close

[Album Review] Anniverscary – Jurassic Punx

anniverscary
Anniverscary - Jurrasic Punx
Anniverscary – Jurassic Punx

 

Label: Goldstreet 108 

Watchful Shot : Never Understand (Fuck Their Argument) – Religion Sells

[yasr_overall_rating size=”small”]

 

Satu lagi rilisan fisik dalam bentuk CD yang layak dikoleksi. Tidak sekedar amplop atau kotak mika. Mereka hadir dalam bentuk yang unik. Album ini lebih mirip notebook yang dilengkapi pengunci agar tak mudah terbuka. Kita harus membuka pelan-pelan kemasan ini, supaya CD di dalamnya tak langsung loncat keluar.

Terdengar napas 311 lawas dalam intro yang diberi judul “21 Hours Sleeping”. Instrumen ini hanya berdurasi 58 detik sebelum kemudian disambung track kedua, “Popstar”. Lagu ketiga berjudul “The Drowned City” dibuka dengan kocokan gitar. Berdurasi dua menit lebih, lagi ini menceritakan tentang kemuakan mereka akan pemerintah yang tak berbuat apa-apa saat jalanan macet dan penuh polusi di saat pembangunan pusat perbelanjaan makin merajalela.

Sama dengan judul album ini, Jurassic Punx yang menggambarkan bagaimana Jurassic Punx ini adalah si bengal yang memakai jalanan tanpa SIM, tak peduli dengan aturan polisi, serta suka melanggar lampu rambu lalu lintas. Disusul kemudian dengan “Never Understand (Fuck Their Argument)” yang bicara tentang bagaimana orang kerap memandang anak punk dari luarnya saja. Lagu ini  dipermanis dengan genjrengan gitar bernuansa ska di tengahnya.

Mereka juga berbicara tentang agama lewat “Religion Sells”, membuka mata kita bagaimana kedudukan agama perlahan tergeser oleh materi. “There is no God except money,” begitu yang mereka katakan dalam penggalan liriknya. Empat track berikutnya masih berbahasa Inggris. “Teenage Sex Bombs”, “Criminalization Of Human Right”, “Out Of Anger”, dan “Stuck In The Middle East (Reprise)”, tentu masih membakar semangat seperti track-track sebelumnya.

Di lagu ke-12, “Anniverscary” mengajak kita untuk calm down setelah kita dibakar 11 track dengan beat kencang sebelumnya. Lagu yang satu ini diberi judul cukup unik, “Kusam Ninga”. Dalam bahasa Malang yang berarti ‘masuk angin’. Isinya? Ya tentu saja menceritakan tentang bagaimana seseorang masuk angin dan akhirnya harus dikerok.

Sebelum benar-benar mengakhiri petualangan seru bersama Jurassic Punx mereka menyampaikan salam perpisahan lewat lagu “Last Song”. Mereka memastikan bahwa kita bakal bertemu lagi di kesempatan selanjutnya. Dentingan gelas dan muntahan peserta ‘pesta’ pun menutup track ini dengan sempurna. [WARN!NG/Dewi Ratna]

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response