close

[Album Review] Aurette and The Polska Seeking Carnival – “Self Titled”

Aurette

 Aurette

What : “Aurette and The Polska Seeking Carnival ” S/T

Label : Tomat Records (for cassette released), Elevation Records (for free download and vinyl), self released (format CD)

Genre : Folk Pop

Watch Shot : Someday Sometime, Wonderland

[yasr_overall_rating size=”small”]

 

Jika Aurette and The Polska Seeking Carnival (AATPSC) adalah kaki, maka perbatasan adalah tempat favoritnya berdiri dan batas adalah garis yang selalu mereka cari untuk dilewati. Menampilkan 7 personil, memadukan akordion, ukulele, conga, perkusi, trumpet dan bahkan mandolin, mereka menyuara dengan influence eropa kental yang jauh tapi terasa dekat dengan telinga Indonesia kita. Mengisahkan cerita yang kadang sedih tetap dengan irama bahagia. Blur, disitulah mereka berdiri dengan jelasnya.

“Seeking carnival” dan tiba-tiba kita sudah berada di sebuah gerbang area karnaval di suatu tempat yang entah dimana. Nomor pembuka dari EP “self titled” band folk asal Jogjakarta ini kemudian mengajak kita piknik selama sekitar 30 menit di berbagai arena bermain dan cerita dibaliknya. “I Love You More Than Pizza” adalah wahana bermain pertama. Lirik berbahasa prancis yang disuarakan Dhima Datu dengan fasih ini ternyata adalah sebuah cerita tentang seseorang yang jatuh cinta pada orang yang dibenci. Irama akordion, ukulele dan trompet mendayu-dayu dibelakangnya.

Sebuah lagu yang menyindir para pejuang jarak sekaligus mereka yang mabuk kemudahan teknologi kemudian mengalun dengan gembiranya. Potongan lirik “Technologies are cheaper and easier, but the meaning is less and almost empty...” seolah menyindir kita yang sering menggampangkan apapun. “Letter to you” adalah nomor yang mungkin juga menjadi gambaran kenapa AATPSC merilis album mereka dalam 3 format sekaligus. Pada awal rilisnya, format utama album AATPSC adalah kaset pita. Baru kemudian disusul dalam keping CD dan piringan hitam yang baru dirilis dalam jumlah terbatas akhir September kemarin. Romansa menikmati musik dengan cara lama mencoba mereka hadirkan. Pun begitu, mereka tetap menyediakan cara mudah untuk ikut merayakan karya mereka, EP “Self Titled” ini bisa diunduh gratis di situs resmi Elevation Records dan akun mereka di soundcloud.

“Lies In a Cup of Cappucino” lalu menyuara diawali dengan denting piano serupa kotak musik klasik. Sebuah kisah sedih yang dirayakan dengan nada karnaval bahagia. “And finally I realize she’s the one you adore all the time..” balada tentang pengkhianatan yang pahit bercampur dengan manisnya suara alat musik AATPSC.

AATPSC sepertinya sedang mendaki ke puncak sekarang ini. Tenda sirkus yang jadi logo mereka akhir-akhir ini sering sekali muncul di berbagai poster event di Jogjakarta. “Someday Sometime” adalah salah satu lagu yang selalu mengundang sing along dari crowd. Irama folk yang sangat kental mengalun. Aurelia Marshal dan Ahmad Mursid sepertinya memegang kendali atas ketukan irama di nomor ini.

Sebelum sampai di gerbang keluar oleh nomor “Outro” yang singkat, AATPSC seperti memberi jawaban atas pertanyaan saat nomor “Seeking Carnival” tadi mengalun. Kombinasi lirik dan nada di nomor “Wonderland” menjadi penjelasan. “Curiosity and imagination will be great when they’re combined, It’ll take you to some new place such a wonderland.. It’s a wonderland place where you can find happiness, It’s a wonderland place where you can be free…” Oh jadi disini karnaval ajaib ini berdiri.

Inilah uniknya AATPSC. Alih-alih menyanyikan duka dalam nada cengeng, AATPSC tetap mengajak kita menari walaupun sedang sakit hati. Mendengar mereka bermain, kita diajak berdamai dengan pahit manisnya kenyataan dan menghadapinya dengan riang anak kecil saat diajak ke tenda sirkus. Tidak bertendensi untuk menguasai, AATPSC menikmati posisi mereka. Sebuah tenda sirkus di antah berantah yang membuat telinga betah. [Warn!ng/Titah Asmaning]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response