close

Bandung Zine Fest 2013 : Apresiasi Tinggi Media Alternatif

IMG_1277

Sukses dengan Bandung Zine fest 2012, sebuah ruang pamer dan share tentang media alternatif ini kembali di gelar pada 31 Agustus 2013. Masih bertempat di Gedung Indonesia Menggugat, zine fest kali ini sukses memaksimalkan tempat dan sumber daya yang ada.

Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz

Datang ke lokasi pukul 15.00, begitu mengejutkan mendapati ramainya pengunjung di luar gedung. Begitu masuk, tiap individu yang datang mengisi data hadir selayaknya sebuah acara kawinan atau seminar. Namun dengan begitu muncul data konkret bahwa sekitar 800 pengunjung berhasil terdata. Sebuah angka yang cukup besar untuk sebuah pameran media alternatif.

Setelah mengisi data hadir, kita langsung disuguhkan pada lapak-lapak zine maker yang berisi zine dan merch seperti kaos,patch,pin sticker dll. Tak kurang dari 30 lapak berbaris rapi di sisi kanan dan kiri gedung utama. Disana para zine maker bersiap menyambut pengunjung /apresiator yang melihat-lihat hingga akhirnya membeli zine mereka.

Pengisi lapak mayoritas adalah editor zine dan pengedar zine, disana nampak gembong zine seperti Mata-Mata, Needle n Bitch, Sangkakalam dll. Interaksi berlangsung tiada henti, sejak  acara dibuka hingga ditutup. Di tiap lapak tak jarang yang menyediakan stuff gratisan yang sudah dapat dipastikan akan ludes dengan cepat. Tapi ada hal yang menarik,ada banyak zine yang juga dijual namun tetap ludes. Ini menandakan apresiasi pengunjung terhadap zine cukup besar.Terlihat banyak zine rilisan baru yang beredar di acara ini, sebut saja Distraction #5, Cucukrowo #13, Kertas Imaji #1, Play Dead#2 dll. Dan salah satu zine lawas yang telah 5 tahun vakum, Seperak #11.

Bagi sesama pembuat zine, acara ini  merupakan surga tersendiri. aktivitas barter yang memang sudah mengakar dalam kultur zine, terjadi secara massif. Puluhan zinemaker yang hadir tampak saling bertukar zine satu sama lain. dan bukan tak mungkin budaya ini bisa menular segmen-segmen lain.

Masih ditengah aula, terdapat sebuah booth foto Bandung Zine Fest 2013, yang kali ini lebih besar dari tahun lalu. Bergeser ke sisi timur gedung, terdapat ruang pamer dan baca zine. Terlihat ada ratusan zine terhampar tanpa pengawasan. Tentu sebuah hal yang menarik, mengadakan pameran dengan membiarkan pengunjung membaca ratusan zine tanpa penjagaan adalah sebuah tindakan yang cukup berbahaya. Tapi faktanya, sejak zine fest tahun lalu, tak ada laporan kehilangan, ini menandakan para pengunjung adalah apresiator yang keren.  Di Ruangan ini juga terdapat pameran cover zine, namun sayang sepertinya tidak digarap maksimal.

Masih diruang tadi, juga terdapat sebuah mesin fotokopi. Hal ini mengingatkan pada sebuah acara zine di Jogjakarta yang diorganisir oleh KUNCI. Ya, mesin fotokopi disediakan untuk melayani pengunjung yang ingin menggandakan zine-zine yang ada di acara tersebut.  Tentu saja, sebuah antrian panjang tak terhindarkan pada sebuah alat yang menjadi kekasih zine tersebut.

Beralih ke barat, terdapat ruang workshop dan diskusi. Workshop kali ini diisi oleh Ika Vantiani yang membasah tentang zine foto, dan Billy Agustan  tentang kolase. Sementara untuk sharing session, dibuka oleh dedengkot zine, Pam, Didi dan Ucok.  Lepas sharing dan workshop, diadakan pemutaran dokumentasi acara zine fest tahun lalu. Yang diikuti dengan penutupan dari pihak panita.

Overall, bandung zine fest 2013 sukses memaksimalkan apa yang ada, Seluruh gedung terpakai baik sebagai booth-booth zine, lapak, ruang diskusi, ruang pamer,foto booth hingga mesin fotokopi. Ramainya pengunjung juga menandakan Zine yang notabene, sebuah media alternatif (yang mayoritas) fotokopian mulai mendapat apresiasi tinggi. Sebelum zine fest di bandung digelar, Semarang dan Jogjakarta juga turut mengadakan zine fest. Dan sekali lagi,halini sebuah progress menarik tentang eksistensi zine di Indonesia. Kita tunggu kejutan apa lagi di tahun depan, South East Asia zine fest mungkin ?

[Warning/Tomi Wibisono]

 

Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
Bandung zine fest © Warningmagz
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response