close

Boja Krama #3: Suguhan Folk Nikmat nan Hikmat

silampukauuu
silampukau © bojakrama
silampukau © bojakrama

Baru-baru ini Surabaya punya rahim gig baru bernama Rumah Gemah Ripah, sebuah kolektif yang membidani lahirnya Boja Krama. Setelah sukses memboyong Dirgahayu dan Sigmun di dua event edisi sebelumnya, Boja Krama #3 kembali dihelat Rabu (6/4) lalu.

Kali ini, mini gig yang intim ini diadakan di C2O Library, sebuah perpustakaan mungil nan asri di tengah kota Surabaya. Dalam format akustik, kali ini keempat penampil mengusung musik folk. Mereka adalah Teman Sebangku yang sedang dalam perjalanan tur mereka, Pathetic Experience, Taman Nada dan tak ketinggalan, sang juragan arak beras, Silampukau!

Didukung dengan pemilihan venue yang tepat, suasana sore itu terasa santai dan penonton mulai memadati area pertunjukan selepas maghrib. Dalam sebuah alternative space berkapasitas 100 orang itu, Silampukau membuka set tepat pada pukul 7 malam.  Diawali dengan nomor “Sang Pelanggan”, riuh applause dari audience dipicu sejak petikan dawai enam senar Kharis Junandaru didendangkan. Dan saat serpihan lirik “Dolly..Yang menyala-nyala di puncak kota” dilontarkan, penonton larut terlibat dalam koor-koor panjang atau sekedar bergumam kecil mengikuti lagu yang bercerita tentang lokalisasi yang hari ini hanya tersisa menjadi puing-puing kenangan saja.

Kerinduan dan pahitnya perpisahan lalu berhasil disuarakan oleh duo kepondang ini melalui lagu “Puan Kelana” yang juga bersambut sing a long. Ditutup dengan rapalan “Doa 1” Silampukau membuka hajatan dari Rumah Gemah Ripah ini dengan nomor penutup yang meriah dari mereka.

taman nada © bojakrama
taman nada © bojakrama
pathetic experience © bojakrama
pathetic experience © bojakrama

Usai penampilan memukau dari Silampukau, Taman Nada, mengambil alih pertunjukan. Band yang baru saja mengalami masa hiatus ini, kembali tampil malam ini, setelah mengalami fase hibernasi yang cukup panjang. Kerinduan para penonton yang menanti kepulangan mereka terpancar sewaktu Taman Nada membawakan lagu “Pulang”, yang bersambut dengan sumbangan suara dari audience yang juga ikut bernyanyi pada “Marilah Mari”. Taman Nada juga membawakan beberapa lagu baru, yang nantinya akan terkandung pada debut album mereka yang dijanjikan akan dirilis dalam waktu dekat.

Kondisi venue yang dipadati oleh penonton yang melebihi kapasitas menyebabkan hawa panas tak terhindarkan. Beruntung hadirnya duo akustik bernuansa tradisional nusantara komando dari Bagussetya dan Dhimas Zoso sedikit menghadirkan angin segar untuk para penonton agar tak lekas hengkang dari lokasi pertunjukan. Melalui single teranyarnya yang dibaptis dengan judul Segara”, mereka berhasil menjadikan musik mereka sebagai alasan bagi para penonton untuk tetap singgah hingga acara usai.

Meskipun mereka bermain secara instrumental saja, mereka tak kehilangan kharisma untuk menyihir setiap mata penonton yang sering dibuat terkejut oleh pattern adu senar mereka yang unpredictable dan berbuah gemuruh sautan tepuk tangan. Meskipun tidak ada koor-koor panjang yang terlahir seperti halnya para penampil sebelumnya, Pathetic Experience tetap berhasil membuat penonton jatuh hati dan terkesima oleh penampilan kompleks dan epic mereka. Setelah larut dalam 30 menit dalam balutan musik akustik post-nusantara, kini tiba giliran tamu yang datang dari Bandung, Teman Sebangku yang didaulat sebagai penampil terakhir.

Teman Sebangku, tampil di Boja Krama #3 dalam rangka menjalani rangkaian tur yang mereka namakan Berjalan Menuai, yang total melintasi tujuh kota dan Surabaya merupakan destinasi kota ke-5 bagi mereka. Sebelum bermain di Surabaya. Duo Sarita dan Doly ini mulai membuka set mereka dengan tembang lawas yang termuat dalam mini album mereka yakni “Perempuan Pagi” yang berlanjut pada single mereka Alir dan Arah” dan tentu saja materi dalam sebuah debut album mereka “Hutan dalam Kepala”.

teman sebangku © bojakrama
teman sebangku © bojakrama

Sarita tetap tampil enerjik dan menggemaskan, meskipun terlihat tubuhnya dibasahi keringat, sesuai dengan tagline mereka #bermaindimanasaja. Sarita yang tampil tanpa alas kaki sempat memuji dan terharu akan penonton di Surabaya yang setia menunggu mereka hingga usai dalam suasana udara yang panas, dan mereka membayar lunas dengan penampilan mereka yang apik. Koor-koor panjang pun tak terhindarkan hingga Teman Sebangku menyudahi penampilan. Usai berbenah, Teman Sebangku dengan ramah menemui dan melayani para penonton yang mengingikan legalisir pada rilisan fisik, ber-selfie ria ataupun sekedar bercengkrama. Boja Krama #3 ditutup oleh Teman Sebangku dengan kenangan memorabilia yang tumbuh subur dan teduh di hutan dalam kepala masing masing dari kita. [contributor/Reno Surya]

 

Event By : Rumah Gemah Ripah

Venue : C2O Library. JL. Dr. Cipto no 20, Surabaya.

Man of the Match : Silampukau tampil paling memukau.

Date : 6 April 2016

Warning Level : !!!!

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.