close

Lets Skate and Rock!

alone at last

Starcross  menyuguhkan hibrida skate dan rock sebagai perayaan pesta ulang tahun ke 10

rocket rockers
rocket rockers

Ribuan orang terlihat memadati halaman depan Jogja City Mall pada Minggu (7/2/2014) kemarin. Ulang tahun brand clothing ternama asal Jogja, Starcross, dalah penyebabnya. Untuk memeriahkannya, Starcross menghelat acara itu dengan membuat kompetisi skateboard. Dengan gratisnya biaya pendaftaran kompetisi, banyak skateboarder asal Jogja maupun kota-kota sekitarnya datang untuk unjuk kebolehan demi memenangkan total hadiah sebanyak 4 juta rupiah. Kompetisi itu sendiri berlangsung dari jam 10 pagi hingga menjelang maghrib. Setelah itu ROCKHEART TOUR dari 2 band asal Bandung yaitu Alone At Last (AAL) dan Rocket Rockers menjadi puncak acara tersebut.

Selepas kompetisi selesai, cuaca menjadi agak sedikit mendung. Namun, hal itu tidak menghalangi Stand Alone Crew (fans Alone At Last) dan Rocket Rockfriends (fans Rocket Rockers) untuk datang ke venue bersenang senang bersama band idola mereka.

Jogja adalah kota kedua setelah Solo yang disinggahi 2 band indie asal kota kembang tersebut dalam agenda tur 2 band yang memiliki hubungan pertemanan yang erat tersebut. Selain AAL dan Rocket Rockers sebagai pemuncak acara, band indie local Jogja yang diwakili oleh Gepeng And The Gang (G.A.T.G), Morning Horny, dan Bravesboy turut memeriahkan acara ulang tahun Starcross itu.

Usai dihibur oleh G.A.T.G dengan punk rap-nya, penonton diajak berpogo ria oleh alunan melodic punk ala Morning Horny. Band asal Jogja ini sendiri cukup menarik perhatian dengan banyak berkomunikasi dengan penonton memakai bahasa Jawa. Selain itu, band yang menyebut musik mereka dengan sebutan Teenage Rebel Rawx ini juga menghadirkan sebuah gimmick lucu dimana si vokalis mengenakan kostum kelinci di atas panggung.

Setelah Morning Horny menyelesaikan penampilan mereka, giliran band ska reggae asal Jogja, Bravesboy mengokupasi panggung. Penonton terlihat semakin membludak demi bergoyang bersama band yang namanya sedang naik daun ini. Bravesboy pun mambayarnya dengan tuntas. Bermodalkan lagu-lagu andalan mereka seperti Long A Way, Putuskan Saja Pacarmu, dan Cinta Itu Asu, Bima cs mampu mengajak para penonton untuk bergoyang, berdansa, dan sing along di sepanjang penampilan mereka. Intens.

Waktu menunjukkan pukul 8 malam. Yang ditunggu-tunggu penonton pun akhirnya naik panggung. Alone At Last memulai setlist mereka dengan scream tinggi vokalis mereka, Yas, yang berdurasi sekitar 20 detik. Cukup membuat decak kagum penonton terutama Stand Alone Crew yang sedari sore telah menunggu. Kuartet asal Bandung ini menunjukkan kualitas mereka sebagai grup band emo/post-hardcore yang paling menonjol di Indonesia. Yas dengan gaya enerjiknya mampu menjadi highlight malam itu. Berkali-kali dia menunjukkan aksi penggungnya yang liar dengan memanjat tiang-tiang megah panggung. Ia terlihat seperti ingin mensejajarkan dirinya dengan patung malaikat yang berdiri di sisi kanan dan kiri panggung.

rocket rockers
rocket rockers

Bahkan, Yas sempat meyuruh sekuriti yang ada di bibir panggung untuk menyingkir dan membiarkan para penonton maju lebih ke depan, tepat di depan panggung setinggi kurang lebih 2 meter tersebut sebelum mempersembahkan lagu “Rise For Freedom” bagi pejuang-pejuang keadilan di negara tercinta Indonesia. Enerjik dan liarnya Yas mencapai klimaksnya ketika dia turun dari panggung, melakukan crowd surfing, dan berlarian kesana kemari sambil tetap bernyanyi, growling, dan screaming dengan kualitas prima di tengah-tengah penonton. Aksinya yang begitu liar juga diimbangi oleh perminan gitar dari Owie, bass dari Ubey, dan hentakan drum dari Athink yang menawan.

