close

[Album Review] WolfxFeet – Blessed By The Street

kovr-11

 

Label : Self-Released (2016)
Watchfull Shot : “Blessed By The Street”, “Go Fuck Yourself”, “!!!”, “Blessed by the Street (Acoustic Version)”

Sang kaki serigala bertenaga kuda yang menamakan dirinya WolfxFeet ini memang bukan nama baru di skena hardcore Surabaya. Unit beramunisikan lima pemuda tanggung ini, telah mencapai tahap lanjutan dengan merilis album ke-2 mereka yang dibaptis dengan judul, Blessed By The Street. Album ini dibidani dan distribusikan oleh mereka sendiri. Bermodalkan semangat DIY yang rupanya mereka pegang teguh hingga hari ini, jagoan asal kota Pahlawan ini berani menabrak arus dan kembali pulang ke tempat dimana mereka dilahirkan.

Berekspektasi bahwa album ini akan terdengar sama saja seperti debutnya, ternyata merupakan suatu kesalahan besar. Jika pada Someone Hate, Everyone Care WolfxFeet masih bermain aman, di album ke-2 ini mereka mengalami pendewasaan, dengan berani melakukan banyak eksperimen di berbagai lini. Manuver epic mereka sajika mulai dari segi kemasan musik, hingga departemen lirik. Yang mereka kemas secara apik, dalam satu tubuh utuh yang mereka sabda dengan nama, Blessed by The Street yang resmi dilesatkan pada 17 September 2016 lalu.

Diawali dengan intro pembuka yang gagah, Wolfxfeet mulai menghantam gendang telinga kalian dengan nafas Crossover/Thrash ala Anthrax, yang menyulut adrenalin sejak kali pertama cakram padat ini berputar di player kalian. Tensi yang kadung tinggi, mereka manfaatkan dengan nomor andalan mereka yakni “Blessed By The Street”, yang menurut saya berbanding 180 derajat dengan intro pembukanya. Nafas Celtic Punk ala Dropkick Murphy’s sangat kentara dalam lagu yang seolah menjadi ode sekaligus mars bagi WolfxFeet dalam setiap panggungnya. Lirik yang catchy serta sound yang terdengar orisinil, merupakan jawaban mengapa lagu ini selalu berbuah koor-koor panjang dari audiens, kala serigala bertenaga kuda ini mengokupasi panggung.

Meracik tracklist merupakan sesuatu hal yang dianggap remeh oleh sebuah band kebanyakan. Namun sepertinya WolfxFeet sangat memperhatikan ini. Sukses menegangkan atmosfer di dua lagu awal, mereka semakin ugal-ugalan dalam track ke-3. Rupanya, kejutan racikan mereka tidak hanya sampai pada hal tabuh perkawinan antara Crossover/Thrash dengan Celtic Punk saja, nuansa D-Beat punk hingga Powerviolence pun mereka tuangkan dalam cawan yang sama di album ke-2 ini. Back to Punk bukanlah suatu dosa bagi WolfxFeet, mengingat mereka tidak menghianati kerasnya hardcore dalam album ini. Takaran eksperimen yang pas terkandung dan nampak jelas dalam nomor “!!!” serta “Go Fuck Yourself”, yang meledakan nafas bagaimana hardcore/punk kembali dimainkan.

Membayangkan Trash Talk, hingga Cock Sparer dalam satu tubuh adalah cerminan dari band yang cover artworknya dilahirkan oleh Tks Lowskill ini. Lirik bernas yang sarat akan intensitas amarah serta harapan tinggi ini, mereka kemas dalam musik hardcore/punk yang kompleks. “Direction”, “A Better Home, I Belong” serta “Push the Limit” merupakan tembang andalan yang tak bisa begitu saja kalian lewatkan. Gempuran band yang liriknya merepresentasikan akan realita yang dihadapinya ini, membayar lunas akan penantian serta rasa penasaran dari para pendengar yang menunggu album yang digadang-gadang akan menjadi Dosa,Kota dan Kenangan milik Silampukau yang dikemas dalam musik berbeda ini.

Usai bergelut dengan emosi yang meledak-ledak, Wolfxfeet seolah memberikan minuman penawar via botol gepeng dan gitar akustik dalam “Blessed By The Street (Acoustic version)” yang memberikan kedamaian, juga sebagai penanda bahwa sejauh apapun kita pergi, pada akhirnya kita juga harus pulang. Entah menuju kehangat rumah, ataupun kekekalan. Atau menuju teman-teman, yang setia menunggu di perempatan, dengan sebotol alkohol serta canda tawa ringan yang selalu kita rindukan.

Surabaya lagi-lagi kembali melesatkan satu peluru muda berbahaya yang siap memporak-porandakan serta merampas perhatian di ranah liga musik kelas dua. Dan Wolfxfeet, telah menorehkan sejarah baru dengan keberanian untuk kembali pulang, serta merepresentasikan bagaimana hardcore/punk harus dimainkan. Wolfxfeet know how to make punk, threat again![WARN!NG/Reno Surya]

Tags : wolfxfeet
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response