany New Door/UME 

Watchful Shot: Going Out With A Bang, House Of Cards,

[yasr_overall_rating size=”small”]

 

Scorpions sudah memulai karirnya berbarengan dengan Soeharto ketika mulai merangsek menduduki kursi kuasa, yakni pada tahun 1965. Lima puluh tahun sudah unit rock Jerman ini berkiprah dengan menelurkan 18 album. Setelah sempat mewacanakan pensiun dengan album Sting in the Tail’s pada 2011 silam, nyatanya mereka tak mau mengakhiri karirnya begitu saja. Agaknya, mereka memang menganut quote Neil Young yang mengatakan “its rather to burn out than to fade away”. Ya, mereka sepertinya habis-habisan dengan sisa nafas yang sudah tak sebanyak dulu.

Setelah gema bakal rilisnya film Forever And A Day menyebar, kini giliran satu album penuh berisikan 17 nomor bertajuk Return to Forever berhasil mereka rilis. Akan tetapi seperti layaknya orang tua yang masih terlalu ambisius, agaknya mereka memang patut dihibur. Berisikan banyak nomor, kapasitas mereka tak menyentuh separuh dari kapasitas yang mereka banggakan layaknya seorang veteran. “Rollin Home”, “Who We Are”, dan “The World We Used to Know”, sangat miskin variasi riff, juga olah vokal. Hasilnya, nomor-nomor itu sepertinya bakal lebih cocok untuk dimasukkan di album pop band-band murahan. Tendensi pop yang begitu kental dengan permainan nada catchy, riff yang tertebak, dan ketukan drum yang monoton menjadi sajian di tiga nomor ini.

Bahkan, usia emas Scorpions sepertinya tak jua mendewasakan Klaus Meine (vokal) dalam menulis lirik. Meine berulang kali memasukan kata “rock” dalam setiap petikan lirik yang ia tulis, yakni “Rock My Car”, “Hard Rockin’ This Place”, “Rock N Roll Band”. Jika dipikir, tentu sedikit menggelikan ketika band dengan pamor rock yang tak perlu diragukan lagi masih saja memasukan kata rock berulang-ulang. Tapi tak perlu khawatir, formula lawas Scorpions dalam membikin hits seperti “Still Loving You” dan “Wind Of Change” terlihat jelas belum mereka buang. Lagu balada seperti “House Of Cards” dan “Eye of The Storm” bakal sangat tipikal, yakni dengan permainan kord minor, karakter vokal Meine, dan tentu saja fill gitar Schenker yang mendayu.

Sebetulnya nomor-nomor awal di album ini sangat menunjukan kapasitas mereka sebagai band kawakan. Nomor seperti “Going Out With A Bang” dan “We Built This House” terasa begitu prima dan energik. Riff yang variatif, juga lirik yang digarap serius menjadi jaminan kualitas di dua nomor ini. Chorus yang anthemic juga kembali mengingatkan pada hit lawas mereka “Rock You Like A Hurricane”.

Sejatinya dunia memang tak perlu pembuktian apapun lagi dari Scorpions. Karir mereka dengan jumlah hit dan pengaruh yang ditebar toh sudah membuktikanya. Akan tetapi, pilihan agar dikenang selamanya dengan Return to Forever memang menjadi pilihan yang tepat. Apalagi dengan embel-embel usia emas yang mereka rayakan tahun ini. Meskipun tak diakhiri dengan sengatan maut, saya pikir karir kajengking ini tetaplah berakhir bahagia. [Umaru Wicaksono]

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response