close

[Album Review] Serigala Malam – Hibernate in Harder Pain

Serigala-Malam-Cover

Serigala Malam – Hibernate in Harder Pain

Label: Hellhouse Records

Watchful Shots: “Rage Generation”, “Mundur Bukan Pilihan”

WARN!NG Level: [yasr_overall_rating size=”small”]

serigala malam
serigala malam

Jatuh-bangun merupakan frasa yang tepat untuk menggambarkan kondisi Serigala Malam pada interval 2012 hingga 2015. Demi membayar kegundahan para pasukan jubah hitam tanah air yang haus akan rilisan yang menggempur jiwa raga, maka diutuslah Hibenate In Harder Pain lahir dari kelamnya masa hiatus. Artwork ilustrasi sangar yang selalu menjadi ciri khas Serigala Malam pada setiap rilisannya, pada edisi kali ini dikesampingkan. Komeng yang selama ini menjadi eksekutor visual art mendapati ilham selama menjalani masa pendidikannya di dalam terali besi dengan mempresentasikan jeruji lapas sebagai tafsiran dari kondisi hibernasi yang tepat.

Konsisten mengusung genre hardcore yang menjadi identitas, kali ini Serigala Malam muncul dengan balutan lirik yang lebih gelap dan karakter up-tempo yang diyakini akan sontak menyulut adrenalin penikmatnya yang rindu nada-nada keberingasan Serigala Malam. Dibuka dengan “Still Rough”, nada pertama akan menghantarkan menuju pintu masuk kegelapan hibernasi panjang yang dikandung dalam jajaran nomor ganas. Hajaran petikan gitar dan gebukan drum bertenaga laksana penyambut serbuan vokal Komeng yang lama beku di kerongkongan. Rauangan salam pembangkang tak pelak lagi langsung memicu nadi yang meninggi pada gempuran “Rage Generation”, walau versi demonya telah diperkenalkan satu tahun sebelumnya melalui kanal soundcloud resmi mereka, namun olahan berkualitas versi album dapat membayar penasaran berkepanjangan kala itu.

Lantunan nada bass yang menusuk di periode awal sangat nyaman dikedepankan mendominasi sepanjang nomor “Brother” yang kembali menyuarakan makna friendship yang sepertinya diwariskan oleh nyawa kejayaan pada rilisan-rilisan sebelumnya. Kontribusi besar unit hip-hop D.P.M.B pada proses produksi menghasilkan dua nomor, aransemen ulang dari “Question” dan “Boyz In Da Hood” yang sebenarnya merupakan materi lama yang telah dirampungkan pada 2012 lalu. Konsep kolaborasi yang sungguh menggugah fantasi ketika mendengarkan dan membayangkan betapa gaduh versi live-nya ketika mendapati dua kelompok dedengkot pembuat onar dalam satu singgasana.

Beberapa kritik dalam album ini salah satunya adalah lirik yang tidak disertakan menjadi kekecawaan tersendiri bagi konsumen rilisan fisik yang kurang dapat mendalami makna yang ingin dihantarkan, namun Komeng menjanjikan nantinya akan adanya link yang menyajikan lirik yang terkandung dalam Hibernte In Harder Pain. Selepas itu tampaknya aroma ketidakpuasan juga dapat dirasakan ketika penantian panjang lahirnya full album ini kurang mampu menghajar pengang kuping luar dalam dikarenakan minimnya kuantitas yang dipersembahkan, tetapi sedikit harapan mencuat ketika “Mundur Bukan Pilihan” berkumandang. Invensi perdana bertitel bahasa Indonesia ini terhitung sukses menjadi nomor andalan sebagai penegasan kodrat Serigala Malam yang kembali bergerilya diliarnya ranah musik hardcore. [WARN!NG/Dadan Ramadhan]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response