close

Bebunyi Berisik dari Kebon Suwung

kebun suwung

kebun suwung 2Kebun Pisang, bising noise, serta gangguan serangga juga tetangga dalam Kebun Suwung.

2346 Art Club berkumpul dan memanjatkan pepuja terhadap bising lewat acara bertajuk Kebun Suwung. Pertunjukan noise yang diselenggarakan dua hari (8,9/10) di tengah pohon pisang dan di antara rumah warga itu dinilai suwung (gila).

Kebun di tengah-tengah pemukiman warga dijadikan gelanggang dengan alasan bahwa noise patut mengenakan apa yang tidak lazim. Pilihan tempat unjuk berisik yang tidak biasa ini terbilang unik. Warga sekitar yang masih asing dengan suara bising khas pertunjukan noise menjadi tantangan tersendiri. Aditya “Smith” sebagai tuan rumah pun mengaku menggunakan tipu daya dalam hal perizinan. Alasan penggarapan video klip pun dilayangkan demi terselenggaranya hajatan kecil-kecilan ini.

Kedatangan pegiat noise dari Singapura kali ini menjadi latar belakang lahirnya Kebun Suwung. Sambutan yang sederhana dengan menekankan konsep penggunaan kerangka apa adanya ini pun dihelat.

Hari pertama dilatari oleh gerhana bulan dan lambaian dedaunan. Gangguan dari aktivis noise Singapura yaitu, S*I*N, Circuittrtip, dan NZLDX diluncurkan. Mereka bergantian dalam mengokupasi panggung. Kebun pisang itu disulap menjadi venue berisik yang menarik.

Acara hari kedua masih di tempat yang sama untuk melanjutkan ritual. Latar bentuk meja pertunjukan, hingga penataan lampu yang disisipi oleh teguran tetangga menjadifenomena tersendiri. Noise dianggap mengganggu sinyal televisi dan suara berisiknya dirasa mengganggu ketenangan jam belajar.

Konsep acara duetmenjadi pilihan. Tamusek dan Rajamala pun mengokupasi panggung pertama kali. Suara distorsi drone dan kilatan cahaya las listrik jadi pemandangan unik. Berikutnya ada penampilan dari Aji Morales yang berkolaborasi dengan Sean Bossbattle (USA). Suara-suara khas pertunjukan noise menggaung di sekitaran kebun gila ini. Sebagai pemuncak, Peranakan Gentho dan pelaku noise baru di kota Solo yaitu Simbah Kit Noise pun menutup acara. Instrumen dan beberapa pedal Peranakan Gentho beradu frekuensi dengan noise radio Simbah Kit Noise.

Seperti yang dikemukakan Deswin Tamusek, bahwa bunyi noise itu liar dan hanya bisa dikendalikan tanpa dilatih. Bebunyian ini dengan sendirinya memperkenalkan diri dengan lingkungan perumahan yang masih asing dengan keberadaannya. Beberapa warga yang terusik karena penasaran pun masuk dalam area kebun pertunjukan. Pertanyaan dan penjelasan yang muncul tercipta sebagai wujud pengenalan sekaligus penegasan jati diri pergerakan noise di Kota Solo. [Nugraha Sandy]

Kebon Suwung
Kebon Suwung

 

Event by                      : 2346 Art Club

Venue                          : Kebun Pisang, Bibis Wetan, Solo

Date                            : 8-9/10/2014

Man Of The Match     : Deswin Tamusek saat berdialog dengan warga sekitar, menjelaskan soal noise.

Rating                         : ***

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.