close

[Album Review] Soloensis – S/T

Soloensis
Soloensis
Soloensis

Soloensis – Self Titled

SLNSS Records

Watchful Shot: Rock ‘N’ Roll Syndrome – Youth

[yasr_overall_rating size=”small”]

Koenigswald mungkin adalah salah satu orang yang harus bekerja keras mendefinisikan dua spesimen dengan nama ‘Soloensis’. Yang satu mengokupasi daratan Jawa ratusan ribu tahun yang lalu. Dan satu lainnya, memainkan gitar, mencipta riff berat, serta melontarkan lirik yang metafor. Terlepas dari filosofi dan karakteristik yang sering dibandingkan, Soloensis ‘muda’ juga berpotensi meraih ketenaran yang sama dari buyutnya. Ambisi untuk meraihnya dihidangkan pada enam nomor panas.

Dari enam nomor, saya pribadi turut bersuka cita ketika lagu anthemic seperti “Rock ‘N’ Roll Sydrome” diciptakan. Permainan gitar yang melodius dan teriakkan ugal-ugalan di vokal akan sangat renyah ketika diputar pada volume maksimal. Sayang, di bagian bridge terasa agak kosong yang berlebihan. Meski ada bass yang halus dan gebukan drum, variasi terasa nihil.

Dalam pers rilis yang diterima WARN!NG mengenai album ini, mereka berujar bahwa cukup susah mendefinisikan musik yang mereka mainkan. Memang ada rasa garage dan rock yang paling kentara, juga disisipi notasi punk dan psikedelia. Namun, dengan ketidakbisaan mendefinisikan musik sendiri serasa menjadi tren musisi belaka.

Yang menarik, mereka membawa kejadian politik harian pada nomor “Kid’s Words When They Taste Smoke”. Pada dasarnya, cerita merokok pada anak-anak adalah gejala politis dalam lingkup yang lebih mikro dan simpel. Ada cerita kewaspadaan, penentangan, dan jiwa muda yang disampaikan melalui nomor ini. Meski saya pribadi memilih “Rock ‘N’ Roll Syndrome” sebagai single terbaik, wajib diingat bahwa Soloensis memiliki nomor pamungkas, “Youth”.

Nomor ikonik sederhana yang dibalut country, blues, dan folk ini tentu memiliki musikalitas paling kaya dari yang lain. Di video klipnya, muncul Farid Stevy (vokalis FSTVLST) yang juga turut membantu pengerjaan desain packaging album. Maka tak heran, visual yang menyangkut Soloensis juga akan menggunakan warna merah, putih, dan hitam—khas karya rupa Farid. Sayang, di album yang lebih dari cukup ini, hal tak mengenakan harus terlihat di bagian kover. Jangan telanjang sembarangan! [WARN!NG / Yesa Utomo]

Tags : album reviewsoloensis
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response