close

Arsitektur Musik Gedung Societeit

20130513-002016.jpg
Individual Life  © Warning
Individual Life © Warning

Sabtu malam (11/05) tadi menjadi malam yang sibuk di Taman Budaya Yogyakarta.Terdapat 3 acara yang berjalan bersamaan, uniknya, satu gedung yang sangat jarang digunakan sebagai pertunjukan musik, coba dihidupkan kembali. Sebuah pegelaran bertajuk Return, sukses mengarsiteki gedung Societeit dengan warna-warni alat musik didalamnya.

Cukup mengejutkan mendapati headliner utama, Melancholic Bitch(Melbi), main di tengah acara. Beberapa penonton mulai meninggalkan tempat duduk nyaman, dan mulai lesehan di depan panggung. Kali ini perform melbi tidak ditemani sahabat sejati sang vokalis, yakni rokok. Namun hal itu tidak mengurangi performa maksimal dari melbi. singalong sudah mulai terdengar sejak “7 Hari Menuju Semesta” dimainkan. Kemudian rentetan nomor-nomor dari album Anamnesis “Tentang Cinta”, “The Street”,“Requiem” turut dinyanyikan.

“Kalian harus nonton film Dibalik Frekwensi, itu film bagus,” ungkap Ugor sebelum ia membawakan Hits “Mars Penyembah Berhala”. Melihat raksi penonton, hits dari melbi tadi sukses menjadi klimaks acara yang digelar mahasiswa Arsitektur Atma Jaya ini. Melbi melanjutkan perform lewat lagu “Nasihat Yang Baik” dan “Akhirnya Masup TV”, sedangkan “Menara” didaulat menjadi encore. Anomali rentetan aksi panggung melbi terjawab sudah. Mungkin jawaban ini bakal menjadi kabar buruk bagi para pendengar setia, karena dikabarkan mereka akan vakum untuk waktu yang lama sejak bulan Agustus nanti.

Sebelum Melbi, Acara dibuka oleh Rukmakala, Saka, Keroncong L.A, dan Jalan Pulang. Keroncong L.A membawakan tembang-tembang lawas seperti “Juwita Malam” diiringi seperangkat lengkap orkestra. Yang menarik, tiap lagu dinyanyikan oleh orang-orang yang berbeda, walaupun disekitaran umur yang sama. Perlu diakui, penampilan unik orang-orang tua ini, kurang menarik perhatian penonton yang mayoritas remaja. Banyak yang terlihat memainkan smartphone ketika Keroncong L.A melakukan perform.

Panggung diambil alih Jalan Pulang, unit pop ballad ini mencoba merangsang penonton dengan lagu-lagu puitisnya. lagu-lagu seperti “Apa Daya”, “Jalan Pulang” disajikan dengan atraktif. Mereka menutup aksi lewat lagu “Percakapan Tangis” dimana vokal yang dari awal dikuasi gitaris diambil alih oleh bassis mereka. Lalu panggung dikuasi Melbi, animo meningkat, kemudian hilang setelah Melbi menyudahi perform. Beberapa penonton terlihat meninggalkan venue, padahal masih ada dua penampil lagi.

Ditinggal beberapa penonton, tak membuat Fonticello kehilangan semangat. Trio yang mengandalkan cello sebagai senjata utama ini, membuka aksi dengan musik instrumental dari Muse, “Sing For Absolution”. Intro tadi disambut tempuk tangan meriah dari penonton, di dua lagu berikutnya, Fonticello dibantu additional Vokal dengan karakter metal. Sekejap, aura panggung berubah drastis, menjadi gelap dan keras lewat gubahan lagu Il Nino, “What You Deserve” dan “Killing In The Name” dari Rage Againts The Machine.

Tempo sedikit diturunkan, seiring kembalinya vokalis tambahan ke belakang panggung. Fonticello membawakan satu lagu ciptaan mereka, yang bertajuk “Fake”. Mereka kembali meningkatkan beat dengan mengover satu lagu metal, “Redneck” dari Lamb Of God. Diakhir lagu, sedikit kekecewaan terlontar lewat “ayo maju dong, kita masih punya satu lagu lagi”. Naas, penonton tetap memilih santai di kursi nyamanya. dan “Grace” dari Apocalyptica pun didaulat menjadi encore aksi mereka.

Malam semakin larut, acara masih menyisakan satu penampil lagi. Kini giliran Individual Life mengokupasi panggung. Aksi mereka sedikit terganggu dengan lamanya persiapan dan masalah pada sound. Waktu yang panjang untuk menunggu tadi, dibayar Individual life dengan eksperimen-eksperimen mereka dalam memainkan musik instrumental. Total 6 lagu dimainkan dengan tempo yang dinamis. namun sayang, penampilan atraktif mereka terganggu dengan adanya trouble pada sound yang berlangsung hingga lagu terkahir. “penampil nya keren-keren, tapi semakin kesini sound yang keluar kurang bagus, sering trouble kan tadi” pungkas Faris, salah seorang penonton. Bukti bahwa Melbi adalah headliner yang ditunggu-tunggu tersirat dengan pulangnya beberapa penonton selepas mereka tampil. Selain itu juga tersurat dalam komentar “Seru, atmosfer konsernya kebangun banget pas melbi nampil” tutup Alia, penonton yang meninggalkan venue usai Melancholic Bitch menyudahi perform. [Warning/ Tommy]

Event By : Arsitektur Atma Jaya Yogyakarta
Venue : Gedung Societeit, Taman Budaya Yogyakarta
Date : 11 Mei 2013
Man Of The Match : Ragam alat musik sukses megarsiteki gedung Societeit sebagai tempat pertunjukan musik berkualitas
Rating : ●●●

Keronchonk L.A © Warning
Keronchonk L.A © Warning

Foto-foto konser ini bisa dillihat di – [Gallery] Return – Stage Of Architecture

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response