close

Catatan Sejarah Enam Lima Disuarakan Lewat Album ‘Dunia Milik Kita’

dialita
dialita
dialita

Momen peringatan hari kemerdekaan bangsa indonesia semestinya tidak hanya sebagai ajang perayaan semata, akan tetapi dijadikan sebuah refleksi diri yang mesti dipahami oleh semua pihak dalam memaknai kemerdekaan yang hakiki. Seperti itulah gambaran yang coba disampaikan melalui album Dunia Milik Kita yang berhasil digubah oleh Paduan Suara Dialita, singkatan dari Di Atas Lima Puluh Tahun. Paduan suara Dialita yang beranggotakan keluarga tahanan politik ini bagaikan bunyi merdu dari masa lalu, bunyi yang dipaksa sunyi oleh rezim penguasa seusai Enam Lima.

Album Dunia Milik Kita terdiri dari sepuluh nomor yang berusaha menyampaikan catatan sejarah yang dipaksa bungkam selama 50 tahun lebih. Demi membangun arsip sejarah tersebut, beberapa musisi muda lintas generasi didapuk mempresentasikan kembali keresahan ratusan ribu tahanan politik yang selama dipenjara mesti menjaga kewarasannya karena tidak pernah diadili dan tahu kesalahannya. Nama-nama macam Frau, Sisir Tanah, Cholil Mahmud, Nadya Hatta & Prihatmoko Catur, Komunitas Kronocong Agawe Santosa dan Lintang Radittya adalah sosok yang berkontribusi dalam lahirnya album Dunia Milik Kita yang diproduksi oleh Yes No Wave Music dan Indonesian Visual Art Archive (IVAA) tersebut.

Terhitung sejak tanggal 17 Agustus 2016 kemarin, album Dunia Milik Kita telah diluncurkan ke publik dan dapat diunduh secara gratis di laman ini. Selain dalam format digital, album yang diproduseri oleh seniman asal Yogyakarta, Wok The Rock, ini juga akan dirilis dalam format cakram padat sekaligus dihiasi booklet yang berisi berbagai ilustrasi indah karya Wedhar Riyadi dan resep pangan liar khas para tahanan. Diharapkan kumpulan karya yang kaya akan realita sejarah ini mampu tersampaikan, diketahui dan akan tetap abadi menjadi tinta merah perjalanan bangsa indoensia.

Berikut daftar nomor yang terdapat di dalam album Dunia Milik Kita:

  1. “Ujian” – Frau
  2. “Salam Harapan” – Cholil Mahmud
  3. “Di Kaki-Kaki Tangkuban Perahu” – Kroncong Agawe Santosa
  4. “Padi Untuk India” – Sisir Tanah
  5. “Taman Bunga Plantungan” – Kroncong Agawe Santosa
  6. “Viva Ganefo” – Sisir Tanah
  7. “Lagu Untuk Anakku” – Cholil Mahmud
  8. “Kupandang LAngit” – Frau & Lintang Radittya
  9. “Dunia Milik Kita” – Cholil Mahmud & Lintang Radittya
  10. “Asia Afrika Bersatu” – Nadya Hatta, Prihatmoko Catur & Lintang Radittya

[WARN!NG/Dadan Ramadhan]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.