close

[Album Review] Terror – The Twenty Fifth Hour

terror
terror

Record Label: Samstrong Records (2015)

Watchful “Shototh Of You”

[yasr_overall_rating size=”small”]

Kembalinya sang pembawa teror ke area moshpit dengan album terbarunya yang kali ini dirilis juga untuk pasar Asia Tenggara oleh salah satu label hardcore punk paling produktif seantero tanah air, Samstrong Records. Hadir dengan kemasan digipack serba hitam putih serta berbonus poster pastinya akan memuaskan rasa dahaga para hardcore kids.

Tua-tua keladi mungkin salah satu kalimat yang patut disematkan kepada Terror. Umur yang tidak lagi muda bukanlah alasan untuk mengendorkan serangan teror audio mereka di The Twenty Fifth Hour.

Ya, Terror ingin menunjukkan bahwa mereka kembali ke akar-nya dengan album yang totalnya hanya berdurasi 23 menit ini. Dalam proses rekamannya pun mereka bilang bahwa kalau ada lagu yang terlalu lambat akan dibuat menjadi lebih cepat. Begitu juga kalau ada lagu mereka yang terlalu panjang maka akan dipangkas sampai ringkas dan straight to the point.

Hampir dipastikan kalau mereka tidak memainkan part breakdown, pasti kencang. Sayangnya perpindahan dari bagian ‘ngebut’ ke breakdown atau sebaliknya kadang terasa terburu-buru terutama pada beberapa lagu yang berdurasi 1 menitan. Mungkin ini konsekuensi dari konsep album yang ingin mereka tawarkan, straight to your face!

Hasilnya adalah ke 14 tracks yang hampir semuanya ngebut tanpa ampun dengan durasi per lagu rata rata 1 – 2 menitan yang bakal membuat harimu penuh adrenaline. Terror tampaknya ingin menghidupkan manifesto yang telah mereka set untuk mereka sendiri melalui album ini.

Album ini akan menimbulkan kesan kepada pendengarnya bahwa band ini meninggalkan waktu yang sedikit untuk sekedar menghela nafas, semua hal terasa penuh energi dan tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Beberapa track semacam “Why?” dan “Blinded By The Lights”, lagu terpanjang dengan kecepatan sedang di album ke-6 ini yang membuat kita bisa sedikit menarik nafas untuk kemudian kembali merapatkan barisan di pit area.

Scott Vogel masih setia dengan lirik tipikal band hardcore, tentang pride dan sebangsanya. Album ini memang bukan untuk yang berhati lemah tapi jangan salah, Scott dengan lugas juga menyinggung tentang anak yang tidak mendapatkan kasih sayang orang tua di “Both of You”, “ I am the bastard son. Loved by no one, You both threw me away. This distance is killing me. I’ve got your name. I’ve got your blood. But I don’t have. Your fucking love.”

Kalau kamu mencari sesuatu yang baru di album ini, kamu akan kecewa karena Terror tidak menawarkan itu. Band ini malah merasa perlu untuk kembali ke masa muda mereka, meng-evaluasi semua hal yang pernah mereka lakukan di album awal untuk kemudian diproses ulang dengan polesan maksimal untuk dimasukkan ke dalam album ini.

Saya menikmati album ini seperti mendengarkan versi rekaman awal mereka dengan polesan studio yang lebih rapi. Tidak seperti band lain, Terror bisa tetap memegang teguh karakter musik mereka tanpa perlu menjadi terdengar butut. [WARN!NG/Indra Menus]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response