close

Bersenandung Bersama Air dan RAN

ran (2)
RAN © Warning
RAN © Warning

Sabtu (25/5), sebuah Konser Amal bertajuk TETAVARIUM (Teknik Pertanian Various of Music) – Senandung Air digelar. Bertempat di Sportorium UMY Konser yang diorganisir oleh mahasiswa Teknik Pertanian (PERMATETA) ini mengundang RAN sebagai tamu utama. RAN didampingi sejumlah band lokal yang kerap mondar-mandir di panggung musik Yogyakarta belakang ini. Mereka adalah Plenthong Konslet, Batiga, Sriplecit, dan Everyday. Selain itu konser ini juga menampilkan bakat-bakat musisi cilik jogja seperti Odi Drummer Cilik dan IDC Percussion.

Pukul 18.30 tepat acara Konser Amal TETAVARIUM resmi dibuka. Odi Drummer Cilik membuka gelaran acara ini dengan penampilan atraktif lewat gebukkan drumnya, berbagai aransemen musik ditampilkan dengan lincah bak drummer professional. Setelah puas disuguhi penampilan ciamik dari Odi, Kali ini IDC Percussion menjadi penampil selanjutnya. IDC Percussion terdiri oleh 7 orang anak kecil yang fasih memainkan alat music perkusinya masing-masing. Mereka menampilkan lagu “Padang Bulan”, “Laskar Pelangi” dan “Mata sang Garuda” dengan gaya perkusi.

Usai penampilan IDC Percussion, penonton langsung disambut oleh penampilan dari Plenthong Konslet. Mereka menggabungkan musik tradisional; gamelan dan alat music modern. Plenthong Konslet langsung mengajak para penonton untuk berdiri dan menyanyikan bersama-sama lagu Indonesia Raya. Diiringi oleh suara hujan deras yang kembali mengguyur Sportorium UMY, mereka melanjutkan aksinya dengan membawakan sekitar lima buah lagu karya mereka sendiri.

Suasana Sportorium UMY seketika berubah. Ceria dan semangat karena penampilan Plenthong Konslet, berubah menjadi syahdu ketika Batiga masuk dan mulai membawakan “When You Love Someone” ciptaan Endah N Rhesa. Suasana khas malam minggu pun berlanjut ke lagu-lagu berikutnya yang dibawakan oleh Batiga. Penonton terus dibawa dengan suasana syahdu diiringi suara deru air hujan yang masih deras di luar Sportorium UMY.

Suasana syahdu tetap dipertahankan oleh Everyday. Penampilan Everyday semakin menarik ketika lagu-lagu yang dibawakannya dipadukan dengan kombinasi permainan lighting dan aksi panggungnya yang atraktif. Band beraliran folk ini mulai menaikkan tempo musiknya ketika lagu “Kapan Ke Jogja Lagi” dilantunkan. Di lagu ini pula interaksi dengan penonton pun mulai dibangun. Dalam Interaksinya dengan penonton, Everyday mengajak para penonton untuk ikut mengirim video rekaman pribadi yang berisi jawaban pertanyaan “Jogja itu apa?”. Video rekaman yang dikirim penonton tersebut nantinya akan digunakan sebagai video klip lagu “Kapan Ke Jogja Lagi”.

Setelah Batiga dan Everyday tampil membawakan lagu-lagu slow, panggung TETAVARIUM kembali berubah suasana. Kali ini Sri Plecit yang bertanggung jawab dalam merubah beat musik yang kembali naik di panggung TETAVARIUM. Suasana musik Ska yang asik dan memancing para penonton untuk ikut bergoyang pun mulai disuguhkan oleh Sri Plecit, melalui lagu pertamanya yang berjudul “Jungle” mereka memulai aksinya. Di tengah-tengah pegantian lagu sang vokalis Wipti berhasil membuat interaksi dengan penonton tetap terpelihara, diantaranya dengan banyolan-banyolan khasnya dan aksi pembagian sejumlah bunga kepada beberapa pasangan kekasih yang menonton acara ini. Lagu selanjutnya adlaah gubahan “Mari Kemari” yang dicover dengan keceriaan musik ska. Selain lagu “Jungle” dan “Mari Kemari”, total 6 buah lagu berhasil dipersembahkan Sri Plecit untuk memanaskan suasana sebelum menyambut penampilan RAN. Di tengah-tengah aksinya pula Sri Plecit menyempatkan diri untuk membagikan secara gratis sebuah CD Boon Safari.

