close

Burning The Coldness on ‘Forging A Legacy’ Launching Party

DPP_0278
Death Vomit
Death Vomit

Rombongan manusia berbaju hitam-hitam terlihat memadati halaman liquid café, Yogyakarta selasa sore 25 november 2014. Tampak kerumunan itu berubah menjadi sebuah antrean yang mengular sampai tepi jalan. Hujan deras yang baru saja mengguyur Jogja dan masih menyisakan gerimis yang cukup awet sore itu tampak tidak terlalu digubris oleh mereka demi satu alasan utama: mengikuti pesta rilis album ‘Forging a Legacy’ dari mesin tria death metal kebanggaan kota jogja, Death Vomit. Bahkan antrean masih terjadi sampai hampir pukul 9 malam yang mana acara memang dijadwalkan dimulai pada jam tersebut.

Death Vomit
Death Vomit

Launching album yang didukung oleh Nocturnal Kudeta, Warhammer dan Something Wrong ini dijadwalkan mulai pukul 9 malam. Namun pintu baru terbuka pukul 10.00 bagi para metalhead yang telah setia berbasah-basah ria menunggu di luar venue.

Tepat pukul 10.30, Nocturnal Kudeta mulai mengkudeta panggung. Kuartet yang mengusung technical death metal ini tanpa basa basi menghajar panggung dengan lagu-lagu dari album mereka yang bertajuk sama. Para metalhead yang sudah masuk venue setelah berbasah-basah di luar nampak masih malu-malu untuk moshing di depan panggung. Mereka hanya duduk sambil sesekali menggoyangkan kepala mereka, berheadbang menikmati sajian death metal penuh teknik dari Nocturnal Kudeta. Walau di salah satu lagu gitar sempat mati sesaat, penampilan Nocturnal Kudeta malam itu cukup memuaskan dan band ini, walau baru menelurkan satu album, menunjukkan bahwa mereka adalah salah satu band berbahaya yang patut diwaspadai.

Warhammer sebagai salah satu guest star mengambil alih panggung dan memulai kebisingan. Di awal-awal penampilan, sound mereka terdengar kurang jelas dan terkesan tumpang tindih seolah ingin saling mengalahkan antara instrument. Namun, kendala teknis ini nampaknya mulai hilang ketika mereka mulai menggeber lagu-lagu selanjutnya. Sampai warhammer selesai dengan penampilan mereka, belum ada satupun metalhead yang datang malam itu untuk mencoba bermoshing ria di depan panggung. Mereka Nampak saling tunggu untuk memanaskan moshpit malam itu.

Death Vomit
Death Vomit

Dan benar, ketika Something Wrong tampil, para metalhead tampak sudah tidak sabar untuk ber-moshing ria. Tidak bisa dipungkiri, nama besar dedengkot hardcore asal Jogja ini sanggup membuat para metalhead yang datang malam itu meliar di mosh pit. Secara khusus, Something Wrong juga mengcover salah satu lagu Death Vomit yang berjudul “Spirit of Blasphemy” dari album demo pertama Death Vomit di tahun 1998 untuk mengenang mendiang Agung, vokalis terdahulu Death Vomit. Walau di akhir lagu mereka sempat bercanda : “maaf jelek, bukan bidangnya soalnya” namun sebagai band hardcore mereka sukses membawakan lagu tersebut dengan penuh kesan.

Waktu menunjukkan pukul 00.30, salah seorang crew Death Vomit membuka kain tutup drum set dari Roy, drummer Death Vomit. Sontak, para metalhead yang berada di depan panggung berkali-kali meneriakkan nama Death Vomit, meminta agar yang empunya pesta malam itu segera tampil. Dua buah stand mic yang sudah diberi sentuhan artistic—penambahan beberapa tengkorak buatan—memeprtegas bahwa malam itu Death Vomit ingin mengajak semua yang hadir di Liquid Café untuk merasakan atmosfer dari cover album mereka. “Evil Rise” menjadi nomor pembuka yang dibawakan Death Vomit malam itu. Sama seperti lirik “Evil Rise” yg berbunyi “The new age has begun, decades of endless darkness,” malam itu death Vomit membawa era kegelapan baru bagi penonton yang hadir di Liquid lewat formula old school death metal mereka, memberi tanda bahwa iblis memang bangkit malam itu. Tanpa dikomando, para metalhead semakin meliar di moshpit. Headbanging, crowd surfing, dan body smashing menjadi tanda bahwa perjamuan malam itu benar-benar dihadiri oleh sang iblis kematian. Menyusul “Evil Rise” adalah dua lagu lain dari album terbaru mereka, “Chained in agony” dan “Murder” sukses dibawakan. Roy tampak nyaman nyaman menghajar drum set nya sementara Sofyan dan Oki mencabik-cabik gitar dan bass mereka sembari growling dan screaming melantuntan tiap kata dalam lirik lagu mereka. Dalam kesempatan jeda lagu, Sofyan dan Oki berkali-kali mngucapkan terima kasih dan rasa hormat mereka kepada para metalhead yang hadir dan meliarkan moshpit malam itu. Mereka merasa bangga dan terhormat bisa berbagi kesenangan malam itu bersama para penonton yang hadir.

Death Vomit
Death Vomit

Setelah bercuap-cuap sebentar di jeda lagu, dua nomor dari album the prophecy yaitu “Summon Infernal Spirit” dan “Senseless Revenge” sukses membuat para metalhead semakin meliar di moshpit. Yang diikuti tiga nomor dari Forging a Legacy, “Transgression”, “Redemption”, dan “Emerged Rage”. Setelah “Emerged Rage” dibawakan, panggung tiba-tiba gelap. Death Vomit sengaja membuat panggung gelap untuk menampilkan sebuah mini documenter tentang pembuatan album “Forging a Legacy”. Selain memberi kesempatan kepada para metalhead yang hadir untuk beristirahat dari liarnya moshpit, Death Vomit ingin membagi pengalaman mereka selama proses pembuatan album tersebut. Mereka juga seolah ingin mengajak para metalhead untuk merenungkan arti kata fokus dan pengorbanan dalam membuat sesuatu seperti yang mereka lakukan dalam pengerjaan album “Forging a Legacy”. Tepuk tangan meriah menutup film documenter tadi.

Memasuki lagu berikutnya, Death Vomit menggeber “Decadence of Life” dan “Imposing Decade Remains”. Bara, gitaris dari Warhammmer sukses mengisi lead-guitar di dua lagu tersebut. Selanjutnya, Death Vomit menggubah lagu dari Slayer, “Criminally Insane” menyusul setelahnya adalah “Dark Ancient”. “Anthem to Hate”, nomor andalan mereka sukses menutup gelaran pesta malam itu. Total 13 lagu sukses dibawakan dengan penuh energi, membalas kesetiaan fans yang awalnya menunggu sembari kehujanan didepan venue. Pesta pun berakhir sekitar pukul 01.30 malam itu, tampak senyum berkembang di bibir para metalhead pertanda dinginnya malam itu terbakar oleh muntahan death metal dari Death Vomit.

Reportase dikirim oleh kontributor: Yulianus Febriarko

 

Death Vomit
Death Vomit

 

Death Vomit’s Forging a Legacy Album Release Party

Selasa, 25 November 2014,

Liquid Café Yogyakarta.

Photo by: John Ronesta

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.