close

[Movie Review] Begin Again

beginag
Begin Again
Begin Again

Sutradara       : John Carney

Pemain           : Mark Ruffalo, Keira Knightley, Adam Levine

Tahun rilis     : 2014

Lagu “Lost Stars” milik Adam Levine tentu sudah bukan barang asing, begitu pula dengan film yang dilatarinya—Begin Again. Dan berkat lagu yang tengah populer tersebut pula lah, antusiasme menonton Begin Again terbangun. Bersyukur, sudah bisa diunduh secara cuma-cuma di situs kesayangan Anda. Bisa jadi kabar gembira karena kesan pertama film ini cukup bagus, pun sering diulas di beberapa media showbiz, baik dalam segi sinema maupun musiknya. Kehadiran Adam Levine sebagai salah satu pemeran utama pun lumayan bikin penasaran. Begin Again dikemas dengan begitu menjanjikan, film drama-romantis-komediyang disisipi cerita soal musik, ekspektasi otomatis melambung—apa bakal semenarik High Fidelity?

Bercerita tentang dua orang yang dibuat frustrasi dan juga dipertemukan oleh musik. Treatment awal film dibuat jalan ke belakang, menjelaskan bagaimana latar belakang dua tokoh utama saling bertemu, dan sisanya dibuat laju ke depan, menceritakan proses bagaimana hidup mereka dimulai kembali melalui musik. Bagi keduanya, musik bukan sekadar mak comblang, tapi juga katarsis yang mengantar mereka ke akhir bahagia. Si produser musik eksekutif, Dan Mulligan (Mark Ruffalo), menemukan dirinya sudah sangat berbeda visi dengan perusahaan label musik yang ia bangun sendiri—dan akhirnya dipecat. Karut marut hidupnya makin jadi saja ketika ia mendapati anak perempuannya tumbuh menjadi remaja pemarah yang berbusana seperti karakter Iris di Taxi Driver. Di sisi lain, Gretta (Keira Knightley) adalah penulis lagu yang dibuat patah hati oleh seorang bintang pop terkenal—dimainkan oleh bintang pop yang tidak kalah terkenal, Adam Levine. Lalu saat paling menentukan itupun tiba, Dan melihat penampilan Gretta membawakan elegi patah hatinya di atas panggung sebuah bar. Sebagai seorang produser musik, Dan belum kehilangan intuisi, ia yakin sekali jika Gretta dengan lagu-lagu patah hatinya bakal laku dijual.

Sedikit kabar buruk, film ini berjalan melenceng dari ekspektasi—penulis review. Tipe film musim panas seperti ini memang seharusnya tidak boleh begitu diambil pusing. Tipe film yang bisa ditonton sambil pacaran atau mengerjakan hal lain yang lebih menguras konsentrasi dari pacaran. Karena tak perlu terlalu ditonton benar-benar toh secara penulisan skrip atau sinematografi tidak ada yang terlalu istimewa. Kisah perjuangan Dan dan Gretta menggarap album secara indie di lokasi-lokasi luar ruangan terkesan seperti film natal keluarga. Mengumpulkan sukarelawan untuk mengisi posisi band, jatuh bangun dibubarkan polisi, dan akhirnya album berhasil tergarap—ah, sudah khatam lah dengan jalan cerita macam itu.

Meski begitu, Begin Again boleh saja ditonton walau bukan sebagai film favorit. Dari film ini, Anda bisa jadi saksi Adam Levine membawakan lagu yang lebih soulful ketimbang musik-musik arus utama bandnya yang cenderung generik. Di sini, derajat musik sebagai elemen penting dalam peradaban manusia makin ditegaskan. Seperti yang dikatakan Dan di tepi jalanan New York ketika berbagi musik dengan Gretta, “What I love about music,is that even the most banal scenes are suddenly invested with meaning.” Musik berperan seperti layaknya filter optik bagi hidup, apapun skenarionya, cara kita menikmatinya bisa sangat ditentukan oleh musik yang sedang didengarkan. Tak usah repot-repot lari ke hutan atau belok ke pantai untuk bermelankoli, jejalkan saja musik-musik bernada minor ke kedua telinga.[Adya Nisita]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response