close

Antusiasme Baru Berkobar Energi

20130611-145722.jpg

Terteranya nama The SIGIT sebagai Headline Thermal Closing Party ialah buah kecerdikan anak-anak Teknik Mesin UGM dalam mengintip peluang animo penikmat musik Jogja. Band asal Bandung tersebut memang sedang bertabur penantian karena ini menjadi kedatangan perdana mereka di Jogja sejak meluncurkan Detourn, album kedua yang sarat pujian. Hasilnya pun sesuai prediksi. Meski tampilnya The SIGIT bukan lagi hal yang baru, namun sudah sejak lama Jogja tak seantusias ini.

crowd © Warning
crowd © Warning

Tak musti terburu-buru, Thermal Closing Party yang digelar di Gedung Purnabudaya UGM pada Minggu (9 Juni 2013) ini total menampilkan 6 grup band. Keragaman genre menjadi konsep yang diusung karena The SIGIT ternyata sendirian mengemudikan gelora musik rock dominan. Kelima aksi lain yang bertugas memanaskan suasana adalah aktivis musik dangdut teknik sipil UGM bernama The Kandang, percik pop jazz dari Boarding Room dan Javablanca, serta gerilya ska ala M-Sinkopasi dan Sri Plecit.

Wewenang ‘memanaskan suasana’ direpresentasikan oleh Sri Plecit dengan wujud  4 sexy dancer yang langsung mengumbar riuh di lagu pertama, “Dance With Me”. Sayang, sorakan nakal para audiens laki-laki tak dapat disusul dengan sound vokal yang maksimal dari Wipti (vokal) dan Grameh (vokal).  Paling tidak di tiga lagu pertama, apa yang keluar dari mulut mereka terdengar ‘mendem’ dan seolah hanya bergema. Untungnya problema tersebut mendapat perbaikan, dan benar-benar tuntas di tembang “I’m The One” serta “Datanglah Kemari” yang didaulat sebagai penutup.

Lewat dari 8 lagu Sri Plecit, antusiasme Insurgent Army (fanbase The SIGIT) sempat menimbulkan teror bagi MC. Set-up sound The SIGIT yang cukup lama benar-benar menguji MC untuk menghadapi keluh kesah penonton sebelum akhirnya Rekti cs muncul, mengokupasi panggung, dan membayar semuanya dengan “Clove Doper”. Satu hal yang mengawali totalitas performance The SIGIT malam itu adalah kehadiran Acil (drum) melengkapi line up personil. Sebelumnya Acil kerapkali absen setiap The SIGIT ‘manggung’ di Jogja.

Sedikit meleset dari perkiraan, konteks ‘konser pertama setelah rilis album’ umumnya dimanfaatkan dengan menampilkan konten album baru sebanyak mungkin. Tak disangka The SIGIT ternyata hanya memainkan 4 nomor baru dari total 16 lagu yang dibawakan, yaitu “Gate Of 15th”, “Black Summer”, “Let The Right One In”, dan “Conundrum”.  Namun itu sudah cukup membuktikan keampuhan Detourn sebagai satu karya musik rock paling berbahaya tahun ini. Terutama menyaksikan bagaimana ketika nomor-nomor  tersebut digeber, respon penonton tetap berkobar sama panasnya ketika single-single senior seperti “Alright”, “The Party”, atau “Up And Down” melesat.

Momen pasca album baru biasanya menandai pendewasaan dan tahapan baru bagi musikalitas dan live performance setiap musisi. Maka sound gahar ala The SIGIT kini juga makin menunjukan konsistensi yang kokoh meninggalkan sound performance era awal yang cenderung labil. Rekti pun kini terlihat lebih berhati-hati dan mengutamakan detil serta presisi permainannya dibandingkan era Hertz Dyslexia yang liar ‘pecicilan’. Tapi bukan berarti stage act mereka tak lagi agresif. Beberapa momen seperti stage dive di “No Hook”, atau guitar showmanship di  “Money Making”, menciptakan suasana yang sebelumnya sudah pecah oleh distorsi yang mengoyak-oyak telinga makin terkoyak-koyak. Stage pendek dan beranak tangga seolah sebuah konspirasi untuk memudahkan Rekti naik turun menggasak desak-desak penonton yang terpukau di barikade depan, baik oleh apa yang mereka dengar ataupun yang mereka lihat.

Trilogi lagu berkarakter clean, “Only Love Break Your Heart”, “Live In New York”, dan “Provocateur” menjadi motor sing-along setelah encore. Insurgent Army memang tak bisa mengamini kepergian The SIGIT sebelum “Black Amplifier” berderu. Belum cukup, The SIGIT seperti tak ingin ada sedikitpun energi yang tersisa di venue. Satu coda panjang tak pelak habis menghempaskan sisa energi kuartet itu hingga satu kata dari Cian, seorang penonton, mewakili keseluruhan performance mereka, “Gila”. [Warning / Soni Triantoro]

Event By : Teknik Mesin UGM

Date : 9 Juni 2013

Venue : Hall Purnabudaya UGM

Man Of The Match : Performance sebuah band berbahaya usai merilis album berbahaya.

Rating : ••••

779889557
The SIGIT © Warning

Foto-Foto Konser ini bisa dilihat di -> Thermal Closing Party

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response