close

BLUES EXPLOSIONS #2 SUKSES JAWAB “WHY BLUES?”

no thumb
jogja-blues2

Tema “Why Blues?” telah terjawab seiring berjalannya acara Blues Explosions #2 yang digelar selama 2 hari, yaitu pada Sabtu dan Minggu (1-2 Desember 2012). Bertempat di JNM (Jogja National Museum), event ini mengalami peningkatan pesat hampir di segala lini dibandingkan pagelaran sebelumnya. Selain sebagai ruang bagi keterjalinan antar komunitas blues Indonesia, acara ini juga bertujuan untuk memperkenalkan musik blues yang konon merupakan akar dari segala jenis musik, pada masyarakat umum. Maka mulai dari musisi komunitas hingga nama-nama besar didaulat menjadi performer. Cap festival blues pertama dan terbesar di Yogyakarta dan Jawa Tengah pun layak untuk di sandang.

Membandingkan dengan event-event berlabel “blues” serupa yang diadakan di Ibukota, Jogja Blues Eksplosions #2 ini mengambil langkah berani dan mantap dalam memperkuat esensi festival blues dengan menyertakan sekitar 50 musisi yang hampir keseluruhannya memang memiliki akar musik blues. Yoggi N The Troublemaker, Jamphie Johnson, Jasmine, Blues Guardian, Sue Bonnington adalah beberapa line up andalan yang mengisi Main Stage di hari pertama. Tak lupa juga sambutan hangat pada aksi guitar slide ala delta blues dari Adrian Adietomo. Sementara untuk Community Stage sendiri digilir oleh perwakilan dari sekolah musik dan UKM beberapa universitas.

Atmosfer blues pun mulai terasa sejak memasuki venue. Nada-nada blues yang mengalun dari jengkal Stratocaster atau Telecaster bertebaran mulai dari Main Stage. Community Stage, hingga stand-stand menarik seperti penjualan merchandise dan jual-beli gitar beserta aksesorisnya. Sayangnya karena harus bersaing dengan banyak acara menarik dalam malam yang bersamaan, hari pertama dari pagelaran ini tidak begitu ramai.

Setelah menjadi bintang panggung di hari pertama, ternyata Adrian Adietomo dengan tanpa status performer, masih hadir dalam hari ke dua Blues Explosions #2. Tak salah, karena meski dikepung oleh gerimis, pagelaran hari kedua justru jauh lebih dipadati penonton. Massa mulai tampak berkerumun di depan Main Stage pada giliran Jumpin Jack unjuk gigi. Berbeda dengan hari pertama, di hari kedua panggung Community Stage diduduki oleh komunitas blues daerah. Momen spesial ada pada suasana blues tradisional 50an yang tergambarkan oleh penampilan sederhana Herry Firmansyah, dengan jersey Liverpool nya. Lalu setelah dua lagu dari The Blue Jeans, disematkanlah penghargaan Jogja Blues Community Award pada dua sosok musisi blues Jogja yang telah berpulang, yaitu Niko Nigers dan Wahyono Tele.

Tanpa bermaksud menyepelekan peran instrumen lain, gitar memang menjadi unsur fundamental bagi musik blues. Terbukti pada Jogja Blues Explosions ini, dua panggung yang ada tampak menjadi pelataran bagi para gitaris kelas dewa untuk menunjukan sihirnya. Maka sehabis penampilan dari Ginda and The White Flowers, tak ada yang lebih cocok daripada dedengkot gitaris berskill di atas normal, yaitu Gugun dan rombongannya, Gugun Blues Shelter sebagai penutup acara. “Blues is about having fun” diucapkan oleh Gugun sebelum mereka mempraktikannya lewat lagu-lagu seperti “Women”, ”Turn it On”, dan “Soul On Fire”. Setelah membuat sebagian penonton merinding dan menganga, grup band yang berhasil mengangkat musik blues ke permukaan skema musik nasional pada tahun-tahun belakangan ini menutup acara dengan “White Dog”. Suksesnya Blues Explosions #2 membuktikan gagahnya perkembangan scene blues di Yogyakarta, seperti pengakuan Gugun pada malam itu “Seharusnya Jogja lah ibukota blues di Indonesia”[Warning/Soni]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response