Lepas Sri Plecit, kini saatnya bintang tamu utama, RAN mengokupasi panggung. Suara riuh dari teriakan penonton wanita seketika pecah di Sportorium UMY. Tak banyak bicara RAN langsung membuka dengan lagu pertamanya yakni “Hari Baru”. Gaya khas Rayi dan Nino, duo vokalis RAN yang berlarian ke semua sudut panggung membuat suasana semakin intim.

Rentetan lagu “Jadi Gila”, “Kulakukan Semua Untukmu”, ”Nothing Last Forever”, dan “Mencuri Hati” berhasil memanaskan atmosfer panggung. Seusai menyanyikan lagu “Sepeda”, Nino menyempatkan diri untuk bercerita tentang salah satu lagunya yang menurutnya mempunyai alunan beat yang paling slow dibanding lagu-lagu RAN yang lain, yakni “Ratu Lebah”. Nino juga bercerita bahwa lagu ini merupakan lagu pertama yang dibuat oleh RAN khusus untuk original soundtrack dari sebuah film, yakni Queen Bee. Setelah selesai bercerita trio ini langsung melantunkan lagu “Ratu Lebah” yang diikuti nomor “Salah Tingkah”, dan “Hanya Untukmu”.

Disetiap peralihan lagu yang dinyanyikan, RAN tak henti-hentinya mengingatkan untuk ikut bergerak menghemat air bersih dan ikut melestarikan air bersih untuk kehidupan manusia di masa depan. Satu pemandangan menarik muncul disebuah peristiwa sebelum lagu “Dewiku” dilantunkan, Rayi dan Nino berlari turun panggung dan menghampiri kesemua sudut lokasi penonton. Dengan senyuman mereka berdua menyentuh lambaian tangan para penonton yang berteriak histeris. Para penonton yang mayoritas perempuan tersebut nampak sangat gembira setelah mendapati lambaian tangan mereka disentuh oleh Rayi dan Nino. Sebagai penutup, RAN memilih lagu “Pandangan Pertama” untuk dinyanyikan bersama para penonton. Raut wajah ceria pun terpancar dari para penoton yang menyaksikan konser TETAVARIUM di Sportorium UMY ini. Kepuasan tersebut juga diungkapkan oleh Dea, salah satu penonton yang hadir di acara TETAVARIUM, “Puas banget nonton aksinya RAN malem ini, asik banget gaya mereka, Batiga juga keren, ga rugi deh nontonnya” pungkasnya.

Perlu diketahui juga, Konser Amal Tetavarium (Teknik Pertanian Various of Music) dilatarbelakangi oleh kepedulian mahasiswa Teknik Pertanian UGM akan krisis air di Dusun Kalitengah Lor, Kabupaten Sleman, DIY. Untuk mewujudkan kepedulian tersebut, PERMATETA merancang konsep konser amal sebagai malam puncak peringatan Hari Air Sedunia 2013. Keuntungan dari penjualan tiket konser ini akan disumbangkan kepada Dusun Kalitengah Lor untuk pembangunan instalasi air sebagai wujud kepedulian PERMATETA terhadap konservasi air terlebih pada daerah yang mengalami krisis air. [Warning/Andri Putranto]

Event By : Mahasiswa Teknik Pertanian UGM
Venue : Sportorium UMY
Date : 25 Mei 2013
Man Of The Match : Perpaduan suasana menarik sebelum masuk pada klimaks saat RAN mengokupasi panggung
Rating : 3

RAN © Warning
RAN © Warning

Foto-Foto Konser ini bisa dilihat di -> Tetavarium – Senandung Air

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.