close

[Album Review] U2 -Songs Of Innocence

U2_Songs_of_Innocence_Physical_Cover

U2_Songs_of_Innocence_Physical_CoverU2 -Songs Of Innocence

Island Records

Watchful Shot : Sleep Like Baby Tonight

[yasr_overall_rating size=”small”]

Songs Of Innocence merupakan album ketigabelas U2, yang dirilis secara gratis untuk setengah milyar pelanggan iTunes, dimana dalam beberapa kasus, terunduh secara otomatis. Direktur utama perusahaan Apple Inc., Tim Cook membanggakannya sebagai album dengan sistem perilisan terbesar sepanjang sejarah. Padahal, yang ada justru realitas ironis bahwa buah karya darah dan keringat dari band terbesar di dunia harus terbengkalai sia-sia di jutaan gadget orang-orang—yang pada dasarnya bukan pendengar U2—sebelum kemudian bisa saja dihapus seenaknya tanpa didengar terlebih dahulu, seolah memang benar-benar tak ada harganya. Bahkan Apple sendiri telah menyediakan tool untuk menghapus album itu dengan hanya satu tombol klik. Bono pun merestui: “Jika Anda tak menginginkannya, hapus saja”.

Jangan timpakan keluhan pada manajerial semata, karena konten musikal dalam Songs Of Innocence pun kebetulan tak punya potensi menyulap mereka yang sebelumnya enggan memutar U2 menjadi penggemar dadakan hanya karena status gratisan. Sesuai tajuknya, Songs Of Innocence adalah kumpulan lagu yang menarik kembali kuartet berusia kepala lima itu pada gairah kehidupan 37 tahun silam mereka di kawah rock & roll Irlandia. Jika Anda membaca curhatan Bono pada booklet albumnya, temukan nama-nama seperti Ramones, The Clash, dan Beach Boys. Jika Anda dengarkan musiknya, temukan juga warna Ramones, The Clash, dan Beach Boys, yang sayangnya tak semulus ketika mereka menunjukan hasrat bercinta dengan post punk Joy Divison atau Television di era 80-an.

Perkara utamanya ialah mereka gagal mengadaptasikan kerusuhan punk rock minimalis di bar-bar kumuh akhir 70-an dengan elegansi alternatif rock penghias pergumulan bintang-bintang malam yang kudus. Simak kegagalan Bono melayangkan puja-puji inspirator vokalnya dalam nomor pembuka, “The Miracle (of Joey Ramone)” dengan lirik eksesif, “Everything i ever lost , now has been returned / In the most beautiful sound i’d ever heard”.

Kecanggungan yang sama berlangsung pada chorus falsetto berlorong vokal ala The Beach Boys di “California (There Is No End To Love)”, persembahan clash-ternative untuk Joe Strummer dalam “This Is Where You Can’t Reach Me Now” , atau yang paling naas, beat panas dingin di “Volcano”. Maka, apa yang berhasil akhirnya hanya kembali pada ratapan mid-tempo melankolis tipikal U2 seperti “Sleep Like Baby Tonight” atau “The Troubles”—meski sesekali malahan hanya terdengar selayaknya hits-hits menjemukan Coldplay.

Bono berulang kali menegaskan bahwa Songs Of Innocence merupakan album yang sangat personal. Sayang, U2 nampak tak bisa mendekatkan ruang dan regukan personal itu pada pendengarnya kecuali dengan membiarkan semua orang mendengarnya secara cuma-cuma. Padahal, album jelek ini adalah ‘album U2 yang jelek’. Artinya, kita tetap punya vokal sarat pesona dari Bono dan olah sound gitar atraktif penuh presisi dari The Edge dalam kelas komposisi aransemen yang tak terhindarkan. Tapi jika Anda tetap tidak menginginkannya, hapus saja. [Soni Triantoro]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response