close

[Album Review] Begundal Lowokwaru – Nada Sumbang Pinggiran

Begundal lowokwaru nada sumbang pinggiran

Begundal lowokwaru nada sumbang pinggiranBegundal Lowokwaru – Nada Sumbang Pinggiran

BL Record

Watchful Shot: Bullshit Punk – Suburban Kids – Seplok Ndasmu

[yasr_overall_rating size=”small”]

Bertambahnya usia terbukti tidak mempengaruhi attitude sebuah band. Begundal Lowokwaru, punk rocker gaek asal Malang ini adalah representasi generasi menolak tobat yang authentic. Jeda 5 tahun setelah menjadi satu-satunya band punk yang merilis EP dalam format akustik, pria-pria nakal ini kembali dengan album penuh bertajuk Nada Sumbang Pinggiran.

Kejutan pertama adalah ketika mendengar hibrida disco dengan punk rock di nomor pembuka, “Tobat”. Tak hanya memberikan kejutan yang menipu pendengar—ini kali pertama mereka memasukan unsur tersebut, mereka juga menipu malaikat yang mengira band ini akan tobat karena membuat lagu berjudul “Tobat” yang ternyata isinya jauh dari nuansa rohani. Lagu tadi kemudian disempurnakan oleh nomor “Rock Sex And Alcohol”, yang sekaligus menjadi manifesto Begundal Lowokwaru tentang arti bersenang-senang dalam menjalani hidup.

Ada banyak materi lama yang didaur ulang.Hasilnya? Pertama jelas lebih bersih. Dan nomor-nomor seperti “Suburban Kids” dan “Indonesian Proud” didaur menjadi lebih bertenaga, sedang satu nomor legendaris “Seplok Ndasmu” temponya juga berubah, jika rekaman lama terdengar flat, di album ini dibuat dinamis, dan part-part singalong yang lebih rusuh namun tetap terdengar jernih. Sayang di nomor “Lagu Cinta Kelas Pekerja”—yang dulunya berjudul “Working Class”— menghilangkan chantoi.. oi” yang sudah melekat pada refrain.

Nomor berbahaya lainnya ada pada dua lagu tentang otokritik pada lingkungan sekitar (komunitas) yang tertuang di “Rocker Kambuhan” dan “Bullshit Punk”. Di dua nomor tadi, emosi yang meledak terasa pada vokal Ustad Chipeng, yang suaranya juga semakin serak dan berat.

Keputusan memasukan banyak materi lama di album baru membuat nomor-nomor baru susah bersaing di telinga pendengar. Tentu bagi mereka yang mengikuti Begundal Lowokwaru, pasti akan langsung jatuh cinta pada materi-materi lama, apalagi kali ini terdengar sangat jernih.

Sebelum memutar cakram padat ini, dipastikan para pemilik CD akan terkesima melihat artwork pada album kali ini. Dengan konsep hitam putih, kita seolah membaca zine dengan artwork tipikal Maximum Rocknrollada sebuah cerita tanpa teks yang berkisah tentang kisah empiris Begundal Lowokwaru. Ya, mereka paham betul di era digital ini, kemasan CD yang biasa saja akan mereduksi keinginan untuk memiliki rilisan fisik, dan Nada Sumbang Pinggiran ini sangat layak berada di barisan koleksi CD kalian.[WARN!NG/Tomi Wibisono]

 

 

 

Tags : begundal lowokwaruPunk
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.