close

[Album Review] Anti Flag – The General Strike

The General Strike

 

The General Strike

What : The General Strike

Label : AF Record

Genre : Punk Rock

Rilis : 2012

[yasr_overall_rating size=”small”]

Baru berselang satu tahun sejak dirilisnya album ke Sembilan “The People or The Gun”, Anti Flag kembali mengeluarkan album baru dengan judul The General strike. Band yang telah dua dekade eksis di belantara musik punk ini tetap konsisten dengan lirik-lirik yang menyuarakan kritik terhadap pemerintah dan kehidupan sosial. Dimulai dari nomor “1915” yang menceritakan tentang diskriminasi pada pekerja imigran oleh pemerintah, lagu itu pun diangkat dari kisah nyata terjadi pada tahun itu. Selanjutnya lagu “The Neoliberal Anthem” juga menyuarakan kritik terhadap sistem neoliberalisme yang kian menggurita.

Selanjutnya dalam “Bullshit Opportunities”, band yang berasal dari Pensylvannia ini mengkritik tentang sikap apatis masyarakat terhadap isu-isu sosial yang sedang terjadi. Masyarakat digambarkan tidak peduli dan berada dikondisi yang sudah sangat apatis, di lagu ini Anti Flag juga mengajak pendengar untuk peduli dan tidak hanya pasrah terhadap isu-isu sosial yang terjadi. Teriakan protes mereka juga tersaji pada nomor-nomor “Resist”, “the Rank of The Masses Rising”, “Controlled Opossition”.

Jika dilihat dari segi musikalitas, durasi musik dalam album The General Strike ini lebih singkat dibanding album-album sebelumnya, sementara musiknya sendiri tetap konsisten dengan Punk Rock ditambah suara catchy yang penuh semangat, sebuah hal yang sedikit pudar pada album sebelumnya. Selain itu,  di album ini sosok tunggal Justin sane,sang vokalis yang biasa mendominasi, saat ini perannya mulai dibantu oleh Chriss(bassist) yang mulai aktif bernyanyi, bisa dikatakan naik pangkat dari backing vocal menjadi vokalis kedua.

Hal yang menarik adalah, walaupun sudah dua puluh tahun eksis dan memiliki basis pendengar yang cukup banyak(bisa kita lihat di fanpage di dunia maya) mereka tetap memilih untuk berada di jalur indie, dan tetap menolak untuk bergabung dengan label rekaman Mainstream. Baru-baru ini mereka juga telah melakukan serangkaian tur keliling dunia untuk mengenalkan album terbaru mereka termasuk ke Indonesia, dimana animo penikmat musik mereka cukup terbilang banyak.

Overall,  album ini bisa dikatakan sebagai album penebusan dosa terhadap album sebelumnya yang menurut saya digarap kurang maksimal. Anti Flag tetap konsisten membawakan lirik-lirik yang kritis merupakan sebuah nilai plus pada band ini, dimana kebanyakan band yang sudah cukup terkenal biasanya mulai “main aman” dengan lirik-lirik mereka. Selain itu cara mereka merilis album mereka secara mandiri yang tidak tergantung pada label rekaman besar juga patut diapresiasi. Mungkin beberapa hal tadi juga yang membuat konser mereka di Jakarta pada bulan april lalu, ramai didatangin penikmat-penikmat musik di Indonesia. [Warning/Tomi Wibisono]

Tags : anti flagreview
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response