close

Balinesia F.A.C.E: A Signature Exhibition of Fashion, Art, Craft, and Edutainment

IMG_5035
Balinesia F.A.C.E. 2015
Balinesia F.A.C.E. 2015

Memilih Bali sebagai lokasi terakhir untuk menjadi penutup bagi rangkaian The Trilogy Summer Event 2015 sepertinya merupakan sebuah keputusan yang tepat dari Idcreativeworld. Setelah sebelumnya, mereka menyelenggarakan Jakarta Creative Week 2015 di Kota Kasablanka dan Bandung Creative Week 2015 di Trans Studio Bandung. Eksotisme Bali menjadi daya tarik tersendiri serta membawa nuansa yang pasti akan dirindukan oleh semua yang hadir. Mengusung konsep natural dengan tema “Bamboo Contemporary Art” dimana sebagian besar dekorasi dan booth terbuat dari material bambu, event Balinesia F.A.C.E. 2015 yang berlangsung dari tanggal 30 Mei 2015 sampai 2 Juni 2015 mengambil tempat di Atrium Utama Beachwalk, bali.

Sesuai dengan taglinenya yakni “A signature exhibition of fashion, art, craft, and edutainment”, Balinesia F.A.C.E tidak semata ajang pameran produk-produk fashion, namun lebih dari itu. Selama empat hari berturut-turut perwakilan dari 53 desainer dari brand-brand seperti The Watch Co, ESME Gallery, Badger Inv, Niestu, dan lain-lain secara bergilir membahas fashion sekaligus memperkenalkan produk mereka pada khalayak yang hadir.

Pada hari kedua acara berlangsung, Balinesia F.A.C.E menghadirkan peragaan busana dari brand-brand terpilih. PUA Heritage yang didaulat untuk tampil perdana memamerkan koleksi sarongnya dengan corak etnik yang versatile untuk atmosfer pantai. Tyramona tak mau kalah dengan desain pakaian yang mengangkat motif Torajanya. Tyramona sukses membawa nuansa gypsy lewat koleksi wide leg pants, cape blouse, serta gaun formal yang menonjolkan warna-warna tanah. Topi ala militer dengan aksen rajut sebagai pengganti badge berhasil mencuri perhatian. Setelah Tyramona, ada gaun-gaun bermotif laut dari Helmut B Art & Design yang cantik, tenang, dan teduh. Pemanfaatan warna hijau dan biru serta bahan shiffon dan saten membuat model-model yang tampil bagaikan mengenakan potongan laut pada tubuhnya. Suasana yang riang dihadirkan oleh ARRA saat koleksi gaun kasual, jumpsuit, dan kulotnya giliran dipamerkan. ARRA kali ini menghadirkan motif abstract painting dengan warna-warna terang serta potongan asimetris khas anak muda. Namun, keriangan itu tak berlangsung lama, saat model dalam balutan gaun-gaun design MIR.A menyusul satu persatu naik ke atas panggung. Gaun-gaun brokat dengan potongan mermaid dan aksen ruffle tak ayal menjadikan panggung kala itu bagai wedding aisle. Anggun dan elegan mungkin adalah dua kata yang tepat untuk menggambarkan koleksi MIR.A saat itu yang menutup cantik pagelaran peragaan busana Balinesia F.A.C.E yang pertama.

Balinesia F.A.C.E. 2015
Balinesia F.A.C.E. 2015

Lemari Rajwa membuka panggung catwalk sebagai penampil pertama dengan varian busana muslim lengkap dengan hijabnya. Aura timur tengah langsung terasa menemani gaun-gaun panjang berbahan saten yang cantik dan bersahaja. Kemudian Monalisa Lambang menginvasi panggung dengan busana berbahan songket bali yang hadir dalam blus cape, atasan crop, dan rok balon menjadikannya segar dan catchy. Stigma bahwa songket hanya untuk ritual adat dan biasanya dikenakan oleh orang tua dihancurkan lewat karyanya kali ini. Giliran ESME Gallery membawa nuansa musim panas yang ceria lewat motif garis dan bunga berwarna cerah dalam jumpsuit dan gaun kasual rok yang mengembang ala fashion tahun 50-an. Potongan sabrina dan halter neck membuat gaun rancangannya tampak sexy namun tidak berlebihan. Terakhir ada Givia yang menutup acara dengan busana semi kasual yang cocok dikenakan saat pesta cocktail atau makan malam romantis dengan pasangan. Givia menonjolkan bordir dan backless dress dalam potongan yang asimetris serta pemakaian bahan-bahan transparan pada beberapa bagian gaunnya.

Selain peragaan busana, event Balinesia F.A.C.E dimeriahkan dengan berbagai penampilan tari tradisional Bali dan live DJ setiap harinya. Di hari terakhir, Idcreativeworld menganugerahkan 3 trofi untuk kategori Balinesia F.A.C.E Creative Designer Awards yang dimenangkan oleh Helmut B Art & Designer, Balinesia F.A.C.E Creative Booth Awards pada Reinvee Tan, dan Balinesia F.A.C.E Creative Brand Awards yang diraih oleh Ticket To The Moon. Event Balinesia F.A.C.E. ditutup dengan epic oleh penampilan fire dance yang mengundang decak kagum. Meski bukan yang pertama kalinya event sejenis hadir di Bali, namun Balinesia F.A.C.E telah sukses mewujudkan tujuannya yaitu  memperkenalkan karya kreatif dan unik Indonesia di market internasional. [WARN!NG/ Dian Trifinanti]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response