Meski sound gitar dari Owie sempat mati di beberapa lagu, namun penonton tetap berpogo ria dan sing along, apalagi ketika Alone At Last membawakan nomor-nomor klasik mereka seperti “Amarah, Senyum, dan Air mata”, “Kisah Jejak Terhina”, dan tentu saja “Muak Untuk Memuja”. Total 9 lagu dibawakan AAL dengan sukses malam itu sebagai tanda bahwa kota kedua dalam jadwal tur mereka telah mereka kuasai.

Keriaan tidak lantas berhenti ketika AAL menyelesaikan setlist mereka. Bahkan penonton yang berada tepat di bibir panggung terlihat semakin membludak. Rocket Rockers adalah alasannya. Empat buah banner dipasang oleh crew panggung yang bertuliskan Rocket Rockers serta judul album terbaru mereka “Merekam Jejak”. Sebuah tayangan berupa rekaman-rekaman singkat film lawas era tahun 90an mulai ditayangkan oleh Rocket Rockers di layar besar di panggung. Mereka terkesan ingin menyampaikan kesesuaian tema rekaman-rekaman itu dengan album terbaru mereka. Aska, Bisma, Lowp, dan Ozom segera naik panggung diikuti sambutan meriah dari sekitar 8 ribu penonton yang memadati venue malam itu. “Hidup Adalah film terbaik” didaulat menjadi nomor pembuka. Meskipun telah ditinggal Ucay, Rocket Rockers dengan formula Pop Punk-nya tetap bertaji dengan kendali vokal diambil alih oleh Aska. Nomor-nomor klasik seperti “Klassix”, “Bangkit”, dan “Hitam Putih Dunia” mereka bawakan malam itu. Mereka juga mempersembahkan “Terobsesi” bagi mereka yang masih terobsesi dengan kekasih teman. Tak ayal, koor massal segera tercipta apalagi ketika mereka menggeber “Ingin Hilang Ingatan”, nomor paling andalan bagi Rocket Rockers.

alone at last
alone at last

Sebuah gimmick menarik ditampilkan kuartet asal Bandung itu ketika mereka secara mengejutkan menyisipkan lagu “All of Me”-nya John Legend ke dalam lagu “Hari Untukmu”. Crowd semakin tersentak ketika “Pesta” digebar. Rocket Rockersfriends Nampak bergoyang, bersatu dalam sebuah kesenangan bersama idola mereka. Sebelum memenuhi permintaan penonton yang meminta lagu “Dia” untuk digeber, Aska menyadari bahwa bannaer di belakang mereka terbalik dan mengomentarinya sambil bercanda dengan misuh ‘Asu’ diikuti tawa dari penonton. Namun, itu tidak menjadi masalah baginya karena ketika “Dia” digebar, sing along kembali terjadi. Di lagu ini pula Rocket Rockers memasukkan refrain lagu “Rude” dari Mag!c. Menarik dan mengejutkan. Sebelum single teranyar mereka, “Mimpi Menjadi Sarjana” dibawakan, para personel Rocket Rockers menyempatkan diri untuk berterimakasih kepada para penonton.

Single terbaru mereka ini cukup menyindir para penonton yang sedang sibuk kuliah atau mengerjakan skripsi. Lagu yang sangat tepat untuk dibawakan di kota pelajar ini. “Reuni” menjadi nomor lawas yang juga dibawakan Rocket Rockers. Tak henti-hentinya crowd menjadi sebuah koor

alone at last
alone at last

massal malam itu. Sekitar pukul 10.30 Kehadiran para personel AAL di atas panggung di lagu terakhir “Awal Dari Cerita” menjadi klimaks yang megah malam itu. Ditambah lagi, lagu tersebut khusus diciptakan sebagai soundtrack ROCKHEART TOUR. Meskipun hanya sedikit dari penonton yang mengetahui lagu yang notabene baru bagi mereka ini, namun kolaborasi dari AAL dan Rocket Rockers menjadi penutup yang sempurna malam itu seolah menjadi penanda bahwa band indie seperti mereka mampu bertahan dengan mengandalkan sebuah pertemanan yang erat. Lagu itu menunjukkan pesan bahwa babak baru dalam kehidupan bermusik mereka telah dimulai dan penonton yang datang plus dua patung malaikat di samping kiri kanan panggung adalah saksinya.

Dikirim oleh: Yulianus Febriarko

Photo: Dok. Starcross

Starcross Skate Competition
Starcross Skate Competition
Starcross Skate Competition
Starcross Skate Competition
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response