close

Café Society Siap Gelar Pemutaran Perdana dan Diskusi Film Solastalgia

Poster Cafe Society Mei 2017
Poster Cafe Society Solastalgia

Café Society Cinema bekerjasama dengan Pandora16 Film akan segera menggelar pemutaran perdana dan diskusi film Solastalgia (2017) karya Kurnia Yudha F.

Café Society Cinema yang sudah dimulai sejak Maret 2017 lalu ini sendiri adalah bioskop mini yang menawarkan pengalaman kolektif dengan menyajikan film, kuliner, dan interaksi sosial dengan suasana yang intim dan nyaman. Project ini menawarkan beragam jenis film dan kuliner yang dikurasi oleh Forum Film Dokumenter, MES 56, dan Bakudapan Food Study Group dalam menawarkan peristiwa menonton yang sedap.

Dalam acara yang akan segera digelar pada Senin (29/5) esok di Auditorium IFI Yogyakarta, Jl. Sagan No. 3 Yogyakarta pukul 19.30 WIB ini, Café Society Cinema mempersembahkan Solastalgia (2017) yang berdurasi 19 menit dan menyajikan tawaran narasi tentang Irfan (29) –musisi dan penulis lagu– yang juga menjadi frontman dari band Jalan Pulang dalam caranya menginterpretasikan fenomena pembangunan di lingkungan tempat tinggalnya ke dalam sebuah proyek seni kolaboratif bertajuk “Bunga Trotoar”. Konsep yang ditampilkan adalah rekaman-rekaman jejak dari interaksi manusia dengan pertumbuhan kota dalam bentuk pertunjukkan musik yang terbuka pada kerja sama lintas-disiplin. Selain Kurnia Yudha F. selaku sutradara, Kurniawan Adi Saputro (Dosen ISI Yogyakarta & Pengkaji Media), dan Lono Simatupang (Dosen Antropologi UGM) juga akan hadir sebagai pembicara dengan Adrian Jonathan Pasaribu (Co-Founder / Editor in Chief Cinema Poetica) sebagai moderator. dan akan tersedia juga sandwich jengger dan es blewah gratis di Pop-up Café persembahan Bakudapan Food Study Group untuk melengkapi menu buka puasa bagi penonton yang nantinya hadir di venue tepat waktu.

Kurnia Yudha F. sendiri merupakan salah satu Board Forum Film Dokumenter – Festival Film Dokumenter, kelompok kerja yang beraktivitas dalam lingkup media dokumenter yang berbasis di Yogyakarta. Ia belajar produksi dokumenter secara otodidak dan juga mengikuti beberapa workshop, dan sementara bekerja sebagai freelancer camera person. Dalam proses pembuatan Solastalgia (2017) yang mengambil waktu dari tahun 2013 – 2016, Kurnia bersama tim produksi juga dibantu oleh Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang Film) Kemendikbud.

“Relasi antara kota dan manusia, dalam hal ini warganya, bagi saya menarik untuk ditelisik. Bagaimana relasi itu berlangsung; apakah kota yang mempengaruhi manusianya, atau sebaliknya manusia yang mempengaruhi kotanya. Melalui Irfan dan teks-teksnya, menurut saya sedikit banyak bisa menggambarkan fenomena solastalgia, yaitu perasaan rindu terhadap kondisi lingkungan di era dulu yang kontekstual untuk kondisi Yogyakarta hari ini. Film ini berangkat dari perasaan rindu dan keinginan akan kondisi lingkungan asri seperti sedia kala,” ucap Kurnia, sang sutradara dari film Solastalgia (2017). [WARN!NG / Dwiki Aprinaldi]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.