close

Art For Orang Utan, Buah Karya Kepedulian

10494708_1527686287505016_5755839074274612340_n
10494708_1527686287505016_5755839074274612340_n

Rangkaian project ‘Art For Orangutan’ yang diwujudkan oleh COP (Centre for Orangutan Protection) bersama dengan Gigi Nyala (GiLa) sampai pada agenda pameran seni rupa yang akan diikuti oleh kurang lebih 85 seniman. Pameran ini yang akan diadakan di Jogja Nasional Museum (JNM) dari 31 Januari hingga 3 Februari 2015. Panggilan kepada peserta pameran sudah dimulai sejak awal Desember 2014, terbuka bagi semua seniman. Andrew Anti-Tank selaku penulis pameran dalam pengantarnya menyatakan “Pameran Art For Orangutan adalah bentuk dukungan kita bagi para relawan penyelamat orangutan yang bekerja keras dan berhadapan langgsung dengan kenyataan di lapangan sana, juga sebagai bentuk cinta kita bagi terjaganya habitat dan kelangsungan hidup orangutan”.

Pembukaan pameran tanggal 31 Januari 2015 besok dilaksanakan pukul 19.00 oleh Daniek Hendarto (Area Manager dari COP). Acara akan diisi sederet musisi yang nada-nya tidak asing di wilayah aktivisme, seperti Sisir Tanah, Dendang Kampungan, Half Eleven PM, Not A Woy, CJENKY, Recycle Bicycle. Kemudian ada Tattoo Perform oleh Nandi Yoga (Mangsi Tattoo) dengan menyajikan gambar Orangutan sebagai wujud kepedulian tarhadap kelangsungan Orangutan.

Agenda untuk hari kedua adalah “Kelas Melamun” yang merupakan buah karya bersama Ketjil Bergerak berisi sharing dan diskusi. Kelas kali ini mengundang Daniek Hednarto (Area Manager COP), Bandizt Shaggydog (Animal Friend Jogja), dan Andrew Anti-Tank (Street Artist) sebagai pembicara. Di penutupan acara, rencana digelar Performance Art dari group KIND dan FJ Kunting.

Project ‘Art For Orangutan’ ini sudah dimulai semenjak september 2014 lalu sebagai salah satu bentuk kampanye COP. COP (Centre for Orangutan Protection) merupakan organisasi yang dibentuk pada 2007 dengan fokus kegiatan mengatasi deforestasi dan kematian puluhan ribu Orangutan. COP memiliki program kampanye dan sosialisasi berdasar tiga masalah yang kerap terjadi pada Orangutan, yaitu pembantaian Orangutan, perdagangan Orangutan, dan Orangutan untuk keperluan atraksi maupun sirkus. Untuk melaksanakan program ‘Art For Orang Utan’ ini, COP menggandeng Gigi Nyala (GiLa), sebuah kelompok kesenian dengan anggota perupa muda yang seringkali menggelar kegiatan pameran secara kolektif.

Sebelumnya, ‘Art For Orang Utan’ menggandeng komunitas “Roemansa Gilda” menggelar acara bertajuk “Forest Symphony” pada 25 Desember lalu. Acara ini berisi pameran poster, diskusi, dan pemutaran video dokumenter Orangutan Conservation, bertempat di Radio Boekoe, Sewon, Bantul. [Warn!ng/Huhum]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response