close

[Album Review] Arctic Monkeys – AM

arctic-monkeys-am-cover

 

 arctic-monkeys-am-cover

Arctic Monkeys – AM Domino

Watchful Shot:  Knee Socks – One For The Road

Label: Domino 

Genre: Rock/Garage 

 [yasr_overall_rating size=”small”]

Dengan judul yang simpel dan mengundang, album kelima Arctic Monkeys menunjukan perubahan terbaru mereka sebagai hal yang alami – seperti peralihan dari siang ke malam. Black keys-style, ancaman gitar yang garing, dan falseto yang horor memberikan kesan yang intimidatif dalam musik mereka kali ini. Singkatnya, era musik ‘sumringah’ mereka sudah bergeser menjadi musik ‘seram’. Tak ada lagi “I Bet You Look Good On The Dance Floor” yang mendentumkan telinga dengan beat progresif maupun nomor dalam album Whatever People Say I Am, That’s What I’m Not yang notabene ‘anak muda banget’. “Knee Socks” sebagai salah satu tracklist AM malah menunjukan keseraman yang groovy dengan jelas melalui ketukan yang gelap dan ritme mengalir yang misterius. “Arabella” dan “One For The Road” turut menanamkan aura horor itu dalam ritmenya. Kesan horor dan thriller pun dipertegas oleh lirik Alex Turner yang khas, tajam, rumit, detil, fokus, dan tentunya memakai perumpamaan.

Di nomor pembuka “Do I Wanna Know”, sebagai contoh, Turner melantunkan larik yang indah namun pahit: “There’s this tune that I found / That makes me think of you somehow / And I play it on repeat / Until I fall asleep.” Selanjutnya ia seperti membatalkannya dengan ucapan sederhana: “Spilling drinks on my settee.”  Di nomor “I Want It All” yang menantang stomping-rock pun, Turner membawakan falseto yang jelas menakutkan. Tak seperti Oasis yang teguh dengan prototype mereka, Arctic Monkeys terus bergerak dan berkembang seiring jiwa indie mereka mulai stagnan dan tergerus zaman. Ini juga masuk akal karena mereka tak hanya terpengaruh oleh The Smiths dan Stone Roses, namun juga John Cooper Clarke dan Alan Silitoe. Kesan yang timbul, Arctic Monkeys mengakar dalam musik Inggris, dengan selera pasar yang membawa mereka ke tangga atas sembari masih membiarkan mereka terus berkembang dalam estetika privat mereka. [WARN!NG/Yudha Jatmika]

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.