close

Burgerkill Membakar Yogyakarta

_MG_6377

          

“Burgerkill di JNM? yang bener aja? Bisa runtuh tuh tempat” ujar seorang kawan dalam obrolan sepulang menghadiri Assault Tour #4 yang juga digelar di Jogja National Museum(JNM). JNM memang sudah menjadi tempat sakral untuk scene musik cadas di Yogyakarta. Hampir setiap minggu ada saja gigs-gigs yang menghadirkan band-band beraliran keras disini, baik dari dalam maupun luar kota. Kali ini tamu JNM memang sangat istimewa, tamu besar kali ini merupakan jawara Metal Hammer Award dalam kategori Metal As F*ck di London Juni lalu, Burgerkill.

Burgerkill © Warningmagz
Burgerkill © Warningmagz

Dugaan beberapa hari lalu pun menjadi semakin nyata sesaat sebelum memasuki venue. Beberapa ekor anjing menyambut dengan lolongan di depan enterance. Sebuah solusi koersif dari panitia acara untuk  mencoba menahan dobrakan para begundal yang akan berpesta malam ini.

Pukul 20.00 venue sudah mulai dijejali penonton, namun sebagian masih memilih duduk. Mungkin mereka sedang menghemat tenaga untuk pembantaian malam nanti. List band-band pembuka pun mulai menyanyikan 4-5 lagu mereka. Nama-nama pengisi rutin gigs JNM mulai mencoba memanaskan suasana. Sebut saja Elf Killing Orc, Genital Defects, Devils Enemy, Walking Step Aside, Streetlife, serta Alat berat bergantian menggeber musiknya di panggung kecil di halaman JNM. Makin malam penonton semakin berjubel. Musik yang semakin keras pun mulai merayu para penonton untuk mulai membuka moshpit.

Los Pakualamos dan NOK 37 secara berurutan menghibur para penggemar hip hop malam itu. Panggung menjadi sedikit menarik ketika sekitar belasan fans ikut naik memenuhi panggung, meramaikan penampilan Los Pakualamos. NOK37 Rabu (23/10) lalu baru saja menjadi salah satu band pembuka Assault Tour #4 yang menghadirkan Jeruji (Bandung), Stright Forward (Singapura), dan 50Lions (Australia). Kali ini tampil beda, mereka yang biasanya bersetelan kaus kebesaran kali ini menggunakan setelan hem hitam bertuliskan Rawrap Unit Yogyakarta di punggungnya dan tentu saja dengan jumlah penonton lebih banyak malam ini.

Antiloser dan Knockdown menjadi katalisator yang cukup kuat untuk merapatkan seluruh penonton malam itu, benturan dari sikut, tinju dan tumit pun berkelebat dengan cepat. Hentakan drum, growl dan scream benar-benar membakar moshpit  yang meluas tidak hanya di depan namun juga di sisi panggung. “Modal Kecu” diiringi stage diving dan crowd surving oleh tiga personil Knockdown menjadi pengantar sangar menuju puncak acara.

Pukul 23.00 tepat Burgerkill mengokupasi panggung malam itu. Dengan cepat mereka membuka pesta Begundal (sebutan penggemar Burgerkill)  malam itu dengan nomor “Atur Aku” dari album Beyond Coma and Despair serta “My Worst Enemy” dari album terbaru mereka “Venomous” yang dirilis 2011 silam. Bermain di panggung kecil sama sekali tidak mereduksi penampilan energik unit Metal asal bandung ini. Setelah dua lagu Vicky sang vokalis menyapa penonton,”Piye kabare Jogja?” disahut dengan teriakan dari para Begundal.

Sesaat sebelum Burgerkill naik ke panggung, MC sempat menyampaikan pesan kepada para fotografer untuk merapat ke dalam barikade. Hal ini merupakan salah satu hal menarik dan berbeda dari gigs musik cadas lainnya, sepertinya manajemen Burgerkill menyadari bahwa dokumentasi merupakan salah satu harta penting untuk mengabadikan perjalanan dan meningkatkan popularitas  sebuah band. Terbukti dengan rilisnya DVD We Will Bleed Januari silam yang berisi dokumentasi perjalanan berdirinya  Burgerkill pada 1995 hingga saat ini.

Pesta begundal berlanjut dengan nomor-nomor yang menghentakkan indra pendengaran, mulai dari “Under the Scars”, “Penjara Batin”, “Shadow of Sorrow” hingga “House of Greed”.  2000 penonton dalam tempat kecil seperti JNM benar benar membuat atmosfir terasa lebih panas. Headbang dan pogo memperkeras gesekan yang semakin menaikkan suhu JNM. Selanjutnya “Tiga Titik Hitam” dan “Darah Hitam Kebencian”dieksekusi dengan sempurna sebagai penutup “pembakaran” Burgerkill atas publik Yogyakarta di JNM malam itu. Melalui akun twitternya Burgerkill menyatakan sudah lama tidak manggung sedekat ini dengan para Begundal. Burgerkill telah sukses membakar 2000 penonton di JNM,Yogyakarta [Warn!ng/Bahar Rabbani]

Crowd at JNM © Warningmagz
Crowd at JNM © Warningmagz

Gigs Documentation Here -> Hysteria with Burgerkill

Event By : Genthonk Cloth YK

Date : 26 Oktober 2013

Venue : Jogja National Museum

Man of The Match : Romantisisme Burgerkill dan JNM

Warn!ng Level : •••1/2

 

Tags : Burgerkill
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response